Cuma Mampu Beli Kuah, Kisah Ayah Tawar Jajanan Favorit Putrinya Ini Bikin Nangis

http://www.pokerpantai.org/
Pengorbanan orang tua tidak dapat kemungkinan sanggup dihitung oleh anak-anaknya. Ayah dan ibu dapat melakukan dan menambahkan apapun demi kebahagian buah hatinya.
Namun kebaikan hati orang tua itu kerap kali tak disadari anak. Mereka senantiasa menghendaki kemampuannya dituruti.
Anak-anak kerap kali, apalagi tidak mau, tahu bersama situasi orang tua.
Seperti kisah ayah berasal dari Malaysia yang senang antre demi menuruti hasrat putrinya.
Kisah mengharukan sekaligus mengesalkan ini diceritakan ulang lewat Twitter Nolly Nurlida.
Saat tengah makan Oden, Nurlida teringat disaat dia tengah mengantre untuk membayar es krim yang dibelinya di sebuah mini market.
Waktu itu, seorang ayah bertanya ke kasir mengenai harga Oden. Rupanya ayah selanjutnya bermaksud membelikan Oden untuk putrinya.
Bagi yang senang masakan Jepang, pasti mengenal Oden. Di Jepang, makanan ditusuk layaknya sate bersama kuah ini dijual ala jajanan kaki lima.
Jajanan ini terlalu digemari remaja zaman sekarang. Tapi tidak semua orang untung menikmati makanan ini.
Ternyata, ayah selanjutnya tidak sanggup membeli Oden. Karena itu dia bertanya apa boleh membeli kuahnya saja.
" Dik, boleh tidak jika aku membeli kuahnya saja?" tanya ayah itu.
Dengan mimik serba salah, kasir menjawab, " Emm tidak boleh, Pak."
Yang antre di belakang ayah itu saling memandang. Sementara Nurlida berada tepat di samping ayah itu.
Nurlida lihat ayah itu mempunyai kantong plastik. Mungkin ayah itu baru membeli sembako berasal dari toko kelontong.
Bapak itu kemudian bertanya ulang kepada kasir mengenai harga lebih dari satu makanan yang tersedia di mini market itu.
Sesekali ayah itu mengakses dompet, dan menghitung duwit yang tersisa di dalamnya.
Rupanya, duwit ayah itu tidak lumayan untuk membeli makanan yang ada.
Nurlida merasa terharu lihat ayah itu yang berupaya menyenangkan putrinya.
Saat ayah itu menyebutkan cuma punya duwit 3 ringgit, tiba-tiba putrinya bersuara berasal dari belakang.
" Hish.. sudah la," kata gadis yang ditaksir berusia 15 tahunan.
Gadis itu mengentakan-entakan kakinya sambil bersungut. Dia kemudian muncul mini market meninggalkan bapaknya sendirian.
Bapak itu cuma sanggup diam. Dia kemudian menghendaki maaf kepada kasir.
" Maaf, Dik, putri aku menghendaki makan kue ini," katanya sambil menunjuk Oden. Mukanya terlalu masygul.
Nurlida lihat orang-orang yang antre kala itu tidak cuma merasa kasihan terhadap ayah itu.
Mereka juga merasa geram bersama tingkah laku putri ayah itu yang tidak tahu diri.
Saat itu Nurlida tidak punya duwit untuk menunjang ayah itu membeli Oden bikin putrinya.
Tapi tiba-tiba tersedia seorang perempuan yang memotong antrean di depan ayah itu dan membeli Oden.
Nurlida mengira perempuan itu jengkel karena antrean jadi lama karena ayah itu. Namun ternyata dugaannya salah. Perempuan itu tambah menolongnya.
Perempuan itu menambahkan Oden yang baru dibelinya kepada ayah tersebut.
" Bang, ini ambil. Saya belikan untuk anak abang," katanya. http://www.pokerpantai.org/
Bapak itu cuma diam bersama kepala menunduk. Nurlida sanggup lihat ayah itu tengah menitikkan air mata.
Orang-orang yang antre pun turut diam. Mereka merasa kasihan dan terharu bersama ayah itu, namun geram bersama putrinya.
Nurlida pun menghendaki supaya anak-anak senantiasa baik hati dan merawat sikap kepada orang tua.
" Janganlah tingkatkan beban atau sebabkan sedih mereka. Buat mereka senantiasa senang meskipun sekecil apa pun," pungkas Nurlida.

No comments:
Post a Comment