Buntut Penghargaan Colosseum, Anies Copot Plt Kadis Pariwisata

http://www.pokerpantai.org/
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menyebut jajaran pegawai Dinas Pariwasata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang terlibat penghargaan diskotek Colosseum dibebastugaskan sementara.
" Jajaran yang terlibat selagi dibebaskan tugas sepanjang kontrol berjalan. Jadi ini harus nyata-nyata lebih cermat lagi," kata Saefullah, dilaporkan , Selasa, 17 Desember 2019.
Saefullah mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah meninjau penghargaan ini. Dia menyebut, peninjauan mengenai prosedur dan penilaian pada 155 nominasi di dalam penghargaan Adikarya Wisata 2019.
" Hari ini (Senin, 16/12) Pak Gubernur sudah memerintahkan inspektorat supaya memeriksa jajaran yang terlibat di dalam proses penilaian," ucap dia.
Dia menyatakan, seandainya jajaran berikut lalai, sanksi dapat diberlakukan cocok ketentuan yang ada.
Pemprov DKI Jakarta sudah memilih Colosseum sebagai pemenang kategori diskotek di dalam acara Anugerah Adikarya Wisata 2019. Acara ini digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Jumat, 6 Desember 2019.
Dalam acara ini, sebanyak 155 nominasi dari 31 kategori berkompetisi di dalam ajang penghargaan untuk para pelaku usaha dan pendukung usaha pariwisata di DKI Jakarta.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Alberto Ali mengatakan, ada tiga perihal yang dinilai atas kemenangan Colosseum.
" Ada 3 perihal yang diatur dedikasinya, kinerja perusahaan, lantas kontribusi pada pariwisata Jakarta, ada tim yang itu semua," kata Ali.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada akhirnya mencabut penghargaan Adikarya Wisata yang diberikan ke diskotek Colosseum. Pencabutan dijalankan setelah mendalami kontrol Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta.
" Berdasarkan fakta berikut maka bantuan Adikarya Wisata 2019 kepada Colosseum dibatalkan," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, Senin 16 Desember 2019.
Menurut Saefullah, ada indikasi tim penilaian tak cermat. Colosseum diakui tak patut mendapat penghargaan tersebut.
Atas insiden tersebut, tambah Saefullah, Gubernur Anies Baswedan memerintahkan inspektorat lakukan kontrol pada tim penilai.
Saefullah mengatakan, seandainya di dalam proses penilaian berjalan kelalaian, tim dapat dicopot selagi dari jabatannya.
" Jajaran yang terlibat selagi dinonaktifkan sepanjang pemeriksaan," kata dia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum. Penghargaan itu dianugerahkan lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta pada 6 Desember 2019 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI Alberto Ali menyatakan Colosseum Jakarta merupakan pemenang di dalam kategori hiburan dan area rekreasi kategori kelab malam dan diskotek.
" Ada 31 kategori bukan hanya itu, salah satunya diskotek, dari 31 (kategori) diskotek itu yang menang Colosseum," kata Alberto, dibuka dari Liputan6.com, Senin, 16 Desember 2019.
Dia menyebut ada tiga aspek yang menyebabkan Colosseum mendapat penghargaan. Diantaranya dedikasi, kinerja perusahaan , dan kontribusi pada pariwisata.
Alberto menyebut diskotek merupakan anggota pariwisata yang pengawasannya diatur di dalam undang-undang, yaitu di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 berkenaan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.
Bila melanggar peraturan kata dia, usaha berikut mampu diberikan sanksi hingga ditutup izin usahanya.
" Kalau tiga perihal yang dilanggar narkotika, perjudian sama prostitusi itu kita sarankan untuk dicopot izin," ucap dia.
Penghargaan itu segera mendapat penolakan dari Front Pembela Islam (FPI). Juru Bicara FPI, Slamet Maarif mengatakan, tidak ada alasan yang mampu diterima atas bantuan penghargaan pada diskotek Pemprov DKI Jakarta.
" Apa pun alasannya diskotek tidak boleh diberikan penghargaan," kata Slamet.
Slamet menjelaskan lembaganya dapat tabayyun atau mengkonfirmasi segera kebenaran penghargaan itu pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. " Kita dapat tabayyun ke Gubernur," ucap dia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif, Wishnutama Kusubandio kesal bersama birokrasi yang berbelit. Kekesalan itu dia sampaikan selagi berdiskusi Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
" Dari tempo hari saya agak emosi bersama birokrasi, jadi seluruh tuh kaya gitulah, ngerti kan ya," kata Wishutama, Kamis, 7 November 2019.
Dilaporkan , Wishutama juga mempersoalkan sejumlah perihal di birokrasi Indonesia yang mempunyai kesan formal. Padahal, kata dia, bersama tipe yang santai, pikiran santai mampu lebih terbuka.
" Pengen santai aja kayanya ribet banget, padahal terkecuali kita bersama santai tuh rasanya pikiran kita lebih terbuka, lebih mampu open minded, mampu lebih mendengar, mampu lebih cair," ucap dia.
Wishutama lantas bercanda berkenaan busana resmi yang dipakainya selagi bersua para awak media di acara itu. " Sebenarnya begini aja rada-rada tegang konsisten terang aja, terkecuali menggunakan kaos mungkin saya lebih asyik," kata dia berseloroh. http://www.pokerpantai.org/
Selain kekakuan, Wishutama juga bercerita berkenaan tipe arsitektur kantornya yang serba modern.
" Saya pertama kali jadi menteri sertijab, masuk lobinya saja besi-besi semua, gedung Sapta Pesona itu, saya bilang ini pariwisata atau apa? kayak diskotek," ujar dia.
Wishutama justru iri bersama kantor Kementerian PUPR yang desainnya asri. Wisnutama menjadi nyaman selagi singgah ke kantor Basuki Hadimuljono tersebut.
" Saya tambah konsisten terang saja jealous (iri) bersama menteri PUPR, halamannya asri, terlalu masuk di dalam lokasi kantor PUPR sejuk banget, tentram," ucap dia.

No comments:
Post a Comment