Penumpang Pesawat Kembalikan Selimut yang Diambil 9 Tahun Lalu

Pantaipoker Ceme - Butuh sembilan th. bagi seorang penumpang maskapai pesawat Malaysia Airlines untuk mengembalikan selimut yang pernah dia ambil. Dalam kejujurannya, penumpang berikut mengaku menyesal dikarenakan mengambil selimut tersebut.
Seorang pengguna Instagram @kay_abdul mengunggah `sesuatu yang manis` di penerbangan MH156 pada Jumat 17 Januari 2020. Menurut pramugari, seorang anggota kru perhatikan sebuah paket terbungkus rapi yang ditinggalkan seorang penumpang sesudah penerbangan berasal dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ke Bandara Internasional King Abdulaziz.
" Seperti biasa, kami bakal melakukan inspeksi di kabin sesudah penumpang pergi untuk meyakinkan bahwa mereka tidak meninggalkan barang-barang mereka," kata pelayan, Kamarulzaman Abd Karim.
Ternyata seorang penumpang anonim mendambakan mengembalikan selimut yang dikeluarkan maskapai sejak 2011. Dia menuliskan keinginan maaf dikarenakan membawa selimut berikut pulang.
Catatan yang disertakan tidak punya kandungan nama atau nomor kontak si penumpang.
" Maaf, aku tidak jujur di masa lalu. Aku mengambil selimut ini. Sekitar 2011 kalau aku tidak salah. Hari ini, aku mengembalikannya," tulis dia.
" Saya minta maaf dan aku harap Anda memaafkan aku dikarenakan menggunakannya sepanjang ini. Omong-omong, itu selimut favorit saya. Saya minta maaf sekali lagi, M.A.S."
Kamarulzaman mencatat kepada Harian Metro bahwa dia merasa tersentuh oleh tindakan itu.
Meskipun dalam seluruh kejujuran, maskapai ini bisa saja tidak bakal manfaatkan serupa sekali untuk selimut tua yang udah hilang sepanjang sembilan tahun. Tapi hei, itu yang penting
Video pramugara maskapai Lion Air yang tengah membantu seorang nenek di pesawat menjadi viral di media sosial. Sikap sang pramugara memetik pujian berasal dari warganet.
Dalam dua video yang diunggah ke Twitter oleh akun @the4rel, Senin 18 November 2019, pramugara itu nampak menyuapi penumpang lanjut usia. Pramugara itu nampak menyuapi penumpang itu bersama dengan sabar dan ramah. Dia lebih-lebih sesekali membetulkan kerudung nenek tersebut.
“ Dear @LionAirID, kalian wajib beri penghargaan untuk mas ini. Dear Mas Mugara Lion Air, siapapun kamu, anda adalah perumpamaan Flight Attendant yang amat sempurna. Semoga berkah dan menjadi pahala untuk anda ya, Mas!!” cuit @the4rel.
Ketekunan pramugara ini termasuk menyebabkan netizen tersentuh. “ Mas, apakah anda merindukan Ibu kamu?? Kamu begitu telaten membantu Ibu tua ini. Surga untuk kamu, Mas!!” cuit @the4rel.
Cuitan ini menjadi viral di Twitter dan udah di-retweet sebanyak 33.600 kali dan likes 49.600 kali
Video ini memang diunggah di Instagram pada tujuh hari yang lalu. Sang pengunggah, @armainiimay, menyebutkan pramugara menyuapi penumpang dikarenakan sang nenek ini enggan memakai sabuk pengaman.
“ Perjalananku malam tadi naik pesawat Lion Air berasal dari SBY menuju PKY, kagum menyaksikan dedikasi seorang pramugara yang sabar melayani nenek bersama dengan umur 117 th. yang tidak sudi pasang sabuk pengaman, padahal pesawat udah take off dan nenek minta ulang turun berasal dari pesawat bersama dengan perlakuan penuh kasih sayang diberi minum, disuapi makan bersama dengan lembut seperti menjaga orang tua sendiri yang pada pada akhirnya si nenek sudi memasang sabuk pengaman, kereeen,”
Lion Air angkat topi pada sikap sang pramugara bernama Donny Prima Yuszela tersebut. Donny Prima merupakan awak kabin senior di Lion Air. Kala itu, dia bertugas di penerebangan JT-862 rute Bandara Juanda Surabaya--Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, pada Minggu 10 November 2019.
“ Performa kerja dikala bertugas yang udah dijalankan dan ditunjukkan bahwa udah cocok menurut standar operasional prosedur awak kabin,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, dikutip berasal dari keterangan tertera yang di terima Dream.
Danang menyebutkan pas itu tersedia seorang wanita berusia 117 th. yang manfaatkan kursi roda. Sang penumpang tak sudi memakai sabuk pengaman dikala udah duduk.
“ Setelah peragaan keselamatan (safety demo) selesai, SFA Donny Prima menghampiri bersama dengan memberi tambahan penjelasan pentingnya pemakaian sabuk pengaman pada kursi, demi alasan keselamatan dan keamanan perjalanan udara. Seketika penumpang itu sudi dan dibantu manfaatkan sabuk pengaman,” kata dia.
Saat pesawat udah mengudara dan sinyal memakai sabuk pengaman udah dimatikan, Donny ulang mengecek situasi dalam kabin dan menghampir sang nenek. Dia memberi tambahan penjelasan kepada penumpang mengenai aturan keselamatan.
Maskapai ini memberi tambahan apresiasi kepada pramugara yang bersangkutan. “ Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan menerima kasih, apresiasi setinggi-tingginya kepada awak pesawat dan juga keliru satu kabin kru (pramugara) bernama Donny Prima Yuszela sebagai pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA),” kata dia.
Lion Air Group meyakinkan pilot Batik Air penerbangan ID-6548 rute Jakarta--Kupang yang jatuh pingsan pas bertugas udah dinyatakan laik terbang. Sang pilot sebelumnya udah merintis kontrol kesehatan.
Untuk diketahui, pilot yang dikabarkan pingsan sepanjang penerbangan itu menyebabkan pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara B Tari-Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu 17 November 2019.
Kabar yang beredar menyebutkan sang pilot terkena serangan jantung pas pesawat hendak landing di bandara El Tari. Pilot langsung dilarikan ke tempat tinggal sakit Siloam Kupang.
“ Penerbangan ID-6548 udah dipersiapkan bersama dengan baik. Batik Air membawa tujuh kru dan 148 tamu. Sebelum diberangkatkan, pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF udah melalui kontrol lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru merintis kontrol kesehatan, dinyatakan laik terbang (airworthy for flight),” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dikutip berasal dari keterangan tertera yang di terima Dream, Senin 18 November 2019.
Danang menyebutkan pesawat Batik Air mengudara 09.12 WIB berasal dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari pukul 12.40 WITA. Sebelum menurunkan ketinggian, pilot merasa pusing berat sehingga menyebabkan konsentrasi terpecah dan lemas.
“ Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot beroleh pemberian pertama,” kata dia.
Danang melanjutkan, penerbangan bersama dengan komando kopilot (first officer) dan mengumumkan bahwa bakal mendarat dalam situasi darurat (emergency landing). Kondisi ini udah cocok tindakan operasional penerbangan dalam buku manual.
“ Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) udah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat mendarat di Bandar Udara El Tari pada 12.46 WITA,” kata dia.
Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot langsung beroleh pemberian dan dibawa ke tempat tinggal sakit.
Maskapai penerbangan ini menerbangkan pesawat pengganti berasal dari Bandara Juanda ke Kupang. “ Batik Air meminimalisir efek yang timbul sehingga operasional Batik Air yang lain tidak terganggu,” kata dia.

No comments:
Post a Comment