4.500 Mobil Sport Iringi Pemakaman Remaja 14 Tahun

www.pokerpantai.org
Ribuan mobil sport menjadi pengiring pemakaman Alec Ingram. Iring-iringan bersama dengan sport car menjadi permintaan paling akhir pengidap kanker tulang asal Washington, Amerika Serikat, tersebut.
Alec mengidap osteosarcoma, style kanker tulang yang langka, sejak 2015. Setelah bertahun-tahun lakukan pengobatan, dia meninggal pada 7 November 2019, waktu berusia 14 tahun.
Permintaan terakhirnya lumayan unik. Alec menginginkan prosesi pemakamannya melibatkan sport car. Keluarga Alec memberitakan permintaan pria cilik ini di internet.
Pengumuman itu di terima oleh komunitas Sydney’s Soldiers Always. Berkat komunitas ini, tersedia 4.500 pemilik sport car dari seluruh dunia bersedia menjadi relawan pemakaman Alec.
“ Alec adalah anak kecil yang kami temui. Semua keluarga yang punyai bagian pengidap kanker mengerti hal itu dan saling memahami,” kata Head of Sydney’s Soldiers Always, Dana Manley, dikutip dari The Drive, Rabu 20 November 2019.
Manley berusaha untuk mengumpulkan relawan sebanyak mungkin. Beragam mobil sport, seperti Dodge Challengers, Jeep Wranglers, dan Chevrolet Camaro membuntuti limusin Chevrolet Camaro. Mobil limusin ini menjadi “ pemimpin” pemakaman Alec.
Ada beraneka wasiat yang diamanatkan seseorang sebelum saat meninggal. Seperti dijalankan oleh Mbah Suparni, warga Desa Cokrowati, Blora, Jawa Tengah. Dia berpesan dimakamkan bersama dengan diantar mengfungsikan sepeda kayuh atau ontel.
Foto prosesi mengantar jenazah Mbah Suparni menjadi viral di sarana sosial pada Senin 18 November 2019. Bukan dipikul atau dinaikkan ambulans, dalam foto itu keluar jenazah Mbah Suparni dibawa bersama dengan sepeda ontel yang dituntun. Para pelayat mengiring di belakang.
" Wasiat itu disampaikan ke keponakannya yang bernama Murtando, almarhumah Mbah Suparmi pernah menghendaki yang mengantarkan jenazahnya," kata Kepala Desa Cokrowati, Edi Sutrisno, Selasa 19 November 2019.
Para kerabat pada akhirnya mengambil keputusan mencukupi wasiat tersebut. Jenazah almarhumah Mbah Suparni diantar menuju pemakaman umum desa setempat yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Ratusan pelayat mengiringi pengantaran jenazah ke pemakaman.
Suparni meninggal lantaran sakit. Semasa hidupnya dia tinggal bersama dengan anaknya.
Prosesi pengantaran jenazah Mbah Suparni sempat menjadi tontotan warga gara-gara baru kali ini orang meninggal dunia diantar mengfungsikan sepeda onthel.
Kondisi Eva Angelia Batti, 2,3 tahun, ditemukan bersama dengan keadaan yang tak layak. Eva ditemukan bertahan hidup bersama dengan jasad ibunya, Marni, yang sudah mengeluarkan bau tak sedap.
Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin mengatakan, laporan awal kasus ini ditemukan ketika
ibu kos di sebelah kamar korban yang mencium aroma tak enak yang begitu menyengat. Ibu kos tersebut sesudah itu melapor ke ketua RT dan diteruskan ke bagian Bhabinkamtibmas dan Polsek.
" Saya sampaikan ke bagian cobalah cek kembali gara-gara di dekat kos itu tersedia penjaja kambing. Tapi waktu bagian terhubung jendela kaca, aroma itu segera menyeruak keluar," kata Arifuddin, diakses dari , Selasa, 29 Oktober 2019.
" Pintu yang terkunci dari dalam sesudah itu diakses dan ditemukanlah mayat korban bersama dengan posisi setengah kakinya di dalam kamar mandi. Di segi mayat yang sudah busuk dan membengkak itu tersedia balitanya," ujar dia.
Saat ini, Eva mendapat perawatan di RS Bhayangkara, Kombes Pol Dr Farid Amansyah mengatakan, balita tersebut dalam keadaan sehat.
" Selain di bawah pengawasan dokter anak dan psikiatri RS Bhayangkara untuk trauma healing-nya pasca kejadian, terhitung tersedia bapaknya dan dua kakaknya yang menemani membuat sembuh traumanya," kata Farid.
Angelia merupakan putri bagian Yonif Linud 433 Sambueja, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dia merupakan anak terakhir.
Selama ini, Eva tinggal bersama dengan ibunya di kos-kosan. Sementara itu, dua kakak laki-lakinya yang duduk di bangku SMP dan SD tinggal bersama dengan bapaknya.
Meninggalnya orang yang kami cintai tentu meninggalkan rasa sedih mendalam. Apalagi yang sudah tiada itu orang tua, ataupun anak sendiri.
Itu pula yang dirasakan Hernandez dan istrinya. Suami istri asal Meksikoitu kehilangan bayi tercintanya sebagian minggu lalu. www.pokerpantai.org
Bayi mereka lahir pada 9 Agustus 2019 di Ocosingo, negara bagian Chiapas, Meksiko selatan. Tapi, keadaan bayi pasangan ini memburuk dan kudu mendapat perawatan di ruang kritis darurat.
Karena kondisinya makin menurun, bayi tersebut dirujuk ke rumah sakit umum di Palenque. Keesokan harinya, bayi tersebut dikabarkan meninggal dunia bersama dengan tidak mengatakan penyebabnya.
Pihak rumah sakit sesudah itu mengurus jenazah bayi malang itu. Pihak keluarga sesudah itu membawa jasad bayi tersebut yang sudah dimasukkan ke dalam peti berwarna putih.
Sesampainya di rumah dan terhubung peti, mereka terkejut gara-gara peti tersebut berisi sampah plastik dan tisu. Sementara jasad bayi malang itu tidak ada.
Pihak keluarga kembali ke rumah sakit untuk menanyakan ke mana jasad bayi mereka. Selang sebagian jam, dokter sesudah itu menambahkan jenazah bayi. Namun, pihak keluarga menampik jika bayi itu adalah anak mereka.
Menanggapi kasus ini, Departemen Kesehatan mengaku sedang menyelidiki tekait tersedia tidaknya penyimpangan.

No comments:
Post a Comment