Bukan Main, Kakek Umur 100 Tahun Doyan Geber Moge

Pantaipoker dominoqq - Percayalah, usia hanya angka, bahkan kecuali berkata perihal hobi, kalau otomotif. Jika sudah mencintai hobi motoran, mau usia berapa pun seseorang tetap melakoninya.
Seperti yang dijalankan kakek berusia 100 th. yang tetap doyan geber motor.
Jumat 21 Februari 2020, kakek ini bernama Wymann Betts. Betts sangat menyukai sepeda motor kendati berusia satu abad.
Dia mengendarai kuda besinya selama lebih berasal dari 50 tahun. Misalnya, pergi ke tempat kerja bersama sepeda motor.
Yang menarik, pria yang akrab dipanggil Bun ini tetap dapat mengendarai Honda Gold Wing 2003. Padahal, bobot motor ini dapat meraih 800 pound (362,87 kg). Ada yang menyebut Betts merupakan pria tertua di Amerika Serikat yang mengendarai motor.
Lalu, apa rahasianya hidup panjang? Betts mengaku tak dulu merokok dan minum minuman beralkohol. Dia juga tidak dulu membebaskan dirinya larut dalam kecemasan.
Pemilik kendaraan bermotor tentu juga sadar kecuali berkendara dalam kondisi mabuk sangat membahayakan. Tak hanya bagi diri sendiri, keselamatan pengendara lain juga terancam.
Anjuran inilah yang dilanggar seorang pengendara sepeda motor yang diduga mengemudikan roda duanya dalam kondisi mabuk. Dia tetap dapat bersyukur diberikan kesempatan hidup dikarenakan sempat terkena tilang polisi.
Aksi pemuda itu tertangkap dalam sebuah video yang beredar di sosial media. Kocaknya, pria yang mengaku tak tengah mabuk itu menyalahkan sepeda motornya dikarenakan tak ikuti instruksinya.
Dikutip berasal dari akun Instagram @makassar_iinfo, seorang polisi tengah memberhentikan seorang pengendara berkaus singlet hitam. Memakai topi bersama posisi terbalik, dia berkendara tanpa gunakan helm.
Seperti para pelanggar umumnya, pria ini juga berusaha membela diri dikarenakan mulai tak jalankan kekeliruan apapun. Setelah mengangkat sepeda motor dan memasang standar samping, pria itu mengoceh kecuali dia tidak tengah mabuk saat berkendara.
“ Saya nggak mabuk, Om. Tadi itu saya mau belok ke situ, Om. Tapi motornya yang mau ke sini. Yang keliru motornya, om,” kata si pengendara.
Polisi pun menenangkan si pengendara. " Tenang, tenang, tenang," kata polisi.
Tilang elektronik tak akan menyasar para pengendara ojek online (ojol) yang berkendara bersama melihat peta (map) di ponsel. Tapi, ada syaratnya.
Yaitu pengendara tak diperbolehkan memegang handphone saat berkendara. Driver ojol kudu melekat smartphone di dasbor motor.
" Kalau di dashboard itu tidak dilarang, diperbolehkan. Selama tindakan manualnya tidak dipegang," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, di Jakarta, dikutip berasal dari Merdeka.com, Kamis 6 Februari 2020.
Yang tidak diperbolehkan itu pengendara melihat maps bersama satu tangan dan memegang ponsel dan yang satunya ulang mengemudikan setang. Inilah yang membahayakan konsentrasi para pengendara motor.
" Kalau pegang tidak boleh, mengutak-atik juga tidak boleh. Safety driving itu dua tangan di atas stang motor. Kalau dia sambil memainkan handphone artinya tidak aman. Konsentrasinya terganggu," kata dia.
Seperti diketahui, sistem ETLE untuk pengendara motor itu sudah mulai diberlakukan mulai 1 Februari 2019. Sebelum penerapan tilang ETLE, polisi terlebih dahulu mensosialisasikan sistem ETLE kepada masyarakat.
Lokasi kamera ETLE untuk pengendara motor berada di dua titik. Lokasinya adalah selama Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin dan jalur Transjakarta koridor 6, Ragunan-Monas tepatnya depan Kantor Imigrasi, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Pelanggar sistem ini akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp750 ribu dan denda kurungan 3 bulan.
Sanksi itu berlaku bagi pemotor yang diakui terganggu konsentrasinya layaknya bermain HP. Sementara bagi pemotor tidak Mengenakan helm terancam hukuman kurungan 1 bulan dan denda Rp 250 ribu.
Melanggar marka Pasal 287 ayat 1 ancaman kurungan 2 bulan bersama denda kurungan Rp500 ribu. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 th. 2009 perihal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Jalur TransJakarta sesungguhnya dibikin khusus. Dipisahkan bersama jalur kendaraan lain. Meski demikian, tetap banyak pengendara yang menerobos. Nyelonong ke busway.
Contohnya, baru saja terjadi di Cengkareng. Dalam video yang diunggah ke Instagram oleh akun @koalisipejalankaki, muncul pengedara motor yang menerobos ke jalur TransJakarta terlibat adu mulut bersama dua petugas TransJakarta.
Petugas itu meminta pengendara selanjutnya tidak melalui jalur TransJakarta. Tapi sang pengendara ogah patuh. Setelah adu mulut, keliru satu petugas mencabut kunci motor. Sang pengendara kudu menuntun motornya ke samping bus.
Kejadian ini merupakan perumpamaan ketidakdisiplinan pengendara di jalanan. Apalagi, motor yang dikendarai si pelanggar ketetapan di jalur itu berpelat merah. Motor dinas pemerintah, yang pengendaranya seharusnya beri tambahan perumpamaan yang baik dan benar kepada masyarakat.
Melihat motor pelanggar gunakan pelat merah, warganet langsung menyemburkan kritik di tempat sosial. Ada yang menyebut tindakan selanjutnya sama saja mencoreng lembaga tempat dia bekerja.
“ Udah gunakan pelat merah, masuk busway, melakukan tindakan arogan... Sama saja mencoreng nama baik lembaga pemerintahan. Gimana harga dirimu yang buat perda terus Anda sendiri melanggar,” tulis @san_robana.

No comments:
Post a Comment