Ramadan 2020 Beri Pengalaman Puasa Berbeda bagi Pesepakbola Muslim Dunia

Ramadan th. ini berikan pengalaman dan kesempatan unik bagi para pesebakbola Muslim di dunia. Menurun hingga terhentinya segala kesibukan di dunia sepakbola sebab pandemi Corona sudah berikan kesempatan bagi mereka untuk lebih banyak menambah kesibukan religi dan menolong sesama. Pantaipoker dominoqq
Biasanya, saat Ramadan tiba, pertanyaan yang ditujukan pada para atlet adalah mengenai apakah puasa merubah performa atau kesegaran fisik mereka. Namun, kini pertanyaan selanjutnya tak ulang dilontarkan.
Pandemi COVID-19 yang mengiringi Ramadan th. ini sangat mungkin para pesepakbola menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dengan keluarga dan beribadah.
"Ini adalah hal baik bagi para pemain bola Muslim. Dalam bulan-bulan Ramadan sebelumnya, saya biasa puasa di dalam era training dan pertandingan. Karena bagi saya, terhitung bagi para Muslim lainnya, Ramadan adalah bulan suci," ujar pemain asal Algeria Islam Slimani, melansir laman FIFA.com.
Slimani yang bermain untuk klub Monaco Liga 1 saat dipinjamkan dari Leicester City dan terhitung dulu bermain di Portugal dan Turki menambahkan, "Beberapa pemain tak mampu puasa saat ada pertandingan di Ramadan. Tahun ini, mereka tidak mesti hadapi dilema tersebut."
Rasakan Semangat Ramadan
Sementara itu Youssef Mohamad, mantan pesepakbola internasional asal Lebanon dan mantan kapten di Koln, Jerman menyatakan para pemain Muslim mempunyai kesempatan besar th. ini untuk merasakan stimulus Ramadan yang lebih suci tanpa ada tekanan dari pertandingan atau pun latihan.
"Aktvitas sepakbola dihentikan waktu ini adalah kabar baik bagi para pemain Muslim," ujarnya.
"Mereka mampu berpuasa di bulan suci tanpa mesti kelelahan sebab latihan dan pertandingan. Tahun ini, mereka mampu merasakan atmosfer spesial yang datang dengan Ramadan."
Lalu mantan bek yang dikenal dengan sebutan "Dodo" itu menceritakan pengalaman hadapi tantangan terkait puasa beberapa waktu lalu.
"Pada masaku bermain di Eropa, susah untuk absen sebab waktu puasa saat itu sangat panjang. Pada mulanya, susah bagiku berpuasa di bawah tekanan banyak pertandingan, namun beberapa th. kemudian, berkat dietisian di Koln, kondisinya menjadi sedikit membaik."
Beramal
Beberapa pesepabola Muslim memperlihatkan pandemi COVID-19 mendatangkan segi positif bagi mereka.
"Karantina sebab virus corona sangat tidak baik namun mempunyai elemen bagus bagi pemain Muslim," ujar pemain garda belakang-kiri Prancis Wilfried Moimbe.
"Dalam beberapa th. terakhir, Ramadan datang pada era yang sulit, yaitu saat persiapan musim baru, waktu itu waktu berlatih sangat panjang dan susah dengan dua atau tiga sesi sehari. Bukanlah waktu yang enteng untuk berpuasa saat itu, sebab kami mesti minum air untuk meraih energi."
Moimbe melanjutkan, "Puasa di rumah th. ini sudah memberiku kesempatan untuk menghabiskan waktu memiliki kualitas dengan istri dan anak-anak dan juga menolong orang di bulan suci. Sesuatu yang tak mampu kami lakukan di era lalu."
Federasi Sepakbola Bangladesh pakai era penangguhan kesibukan sepakbola sepanjang Ramadan th. ini untuk menolong orang-orang yang terdampak pandemi COVID-19 di negara tersebut. Saat ini Federasi menyiapkan parsel makanan berbuka puasa dan membagikannya tiap-tiap hari pada lebih dari 300 orang di luar kantor pusat mereka di Dhaka.
"BFF mengemas kotak-kotak membuka puasa tiap-tiap hari dan mendistribusikannya pada kaum duafa, tertama anak-anak yatim piatu, buruh, dan juga orang-orang yang membutuhkan," sadar BFF Media and Communication Manager Ahsan Ahmed Amit.
Ia terhitung mengatakan, dengan bimbingan Presiden BFF Kazi Salahuddin dan juga ketua sepakbola wanita Mahfuza Akter Kiron, pihaknya menyusun konsep untuk menolong orang di bulan puasa hingga era akhir karantina.
"Sejumlah mantan pemain dan pemain nasional yang tetap aktif, terhitung klub-klub, terhitung menolong mereka yang butuh dan menyediakan asisten masakan sebagai cara yang memperlihatkan betapa besar peran sepakbola di masyarakat.

No comments:
Post a Comment