Haru! Kisah Ojol Gratiskan Layanan Antar Bahan Pokok ke Mahasiswa

Cuitan seorang driver ojek online yang tengah viral berikan deskripsi bahwa beberapa masyarakat susah mencukupi keperluan hidup di tengah wabah virus korona baru COVID-19 akibat adanya larangan mudik dan imbauan berdiam di rumah.
Driver ojol di Yogyakarta ini membagikan pengalaman mengantarkan keperluan pokok kepada seorang mahasiswa. Driver bernama Hendhi itu menceritakan kisahnya di account @Mbendol52768653 terhadap 9 Mei lalu. Pantaipoker Ceme
Hendhi mengaku terharu dikarenakan tak sedikit mahasiswa yang kehabisan makanan dan tidak bisa ulang ke kampung.
“Hari ini saya sedih banget, nganter gosend bahan pokok beras, nasi, telur membuat mahasiswa. Mereka kehabisan bekal untuk makan dan mereka gak bisa pulang ke kampung, mulai hari ini saya buka FREE ONGKIR area Jogja spesifik mengantar bahan pokok untuk yang membutuhkan,” cuit Hendhi
Hendhi menjelaskan sempat terbawa situasi sedih dikarenakan mahasiswa itu terima paket sembari menangis pas mengucapkan terima kasih.
Dalam perjalanan pulang, Hendhi mulai tersentuh dikala mengingat cerita berasal dari mahasiswa tersebut. Sejak perihal itu Hendhi tergerak untuk membantu bersama dengan apa yang ia bisa. Menurut Hendhi, sebagai driver ojol ia bisa mengantarkan barang kepada orang-orang yang perlu jasanya.
“Mereka yang nerima hingga nangis, saya termasuk ikut netesin air mata melihat situasi seperti ini. Saya sebagai ojol cuma bisa membantu FREE ONGKIR bagi yang menghendaki memakai jasa saya untuk mengantar barang yang sangat perlu bantuan,” tulis Hendhi di dalam cuitannya yang lain
Twit Hendhi ini sesudah itu viral usai mendapatkan 3.000 retweets serta 5.700 likes.
Melihat cuitan itu warganet memberikan beragam reaksi. Mereka mengapresiasi aksi mulai Hendhi untuk membantu sesama di tengah pandemi virus korona ini. Warganet termasuk ramai memberikan dorongan serta doa untuk Hendhi supaya bisa konsisten berbuat baik.
Seorang mahasiswa termasuk memberikan komentar, ia mengaku susah mendapatkan perhatian dikarenakan mahasiswa sering dianggap sebagai pendatang dan mempunyai bekal cukup.

No comments:
Post a Comment