Cara Demo Saat Wabah, Chat Anggota DPR Pembahas RUU Minerba Dibanjiri Pesan Protes

Selama pandemi virus korona baru Covid-19, berbagai kegiatan publik jadi tertunda lebih-lebih dibatalkan. Masyarakat pun terpaksa berkreasi untuk beradaptasi di era yang menantang ini, tidak benar satunya adalah bersama dengan menggelar demonstrasi.
Unjuk rasa pun beralih jadi secara digital. Seperti yang dilakoni pendemo pembahasan Rancangan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba). Pantaipoker Ceme
Mereka ramai-ramai mengirim pesan protes melalui chat aplikasi Whatsapp para pemimpin parlemen dan bagian DPR yang jadi Panitia Kerja (Panja) RUU Minerba. Para pemrotes menjadi DPR mengambil kesempatan mendambakan menyelesaikan aturan terhadap era pandemi di mana tak mampu ada protes secara fisik langsung ke gedung parlemen layaknya kala akan disahkannya revisi UU KPK dan RUU KUHP.
Salah satu berasal dari sekian banyak pihak yang udah lakukan aksi sama adalah @BEMUNS.
Pada siang hari tadi, Selasa (12/5), pemilik akun tersebut melalui beberapa tweet mengajak segenap warganet untuk lakukan demo virtual, bersama dengan menyebar pesan kepada sejumlah pejabat dan bagian Komisi VII DPR-RI. Beberapa link dan nomor telephone yang disebut sebagai kontak WA milik para wakil rakyat berkenaan termasuk disebar oleh akun tersebut.
Pesan yang mendambakan disampaikan oleh para demonstran adalah untuk menghentikan pembahasan RUU Minerba. "HENTIKAN PEMBAHASAN RUU MINERBA SEKARANG JUGA! FOKUS LINDUNGI RAKYAT BUKAN ELIT KORPORAT!", demikianlah pesan yang disebar oleh para pendemo melalui WA.
Panja RUU Minerba yang kebanjiran pesan protes berharap masyarakat tidak meneror mereka melalui WA. Ketua Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba), Bambang Wuryanto, berharap para pendemo agar tidak “menyerang” bagian dewan bersama dengan memborbardir pesan singkat melalui aplikasi pesan singkat itu. Menurutnya, aksi itu termasuk termasuk tindak teror.
Bambang termasuk menangkis bahwa pembahasan RUU ini dipercepat sebab menurutnya pembahasan revisi UU Minerba ini udah diawali sejak DPR periode sebelumnya. Ia pun berharap agar pihak yang mempermasalahkan revisi UU Minerba ini untuk menyadari pernah mekanisme hukum dan jangan langsung bertindak.
Fenomena demo virtual bersama dengan membombardir via pesan WA kini jadi banyak berlangsung di era pandemi virus korona. Sebelumnya terhadap awal April lalu, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas mengaku dirinya terima lebih berasal dari 10 ribu pesan melalui WA yang memuat penolakan omnibus law RUU cipta kerja. Aksi demo buruh terhadap 1 Mei kemarin yang batal turun ke jalur termasuk dipindah ke online di platform WA.

No comments:
Post a Comment