Saat Relawan Buddha Atur Jalan Agar Muslim Bisa Nyaman Sholat Id

http://www.pokerpantai.org/ -Sekelompok pria tengah menyesuaikan jalan menginspirasi warga Singapura. Mereka memberi aba-aba kepada pengguna jalan untuk berbelok arah agar tidak melintas di depan masjid yang tengah menggelar Sholat Id.
Yang membanggakan, para pria tersebut rupanya adalah relawan pemeluk Buddha. Mereka membantu pengelola masjid untuk menutup jalan.
Saat Idul Adha 1440 Hijriah tempo hari yang jatuh pada Minggu, 11 Agustus 2019, umat Buddha Singapura turut membantu menutup jalan. Ini agar umat Islam dapat melakukan Sholat Id di Masjid Abdul Razak di Eunos bersama dengan tenang dan nyaman.
Sekretaris Masjid Abdul Razak, Syed Salleh, mengatakan, penutupan jalan tersebut dilaksanakan karena masjid tidak dapat menampung jumlah jemaah yang berlebih. Alhasil, sebagian jemaah sholat di badan jalan.
" Ada lebih banyak jemaat mampir ke Abdul Razak Moqsue berasal dari tahun ke tahun dan sebagian berasal dari mereka tidak dapat memasuki masjid," ujar Salleh Rabu 14 Agustus 2019.
Penutupan jalan sempat menjadi perbincangan pada pertemuan Lingkaran Antar Agama dan Rasial (KCC) Kembangan-Chai Chee. Tapi, grup Buddha Shinnyo-en menawarkan diri menjadi sukarelawan menyesuaikan jalan selama umat Islam Sholat Id.
" Kami benar-benar senang. Tidak terpikir oleh kami bahwa orang-orang berasal dari ras lain dapat bersedia untuk membantu," kata Salleh.
Manajer Shinnyo-en, Ms Tan Pia Tiang mengatakan, Singapura merupakan negara bersama dengan keberagaman. Sudah semestinya umat antar agama saling membantu satu mirip lain.
" Kami menyadari betapa ini mutlak bagi teman-teman Muslim kami dan ingin menjadi sukarelawan," ucap dia.
Ia berharap, sikap saling membantu antar umat beragama ini konsisten berjalan hingga kapanpun.
Perayaan Idul Adha di Masjid Istiqlal kali ini mungkin tidak serupa berasal dari tahun-tahun sebelumnya. Ada potret toleransi penuh damai antara umat Islam dan Katolik di jantung Ibu Kota Jakarta pada Minggu, 11 Agustus 2019.
Untuk menambahkan penghormatan kepada umat Islam yang melakukan Sholat Id di Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta meniadakan satu misa pagi. Selain itu, juga menunda pelaksanaan misa selanjutnya.
" Misa Minggu pagi biasa diadakan 3 kali pada pagi dan siang hari, yakni pukul 06.00, pukul 08.00, dan pukul 10.30, diubah menjadi hanya pukul 10.00 dan 12.00. Yang sore senantiasa layaknya biasa," ujar Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie.
Dalam laman resminya Katedral Jakarta mengumumkan peniadaan misa pagi agar jemaah Sholat Ied di Masjid Istiqlal dapat mengfungsikan lahan kira-kira gereja untuk daerah parkir. Sebab, lahan parkir Masjid Istiqlal terbatas karena tengah dalam step renovasi.
Selain itu, peniadaan misa pagi juga mempunyai tujuan untuk menghindari kemacetan di daerah Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Karena dipastikan jalanan di antara dua daerah ibadah ini dapat padat jikalau ibadah misa pagi senantiasa digelar bersamaan bersama dengan Sholat Ied.
Ustaz Yusuf Mansur didaulat menjadi khatib Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengasuh PPPA Daarul Quran ini dapat memberikan khutbah usai Sholat Ied pada Minggu pagi, 11 Agustus 2019.
" Iya betul 100 persen, Ustaz Yusuf Mansur menjadi khatib Idul Adha di Istiqlal," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul kepada Dream, Jumat 9 Agustus 2019.
Abu Hurairah menyatakan tema yang diangkat Ustaz Yusuf dalam khutbahnya mengenai kurban dan kesejahteraan.
" Tema khutbahnya, Spirit Berkurban untuk Kesejahteraan Umat," ucap dia.
Sementara, Imam Sholat Ied di Masjid Istiqlal nantinya adalah Tuan Guru Ahmad Husni Ismail.
" Beliau (Tuan Guru Ahmad Husni Ismail) itu imam rawatib kami di Istiqlal," kata dia.
Lebih lanjut, Abu Hurairah belum dapat menegaskan apakah Presiden Joko Widodo dapat Sholat Ied di Masjid Istiqlal atau tidak. Dia mengaku belum memperoleh Info apa pun berasal dari Istana Negara.
Tahap pemungutan nada Pemilu 2019 udah berakhir pada 17 April lalu. Memasuki era perhitungan suara, ketegangan antar dua kubu pendukung Capres-Cawapres masih belum surut sepenuhnya.
Masih banyak dijumpai serangan kata-kata kasar di sarana sosial hanya karena tidak serupa pilihan Capres.
Salah satunya dialami Ustaz Yusuf Mansur yang mendapat komentar pedas sementara mengunggah video di akun Instagramnya.
Kala itu Ustaz YM, sapaan tenarnya, tengah membagikan video putrinya tengah makan ketoprak.
Namun unggahan tersebut mendapat komentar memuat kata-kata menyakitkan berasal dari seorang waganet yang tak dikenalnya.
Sebentar kembali umat Muslim merayakan Idul Adha. Biasanya masyarakat kebagian daging kurban, menjadi sapi hingga kambing.
Di tengah rasa gembira bersama dengan aneka masakan daging yang lezat, tersimpan kekhawatiran. Bila terlepas pengecekan dan melahap semua olahan daging, bisa-bisa kolesterol naik. Berat badan bertambah.
Agar kolesterol tidak naik drastis, simaklah pesan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, tersebut ini. Kita wajib mengkaji keseimbangan nutrisi yang dikonsumsi tiap tiap hari.
" Tetap mengkaji gizi seimbang bersama dengan langkah 'isi piringku'. Saya juga bahagia makan, tetapi kira-kiralah. Masak berkenan makan satu kambing bulat-bulat. Dimakan secukupnya, kan hanya mata dan rasa habis itu hilang," kata Nila di Gedung Sujudi, Jakarta Selatan, Rabu 7 Agustus 2019. http://www.pokerpantai.org/
Cara 'isi piringku' yang dimaksud adalah membagi piring menjadi empat bagian, yakni lauk pauk, buah-buahan, karbohidrat, dan sayuran. Selain menyuarakan langkah tersebut, Nila juga merekomendasikan masyarakat untuk menegaskan hewan kurban bebas berasal dari penyakit.
" Dan tolong masyarakat potong kambing kan udah dibagi-bagi, jangan satu sapi ditelan sendiri. Itu pesan saya," tutur Nila.

No comments:
Post a Comment