Dampak Negatif Paparan Radiasi Radiokatif untuk Kesehatan - PANTAIPOKER

Breaking

Saturday, February 15, 2020

Dampak Negatif Paparan Radiasi Radiokatif untuk Kesehatan

Dampak Negatif Paparan Radiasi Radiokatif untuk Kesehatan

Dampak Negatif Paparan Radiasi Radiokatif untuk Kesehatan

95d6d627-8a73-407d-ad6d-b95e6aa3ddde-169
http://www.cemepantai.org/ Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengungkapkan temuan penyampaian radioaktif di kompleks Batan Indah, Tangerang Selatan. Namun mereka pun meyakinkan bahwa penyampaian radiasi ini bukan diakibatkan oleh kebocoran.

Sekalipun bukan diakibatkan kebocoran, tetapi paparan radioaktif juga akan berpengaruh pada tubuh manusia.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan akibat yang disebabkan oleh penyampaian radiasi radioaktif terhadap tubuh manusia.


Fabby menyatakan tubuh insan sesungguhnya dapat menolerir radiasi. Akan tetapi, tubuh insan mempunyai batas toleran zat radioaktif.

"Tubuh insan mempunyai toleransi terhadap radiasi pada takaran atau tingkat tertentu. Tetapi eksposur terhadap radiasi dengan takaran atau tingkat yang lebih tinggi dan masa-masa terpapar yang lebih lama akan menambah risiko pada situasi organ-organ tubuh manusia,"

Fabby menuliskan paparan radiasi di atas 0.1 atau 0.3 sievert (Sv) dirasakan berbahaya. Apabila terlewat dari batas toleransi tersebut, maka seseorang dapat mengalami pusing sampai kematian.

"Tanpa adanya penanganan medis, risiko kematian orang yang terkena radiasi 1 hingga 2 Sv menjangkau 5 persen, bila 2 hingga 6 Sv menjangkau 5-100 persen, dengan penanganan medis tidak cukup lebih 50 persen. Di atas 8 Sv, 100 persen risiko kematian," katanya.

Fabby menuliskan dalam hidup sehari-hari, tubuh insan terpapar dengan radiasi di lingkungan sekitar, contohnya radiasi dari alam atau lewat sekian banyak peralatan kedokteran di lokasi tinggal sakit dengan rentang 0.0015-0.0035 Sv. CT-Scan misalnya, alat itu memancarkan radiasi 0,01 Sv, X-ray di unsur dada menyerahkan radiasi 0,0001 Sv.

"Jika terkena radiasi 1 Sv dapat mengakibatkan pusing-pusing dan mual-mual. Kalau terkena 1 hingga 2 Sv dalam 6 jam akan merasakan mual dan sakit kepala. 2 hingga 6 Sv akan merasakan mual, muntah-muntah, diare, dan demam. Semakin tinggi takaran radiasi, maka dampaknya semakin fatal," ujar Fabby.

Contoh nyata kematian insan sudah terjadi ketika kebocoran nuklir di Chernobyl, Rusia. Bahkan kebocoran di kemudahan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima menciptakan rata-rata warga terkena penyampaian radiasi 0,4 Sv.

"Jika 6 Sv laksana yang terjadi pada pekerja di Chernobyl dapat menyebabkan kematian dalam tiga bulan. Rata-rata warga di Fukushima Jepang pada pagi hari (setelah kejadian PLTN Fukushima) merasakan paparan radiasi 0,4 Sv," kata Fabby.  http://www.cemepantai.org/

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...