Pemain Sinetron Detri Warmanto Positif Corona - PANTAIPOKER

Breaking

Saturday, March 21, 2020

Pemain Sinetron Detri Warmanto Positif Corona

Pemain Sinetron Detri Warmanto Positif Corona

Pemain Sinetron Detri Warmanto Positif Corona



http://128.199.71.150/pantaipoker/ - Pemain sinetron, Detri Warmanto menyebut dirinya positif Covid-19. Kepastian itu dia sampaikan lewat Instagram pribadinya.

"Saya baru mendapat kabar hari ini jam 18.00 jikalau saya positif Covid-19 sesudah tes di RSPAD yang dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Maret," ujar Detri, diunggah di Instagramnya, Sabtu, 21 Maret 2020.

Detri mengatakan, kondisinya baik-baik saja. Tidak satupun gejala Covid-19 yang dia rasakan.

"Nggak ada gejala apapun pilek, batuk, panas, dan lain-lain," ucap dia.

Agar virus tak menyebar, dia diminta mengisolasi diri. "Saya mesti mengisolasi diri selama 14 hari," kata dia.

Detri mengatakan, dia merintis tes pasca Budi Karya dinyatakan positif Covid-19.

Sebagai menantu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo, dia merintis tes.

"Dan saya optimis pada pas di tes tentu negatif krn tidak ada gejala yg mengindikasikan terkena corona. Sekian cerita dari saya stay at home dan stay healthy. Btw foto saya pake stand tripod," tulis dia.

Pemerintah China memberitakan masalah Covid-19 baru yang keluar di negara itu merupakan masalah impor dari Indonesia. Pasien berusia 35 th. itu diidentifikasi sebagai Zhang Moumou.

Tidak disebutkan ke mana saja Zhang selama di Indonesia, atau berapa lama dia berada di Indonesia.

Pada 10 Maret 2020, Zhang mengalami gejala batuk dan demam pas masih berada di Indonesia. Dia kemudian terbang ke Shanghai via Hong Kong pada 13 Maret 2020.

Di Shanghai, Zhang sempat menginap di sebuah hotel sebelum akan melanjutkan penerbangan ke Xi'an, ibu kota Provinsi Shaanxi pada 14 Maret 2020.

Namun pas tiba di terminal Bandara Xianyang di Xi'an, Zhang memberitahu petugas bahwa dia tidak enak badan.

Diketahui bahwa suhu badannya tidak normal, Zhang segera dibawa ke Rumah Sakit Pusat Xi'an di Distrik Tangfang untuk merintis isolasi.

Setelah merintis kontrol dua kali pada 15 Maret dan 16 Maret 2020, Pusat Pengendalian Penyakit Shaanxi mengonfirmasi bahwa Zhang positif terjangkit Covid-19.

Di hari yang sama, Zhang segera dipindahkan ke tempat tinggal sakit lain untuk merintis perawatan dan isolasi lebih lanjut.

Komisi Kesehatan Shaanxi melaporkan ada 80 yang dinyatakan sebagai kontak dekat (close contact) baru di provinsi itu.

Dari 80 orang tersebut, 79 di antaranya pernah kontak segera dengan Zhang. Semua kontak dekat tersebut saat ini juga telah diisolasi untuk merintis observasi medis.

Sebelumnya pemerintah China menyebutkan bahwa hanya ada masalah Covid-19 impor di negara itu dari 8 Maret hingga 16 Maret 2020. Tapi tidak ada masalah baru yang dilakukan konfirmasi dan yang diduga baru.

" Dari 8 Maret hingga 16 Maret 2020 ada satu masalah positif corona baru yang diimpor dari luar negeri (Indonesia) di Shaanxi. Tidak ada masalah baru yang dilakukan konfirmasi dan masalah yang diduga baru di Shaanxi. Hanya ada satu (pasien) yang pulih dan satu pasien meninggal," lapor pemerintah Shaanxi di dalam situs resminya.

Sebuah penelitian awal di China tunjukkan orang dengan golongan darah A mungkin lebih rentan pada virus corona baru. Sementara, orang dengan golongan darah O mungkin lebih tahan pada virus dengan nama formal Covid-19 tersebut.

Penelitian itu dilaksanakan oleh tim medis di China pada 2.000 pasien positif terinfeksi virus corona baru di Wuhan, yang jadi awal pusat pandemi, dan Shenzhen. Penelitian itu mendapat temuan bahwa pasien golongan darah A tunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan cenderung mengalami gejala lebih parah.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa riset ini masih awal dan mesti dilaksanakan belajar lebih lanjut. Mereka mendesak pemerintah Negeri Tirai Bambu dan sarana medis perhitungkan perbedaan golongan darah ketika berencana beberapa langkah mitigasi atau melindungi pasien yang terinfeksi Covid-19.

" Orang-orang bergolongan darah A mungkin mesti secara spesifik memperkuat imunitas untuk kurangi mungkin infeksi," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan, Rabu 18 Maret 2020.

" Pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 (virus penyebab Covid-19) dengan golongan darah A mungkin mesti terima pengawasan yang lebih waspada dan perawatan yang agresif," tulis Wang.

Sebaliknya, menurut makalah yang mereka terbitkan di Medrxiv.org pada 11 Maret itu, " golongan darah O mempunyai risiko yang secara signifikan lebih rendah pada penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah non-O."

Dari 206 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan, 85 bergolongan darah A. Angka itu 63 % lebih banyak daripada pasien bergolongan darah O, yang jumlahnya 52. Pola ini berlangsung pada group umur dan model kelamin yang berbeda.

" Ini mungkin berfaedah untuk memperkenalkan golongan darah ABO pada pasien dan tenaga medis sebagai bagian rutin dari manajemen Sars-CoV-2 dan infeksi coronavirus lainnya, untuk mendukung menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko orang," tulis Wang.

Studi ini dilaksanakan oleh para ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh China, juga Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzhen. Meski demikian, belajar ini belum ditinjau oleh group peneliti lain. Para peneliti tersebut juga mengingatkan mungkin ada risiko untuk menggunakan hasil belajar pas itu sebagai wejangan praktik klinis pas ini.

Gao Yingdai, seorang peneliti dari State Key Laboratory of Experimental Haematology di Tianjin, yang tidak terlibat di dalam penelitian itu menyebutkan bahwa temuan ini dapat ditingkatkan dengan tingkatkan jumlah sampel yang lebih besar.

Meskipun jumlah 2.000 pasien yang terlibat jadi sampel dapat dibilang tidak kecil, angka tersebut masih terbilang kecil seumpama dibandingkan dengan keseluruhan pasien yang terinfeksi oleh virus corona baru, yang jumlahnya di seluruh dunia kini lebih dari 180.000.

Menurut Gao, keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tidak mengimbuhkan penjelasan yang gamblang tentang fenomena tersebut, layaknya jalinan molekuler pada virus dan bermacam model sel darah merah.

Golongan darah ditentukan oleh antigen, suatu bahan pada permukaan sel darah merah yang dapat membawa dampak respons imun. Ahli biologi Austria, Karl Landsteiner, mendapatkan golongan darah utama pada th. 1901, menamakannya model A, B, AB dan O. Penemuan ini terlalu mungkin transfusi darah yang aman dengan mencocokkan golongan darah pasien.

Golongan darah begitu banyak ragam di dalam suatu populasi. Di Amerika Serikat, lebih kurang 44 % populasi adalah model O, pas lebih kurang 41 % bergolongan A.

Di Wuhan, yang berpopulasi lebih kurang 11 juta, orang bergolongan darah O sebesar 32 persen, tetapi A sebanyak 34 % di pada orang sehat. Sementara di pada pasien yang terinfeksi Covid-19, lebih kurang 38 dan 25 persen.

Menurut penelitian sebelumnya, perbedaan golongan darah telah dilihat pada penyakit menular lainnya, juga virus Norwalk, hepatitis B, dan sindrom pernapasan akut.

Gao mengatakan, belajar baru tersebut, " mungkin mendukung para profesional medis, tapi warga negara biasa tidak mesti beranggap statistik benar-benar serius."

" Jika Anda bergolongan darah A, tidak mesti panik. Itu tidak artinya Anda akan terinfeksi 100 persen," kata dia.

" Jika Ada model O, itu tidak artinya Anda juga benar-benar aman. Anda masih mesti mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang," jadi Gao.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...