Biar Cepat Antar Makanan, Wanita Ini Terjun dari Tebing

http://www.pokerpantai.org/
Seorang perempuan bernama Wan Tiandi menjadikan bungee jumping sebagai aktivitas harian.
Aksi Wan melompat dari tebing di pinggiran kota Chingqing, China, untuk mengantar makanan para koleganya. Dengan lompatan itu dia mampu memangkas kala tempuh.
Wan mengatakan, dia mampu mengantar makanan itu bersama dengan mobil. Tapi, perjalanan menuruni bukit dapat memakan kala sepanjang 30 menit.
Dengan memanfaatkan bungee jumping, dia mampu mengambil makanan bersama dengan durasi dua menit saja.
Wan bekerja di anggota logistik Taman Wansheng Dream Ordovician. Pekerjaan utamanya yakni mengantarkan makan siang untuk 200 pekerja.
Para pekerja itu banyak yang berada di anggota bawah gunung. Akses bersama dengan mobil dapat mengakibatkan makanan jadi dingin dan tak kembali nikmat.
Ide memanfaatkan bungee jumping itu terlihat sekitar setahun lalu. Aksi Wan melompati bukit itu telah jadi perbincangan di tempat sosial China.
Pemerintah China tetap menyelesaikan pembangunan Hui Culture Park. Pada 2020 nanti, situs ini digadang-gadang sebagai kota Islam terbesar di dunia yang ada di China.
Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid, menyebutkan pembangunan Hui Culture Park menghabiskan cost US$3,5 miliar, setara Rp45 triliun. Proyek ini berada di atas lahan seluas 67 hektare di Yongning, Yinchuan, dan dirancang sebagai Jembatan Peradaban China dan Arab.
" Tidak mengherankan jika di daerah ini banyak ditemui transliterasi China ke tulisan Arab," kata Imron, dikutip dari NU Online.
Nama Hui disita dari etnis di China yang memeluk Islam. Mereka tinggal di kawasan barat utara dan telah mobilisasi akulturasi pada Islam bersama dengan budaya China.
Menurut Imron, terkandung tokoh Hui yang aktif membangun komunikasi pada Muslim China bersama dengan Indonesia di jaman Presiden Soekarno. Dia adalah Dapusheng.
Nantinya, Hui Culture Park dapat mempunyai sejumlah masjid bersama dengan arsitektur serupa Taj Mahal maupun Timur Tengah. Kota Islam ini termasuk dilengkapi museum, taman-taman raksasa, sarana pameran dan juga restoran halal.
Hui Culture Park merupakan satu dari sekian bentuk perhatian pemerintah China terhadap pengembangan Islam. Selain itu, China termasuk memasukkan agenda perbaikan sarana haji dalam Rencana Aksi Pemerintah 2016-2020.
" Salah satu anggota dalam yang Rencana Aksi tersebut secara eksplisit menyebut perbaikan pelayanan haji. Improving organization plus services for the Islamic Hajj atau Meningkatkan kapabilitas organisasi dan sarana untuk ibadah haji umat Islam," kata Imron.
Dikenal sebagai negara komunis, rupanya China termasuk banyak mengirimkan jemaah haji tiap-tiap tahunnya. Pada 2016 saja, kata Imron, ada 14.500 Muslim China melakukan ibadah haji.
Wakil Ketua PCINU Tiongkok, Waki Ats Tsaqofi, menyebutkan Islam merupakan agama bersama dengan jumlah pemeluk umur di bawah 30 tahun terbanyak di China. Hal itu berdasarkan hasil survei National Survey Research Center (NSRC) of the School of Philosophy, Renman University tahun 2015.
Survei tersebut melibatkan responden dari 4.382 situs keagamaan meliputi masjid, kuil, gereja, dan lainnya. Situs tersebut tersebar di 31 wilayah di China.
" Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin, mampu di terima oleh kalangan muda yang notabene merupakan kalangan yang lebih kritis dan lebih pilih segala suatu hal cocok bersama dengan keinginan hati," kata Waki.
China mengembangkan chip berbasis kecerdasan manusia. Chip bernama Brain-Computer Interface (BCI) yang dibubuhi aplikasi Brain Talker itu dikenalkan terhadap World Intellegence Congress, di Tianjin, China.
Menurut laman Xinhua, BCI merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengontrol computer atau perangkat elektronik lainnya memanfaatkan gelombang otak. Sistem ini memotong instruksi yang umumnya dilakukan bersama dengan gerakan atau instruksi lisan.
Brain Talker dirancang spesifik untuk men-decode informasi gelombang otak. Alat ini mampu menukar perangkat computer tradisional gara-gara ukurannya yang lebih mudah dipindahkan, presisi dalam decoding, efisiensi tinggi dalam komputasi, dan kapabilitas komunikasi yang lebih cepat.
Direktur Akademi Teknik Medis dan Kedokteran Translasional di Universitas Tianjin, Ming Dong, mengatakan, chip tersebut mampu mengidentifikasi informasi neuron minor yang dikirim oleh gelombang otak dari korteks serebral. Secara efisien, chip ini mampu men-decode informasi dan amat mempercepat kecepatan komunikasi pada otak dan mesin.
" Brain Talker mengakibatkan teknologi BCI lebih menjanjikan untuk pemakaian sipil gara-gara chipnya lebih portabel, mampu dipakai dan lebih sederhana," kata http://www.pokerpantai.org/.
Brain Talker dikembangkan oleh Universitas Tianjin dan China Electronics Corporation bersama dengan hak kekayaan intelektual seluruhnya independen.
Seorang ilmuwan knowledge dari China Electronics Corporation, Cheng Longlong, mengatakan, para ilmuwan dapat mengupayakan untuk meningkatkan kinerja chip untuk pemakaian yang lebih luas di bidang perawatan medis, pendidikan, kehidupan rumah dan game di jaman depan.

No comments:
Post a Comment