Panik Dikejar Pemilik, Pencuri Motor Nyasar ke Markas TNI - PANTAIPOKER

Breaking

Sunday, November 10, 2019

Panik Dikejar Pemilik, Pencuri Motor Nyasar ke Markas TNI

Panik Dikejar Pemilik, Pencuri Motor Nyasar ke Markas TNI

Panik Dikejar Pemilik, Pencuri Motor Nyasar ke Markas TNI



www.pokerpantai.org
Kena batunya. Kalimat itu patut disandangkan ke dua pencuri motor di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dua pencuri sepeda motor itu tertangkap di Markas TNI AL di Batuporon.

Kisah ini bermula ketika Bambang Wuryanto masuk ke tokonya di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal. Usai memarkir sepeda motor, Bambang meninggalkan kunci motor terkait di tempatnya.

Yusuf dan Nur Hariyanto melirik peluang emas itu. Mereka menyusun rancangan ke toko milik Bambang untuk belanja rokok, sekaligus menggasak motor tersebut.

Rokok rampung dibeli. Yusuf langsung menaiki sepeda motor Honda Vario milik Bambang. Yusuf langsung tancap gas ke arah selatan. Bambang mengejar pencuri itu bersama sepeda motor pinjaman.

Yusuf, dan Nur Hariyanto yang mengfungsikan sepeda motor lain terus bergerak menuju selatan. Meski tak kenal medan, mereka memasuki lokasi bersama keliru satu bangunan bertuliskan, Lupakan apa yang Anda lihat.

Wilayah itu sejatinya kompleks gudang senjata TNI. Tidak tersedia jalan lain di lokasi itu.

Salah satu pilihan yaitu memutar balik. Tapi, prakiraan Yusuf dan Nur, mereka was-was diadang Bambang. Duo pencuri itu terus melaju sampai masuk ke kompleks TNI.

Di sanalah kisah pelarian Yusuf dan Nur berakhir. Dari foto yang beredar, muka dua pemuda asal Desa Tambin, Kecamatan Tragah itu kusut.

" Mereka sekarang ditahan di Polsek Kamal," kata Kabag Humas Polres Bangkalan, AKP Suyitno, Senin, 4 November 2019.

Peristiwa pencurian tak tetap seram dan mengerikan. Tanpa mengesampingkan rasa kesal si korban, tersedia juga lebih dari satu cerita aksi para maling yang lucu dan mengundang gelak tawa.

Salah satunya layaknya dialami seorang pemuda di Kota di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pemuda itu menjual motor curian kepada seorang mahasiwa yang merupakan pemilik asli motor tersebut.

Melansir liputan6.com, diketahui bahwa pemuda itu bernama Rian. Ia masuk jebakan pemilik asli motor berikut usai menjualnya di web site jejaring sosial Facebook.

" Rian kami amankan sementara menunggu pemilik motor, yaitu Andika di Jembatan Musi IV. Rian mengaku motor berikut dibeli berasal dari pencuri bernama Iyan yang juga rekannya," ujar Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Yenni Diarty.

Kronologi tertangkapnya Rian bermula sementara ia dan rekannya, Iyan, menjual motor hasil curiannya di laman facebook bersama account bernama 'Kandang Black' milik Iyan.

Tanpa disadari ternyata motor itu dikenali oleh pemilik aslinya yaitu Andika.

Andika percaya bahwa sepeda motor itu merupakan miliknya yang hilang lantaran tanda-tanda velg dan tabung shock belakang yang sangat ia kenal.

Mengetahui motor itu dapat dijual si maling, Andika merasa merancang strategi untuk menjebaknya.

Andika berpura-pura inginkan belanja anggota velg berasal dari motor tersebut. Ia pun menghubungi Rian dan menyebabkan janji bertemu untuk bertransaksi.

Sebelum itu, Andika melapor ke Polsek Seberangi Ulu II lebih-lebih untuk menangkap Rian.

Tanpa banyak perlawanan, Rian kelanjutannya dibekuk polisi sementara sedang menunggu Andika di atas Jembatan Musi IV Palembang.

Dari tangannya polisi mengamankan bukti satu unit sepeda motor Honda Vario 150 cc warna cokelat.

Menurut pengakuan Rian, ia mendapat sepeda motor itu berasal dari rekannya Iyan dan bermaksud menjualnya kembali. Ia juga membantah terlibat persoalan pencurian sepeda motor milik Andika.

Ia bertemu Andika bersama kemauan menjual Velg seharga Rp 500.000. Polisi sendiri tetap mendalami info Rian.

Sementara korban pencurian, Andika, mengatakan bahwa motornya berikut hilang terhadap Minggu dini hari 20 Oktober 2019 sementara parkir di depan tempat tinggal indekosnya di Jalan Ahmad Yani Lorong Arohim, Kecamatan Seberang Ulu II.

" Pukul 21.00 WIB saya ke minimarket bersama jalan kaki, ketika pulang motor tetap tersedia lantas saya masuk ke kosan untuk main game sampai tertidur, lantas sementara saya bangun pukul 07.00 WIB motor sudah tidak tersedia lagi," mengetahui Andika yang merupakan mahasiswa keliru satu perguruan tinggi swasta di Kota Palembang.

Andika merasa menguntungkan gara-gara bisa menemukan motornya ulang lewat Facebook, sementara otak pelaku pencurian, Iyan, sementara ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menurut pengakuan Rian, ia mendapat sepeda motor itu berasal dari rekannya Iyan dan bermaksud menjualnya kembali. Ia juga membantah terlibat persoalan pencurian sepeda motor milik Andika.

Ia bertemu Andika bersama kemauan menjual Velg seharga Rp 500.000. Polisi sendiri tetap mendalami info Rian.  www.pokerpantai.org

Sementara korban pencurian, Andika, mengatakan bahwa motornya berikut hilang terhadap Minggu dini hari 20 Oktober 2019 sementara parkir di depan tempat tinggal indekosnya di Jalan Ahmad Yani Lorong Arohim, Kecamatan Seberang Ulu II.

" Pukul 21.00 WIB saya ke minimarket bersama jalan kaki, ketika pulang motor tetap tersedia lantas saya masuk ke kosan untuk main game sampai tertidur, lantas sementara saya bangun pukul 07.00 WIB motor sudah tidak tersedia lagi," mengetahui Andika yang merupakan mahasiswa keliru satu perguruan tinggi swasta di Kota Palembang.

Andika merasa menguntungkan gara-gara bisa menemukan motornya ulang lewat Facebook, sementara otak pelaku pencurian, Iyan, sementara ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...