Israel Buldozer Rumah-Rumah Warga Palestina - PANTAIPOKER

Breaking

Wednesday, December 4, 2019

Israel Buldozer Rumah-Rumah Warga Palestina

Israel Buldozer Rumah-Rumah Warga Palestina

Israel Buldozer Rumah-Rumah Warga Palestina



http://www.pokerpantai.org/
Ratusan tentara Israel terasa menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Sur Baher bersama buldozer. Negeri Zionis itu melewatkan protes warga Palestina dan kritik dunia internasional.

Menurut warga Desa Wadi al Hummus, sebanyak 16 bangunan dan kira-kira 100 apartemen jadi obyek penghancuran. Pasukan Israel sudah buat persiapan diri bersama buldozer sejak dinihari.

" Beberapa keluarga diancam dapat dikubur kecuali tidak pindah atau bangun berasal dari rumahnya," kata Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dikutip berasal dari Al Jazeera, Senin 22 Juli 2019.

Militer Israel percaya bahwa rumah-rumah di dekat tembok perbatasan itu miliki ancaman serius.

Bulan lalu, Mahkamah Agung Israel membantu militer untuk mengakhiri pertempuran hukum tujuh tahun, dan memutuskan Senin sebagai batas waktu untuk merobohkan rumah-rumah.

Otoritas Palestina mengatakan, tindakan itu dapat jadi percontohan bagi kota-kota lain di sepanjang tembok perbatasan sepanjang kilometer di Tepi Barat.

Rob Matheson, jurnalis Al Jazeera, melaporkan bahwa aksi Israel di mulai kira-kira pukul 07:15 waktu setempat.

" Kami mendengar dentuman yang amat keras berkunjung berasal dari sebuah bangunan di sebelah daerah kami berada sekarang. Suara itu berasal berasal dari penggali mekanik besar yang merobek bagian atap bangunan yang hingga pagi ini kepada dua keluarga," kata Rob.

" Ayah berasal dari keliru satu keluarga sudah duduk di kursi di jalur lihat rumahnya terkoyak."

Matheson mengatakan, pasukan Israel sudah meratakan sebuah bangunan di sisi Tepi Barat. Israel termasuk menghancurkan 50 % rumah milik keluarga Palestina 10 di sisi Yerusalem Timur.

" Pada dini hari, disaat hari masih gelap, pasukan Israel bergerak ke rumah-rumah dan memindahkan keluarga penghuni. Mereka mempunyai keluarga itu pergi- kami mendengar teriakan demi teriakan. Dan di dalam dua jam, 50 % bangunan sudah dihancurkan. "

Pembongkaran itu menandai " hari yang amat suram dan menyedihkan" bagi warga Palestina.

Israel mengubah nama kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) bersama 'Trump Heights'.

Nama baru ini diresmikan sendiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di dalam seremonial perayaan, yang digelar di daerah yang diserobot Israel secara ilegal terhadap Minggu 16 Juni 2019 waktu setempat.

" Dataran Tinggi Golan adalah dan tetap dapat jadi bagian tak terpisahkan berasal dari negara dan tanah air kita," ujar Netanyahu di dalam pidatonya seperti dilaporan .

Penyematan nama baru ini diklaim sebagai bentuk penghargaan sehabis Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui kedaulatan Israel atas lokasi tersebut.

Netanyahu menyebut Trump sebagai rekan baik Israel dan menunjukkan Dataran Tinggi Golan di utara Israel sebagai aset penting dan strategis.

Kawasan pendudukan yang dapat bernama 'Ramat Trump', bahasa Ibrani untuk 'Trump Heights', bukanlah baru. Kawasan yang waktu ini dikenal bersama Bruchim ini miliki populasi kira-kira 10 orang di dalam 30 tahun terakhir.

Di hari yang sama, Trump menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Netanyahu. Ucapan tersebut dituangkan di dalam cuitan di account Twitternya.

" Terima kasih PM @netanyahu dan Negara Israel atas penghargaan besar ini!" cuit Trump.

Trump termasuk berpikiran pertolongan nama tersebut sebagai kado kembali tahun terindahnya. Pemilik Trump Tower ini merayakan kembali tahunnya terhadap Jumat pekan lalu.

" Saya tidak membayangkan hadiah kembali tahun yang lebih pas dan lebih indah," cuit Trump.

Israel menghendaki kawasan yang baru berganti nama ini langsung menampung gelombang penduduk.

Negara berbendera Bintang David ini merebut Golan berasal dari Suriah di dalam perang Timur Tengah terhadap 1967 dan mencaploknya terhadap 1981.

Masyarakat internasional mengecam cara pendudukan yang dijalankan Israel. Mereka menunjukkan cara itu ilegal dan bertentangan bersama hukum internasional.

Selama kunjungan Netanyahu ke Washington terhadap Maret lalu, cuma sepekan sebelum pemilihan lazim Israel, Trump mengubah drastis kebijakan AS.

Dia menandatangani perintah eksekutif, yang secara formal mengaku Dataran Tinggi Golan merupakan teritorial Israel.

Keputusan itu mendapat sambutan yang amat luas di Israel. Dubes AS untuk Israel, David Friedman, apalagi menunjukkan isu di Dataran Tinggi Golan lebih berasal dari sekadar kedaulatan permanen bagi Israel.

" Sejumlah hal jauh lebih penting bagi keamanan Israel dibandingkan kedaulatan permanen atas Dataran Tinggi Golan," kata Friedman.

Perjalanan hijrah menaruh segudang cerita. Tak jarang seseorang perlu mengalami perjalanan spiritual agar mampu mendekatkan diri bersama Tuhan.

Hal ini termasuk dirasakan aktris peran Chacha Frederica. Istri Dico Ganinduto itu mantap berhijrah sejak awal 2018. Proses hijrah tak hanya dilalui bersama mudah.

Chacha mengalami rentetan perihal yang mengakibatkan hati dan tubuhnya bergetar.

Tiga tahun lalu, di tanah Palestina. Wanita 29 tahun itu tak kuasa mencegah rasa takut. Nyalinya mendadak ciut waktu berhadapan bersama tentara Israel.

"Aku sempat sholat maghrib di Masjid Al-Aqsa. Pintu masuknya dijaga serupa tiga tentara yang megang automatic machine gun. Aku gemeteran, berupaya enggak buat eye contact," ungkap Chacha di acara launching Rejoice Hijab Perfection, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

Seusai laksanakan sholat, Chacha termasuk masih diliputi bersama kondisi yang tidak nyaman. Lampu masjid dan sekitarnya dimatikan sementara imam melantunkan salam.

"Balik ke hotel gelap-gelapan. Mereka sengaja buat kami tidak nyaman untuk sholat. Beda bersama di sini, kami gak ada alasan buat sholat kapanpun tanpa ada rasa was-was untuk ke masjid," ujarnya.

Selain Palestina, Chacha termasuk mengalami perihal yang kurang mengasyikkan disaat bertandang ke Madinah.

Kala itu, ia bersama sang mertua hendak berkeliling membeli alat sholat. Saat baju bagian lengannya sedikit terbuka, ia meraih tatapan yang tidak senonoh berasal dari sang penjual.

" Bajunya kesingkap sedikit, lengan bawah. Tiba-tiba mertuaku bisik-bisik ngasih kode kecuali tanganku kebuka. Aku lihat penjualnya, dan dia ngeliatinnya gitu banget. Orang di sana amat enggak biasa lihat tangan sekalipun, itu aurat," katanya.

Sejak waktu itu, ia merasakan betapa pentingnya bagi seorang wanita untuk menutup aurat. Chacha terasa terlindungi dan bersyukur bersama ada hijab.

Setelah memutuskan untuk berhijab, ia apalagi berkenan disaat tidak mendapat bonus berasal dari pekerjaannya.http://www.pokerpantai.org/

" Tantangan waktu awal berhijrah itu kontrak kerja. Aku jalani sesuai kontrak, tetapi aku tetap berhijab. Namun tentu saja gara-gara mengecewakan merek (dengan berhijab), aku gak mampu reward," ujar pesinetron 'Rahasia Hati'.

Kini, Chacha tambah mantap di dalam menjalani sistem hijrahnya. Kendati demikian, Chacha Frederica masih terasa miliki banyak kesalahan.

" Emang aku sebaik itu? Enggak lho, aku termasuk miliki aib, tetapi alhamdulillah Allah tutupin. Karena Allah tutupin, aku perlu memperbaikinya. Aku perlu waktu studi untuk mengembangkan diri sendiri, masih banyak yang perlu dibenerin," imbuhnya.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...