Kisah Pilu Satu Keluarga Meninggal Bergantian karena Corona

Pantaipoker Dominokiu - Berita duka dikeluarkan oleh sebuah rumah memproduksi di Hubei, China pada 16 Februari lalu. Hubei merupakan provinsi daerah kota Wuhan berada. Kota yang menjadi pusat penyebaran virus mematikan corona.
Berita itu memuat pengumuman berkenaan kematian seorang sutradara film Tionghoa bernama Chang Kai.
Pria 55 tahun itu meninggal di sebuah rumah sakit komunitas di Distrik Huangpi, Wuhan sekitar pukul 4:50 sore pada 14 Februari 2020 gara-gara infeksi Covid-19 atau corona virus.
Kisah pilu keluarga sutradara ini mengambil perhatian khalayak.
Pasalnya sebelum saat kepergian Chang, satu per satu orang tersayangnya juga menjadi korban keganasan wabah mematikan itu.
4 Anggota Keluarga Meninggal
Chang dan tiga bagian keluarganya meninggal dunia gara-gara Covid-19.
Bermula pada malam tahun baru Imlek sementara seluruh keluarga menyempatkan diri untuk bertemu.
Pada hari pertaman Tahun Baru China atau tepatnya 25 Januari, papa Chang tiba-tiba sakit.
Ia mengalami batuk dan demam disertai kesusahan bernafas. Chang pun sontak mempunyai ayahnya ke rumah sakit untuk perawatan.
Namun sayangnya mereka ditolak gara-gara udah tidak ada ulang daerah tidur. Rumah sakit menganjurkan untuk mengarantina ayahnya di rumah dan mengirimkan dokter.
Mereka ulang ke rumah dan mengupayakan merawat ayahnya yang sakit parah.
Seorang dokter pun selanjutnya mampir pada tanggal 2 Februari untuk memeriksa papa Chang. Tetapi kondisinya memburuk benar-benar cepat dan ia meninggal beberapa jam lantas di rumah.
Dalam sebuah surat wasiat, Chang menuliskan bahwa meninggalnya ayahnya adalah pukulan besar bagi ibunya yang udah kelelahan akibat penyakit itu.
Ya, sang ibu juga terinfeksi Covid-19. Chang pun membawanya ke rumah sakit Wuchang pada 4 Februari dan meninggal empat hari kemudian.
Sementara itu, Chang juga memperlihatkan tanda-tanda pada 4 Februari Setelah merawat orang tuanya yang terinfeksi sepanjang berhari-hari di rumah.
Ia lantas dikirim ke rumah sakit di Distrik Huangpi. Chang selanjutnya meninggal pada 14 Februari di hari yang serupa bersama dengan saudara perempuannya kendati tinggal beda rumah.
Chang meninggalkan istri dan putranya yang studi di luar negeri. Istri Chang juga didiagnosis positif beberapa hari sesudah Chang tetap di rumah sakit.
Di akhir postingan pada surat wasiatnya, Chang berkata kepada orang-orang yang dicintainya, juga putranya yang studi di Inggris.
Bahwa dirinya jalankan yang terbaik sebagai seorang anak yang berbakti. " Perpisahan, untuk mereka yang kucintai dan mereka yang mencintaiku," ujar dia.
Merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 yang kini udah menewaskan lebih dari 1800 orang menyebabkan berbagai spekulasi.
Tidak sedikit yang curiga kemunculan wabah ini udah dirancang sebelumnya.
Baru-baru ini media sosial diramaikan bersama dengan cuitan pengguna Twitter yang mengulas sebuah buku fiksi berjudul " The Eyes of Darkness" .
Menariknya, buku yang diterbitkan pada 1981 atau 39 tahun yang lantas itu menceritakan berkenaan virus yang juga berasal dari Wuhan, dinamai Wuhan-400.
Dalam buku dikatakan virus itu sesungguhnya sangaja dibuat sebagai senjata biologis.
Menurut ilmuan yang memimpin penelitian Wuhan-400 bernama Li Chen, senjata kimia paling berbahaya ada di pusat-pusat penelitian di China.
Selain itu, tertulis juga virus dapat mewabah lewat hewan sebelum saat selanjutnya menginfeksi manusia.
Pusat studi virus didalam buku itu pun memiliki ciri yang serupa bersama dengan Wuhan Institute of Virology, yang terletak hanya 32km dari lokasi pertama Covid-19 ditemukan.
Prediksi berkenaan virus yang menyerang proses pernapasan itu juga tertulis didalam buku berjudul End of Days: Predictions and Prophecies About the End of the World.
Buku itu menjelaskan penyakit seperti pneumonia dapat tersebar ke seluruh dunia pada 2020.
Buku itu sendiri ditulis oleh Lindsay Harrison pada 2008. Kedua buku ini sontak menarik menyimak khalayak. Bagaimana pendapatmu? Apakah ini sebuah kebetulan, atau sebaliknya?

No comments:
Post a Comment