Miliarder Indonesia Sumbang Palestina Rp20 Miliar

www.pokerpantai.org
Seorang miliarder Indonesia menyumbangkan lebih kurang Rp20 miliar untuk menunjang pengungsi di Malaysia. Sumbangan berasal dari hartawan bernama Dato Sri Tahir itu disalurkan lewat yayasannya, Tahir Foundation.
Tahir mengimbuhkan dananya ke UNRWA yang merupakan badan PBB untuk pengungsi Palestina.
Kabar sumbangan selanjutnya dibenarkan Kementerian Luar Negeri, KBRI Yordania, dan Perwakilan UNRWA di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.
" Kami terlampau berterima kasih atas langkah tersebut. Apalagi, sumbangan ini diberikan waktu kami sedang mengalami defisit dana sesudah Presiden Donald Trump menghentikan pendanaan Amerika Serikat pada UNRWA," Abdi Aynte, Direktur Perencanaan UNRWA, usai mendengar langsung prinsip yang disampaikan Tahir.
Sementara itu, Dato Tahir berharap supaya dana sumbangannya disalurkan tepat sasaran. " Khususnya bagi pengungsi Palestina yang dikelola oleh UNRWA."
Pemberian donasi itu bakal ditunaikan dalam waktu dekat, sesudah Tahir Foundation selesaikan proses administrasi formal dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina.
Setelah proses administrasi selesai, donasi itu bakal ditransfer langsung berasal dari Tahir Foundation kepada UNRWA, untuk lantas disalurkan ke bermacam program yang dikelola oleh organisasi tersebut.
" Jika udah kami terima, donasi itu bakal disalurkan ke bermacam program UNRWA, meliputi kebugaran dan edukasi, ke bermacam titik pengungsi yang kami kelola di Timur Tengah," kata Abdi.
Dalam sebuah wawancara yang dimuat unhcr.org, Tahir mengaku udah tiga kali mendatangi Yordania dan menyaksikan korban pengungsian. Dalam lawatannya itu, orang terkaya Indonesia ini menyaksikan UNHCR, badan PBB untuk pengungsia, udah bekerja cukup baik.
" Saya pikir UNHCR, UNRWA dan sejumlah organisasi di bawah PBB, udah melakukan tuga dengan baik," katanya. www.pokerpantai.org
Selama ini, lanjutnya, donasi yang diberikannya dibikin tanpa obyek tertentu. Tahir mengaku hanya menghendaki share dengan orang-orang tak untungkan yang menjadi korban berasal dari perang dan ketidakstabilan politik.
Disinggung soal motivasinya menjadi seorang filantropi, Tahir mengaku belajar banyak berasal dari Bill Gates Foundation. Saat mendatangi yayasan punya Bll Gates di Seattle, Amerika Serikat, Tahir baru jelas kalau menjadi filantropi tak ada kaitannya dengan kewajiban share dengan sesama yang sesungguhnya udah diwajibkan pada umat beragama.
Menurut Tahir, menjadi filantropis adalah sebuah prinsip yang dibikin secara jelas pada diri sendiri. Sikap ini melibatkan keberlangsungan dan keberlanjutan.
" Jadi tidak terkait berasal dari mood ataupun keuntungan yang diperoleh perusahaan," ujar Tahir.

No comments:
Post a Comment