Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini - PANTAIPOKER

Breaking

Saturday, October 19, 2019

Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini

Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini

Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini




www.pokerpantai.org -Keceriaan terlihat memahami di wajah Haki. Kakek asal Kota Malang, Jawa Timur, ini sebenarnya sedang dilanda kebahagiaan.

Impiannya berangkat haji selanjutnya terwujud, meski usianya telah senja.

Haki dapat berangkat ke Tanah Suci dengan istrinya, Satuni, 70 tahun. Kakek 92 tahun ini jadi jemaah haji tertua di dalam rombongan Kota Malang.

Sejumlah persiapan telah dilaksanakan Haki sebelum saat berangkat. Terutama soal kesiapan fisik mengingat usianya yang telah tidak kembali muda.

" Olahraga jalur kaki, minum vitamin dan madu, bawa obat-obatan dan minyak angin," kata Haki

Meski telah renta, ternyata Haki masih gesit. Dia masih mampu berjalan kaki sejauh empat kilometer, dari rumahnya di Jodipan Wetan Gang I menuju Pasar Besar.

Meski banyak angkutan umum, Haki mengaku lebih bahagia berjalan kaki setiap pergi ke pasar. Sekalian untuk berolahraga.

" Kalau istri sejak dua bulan lalu teratur jalan-jalan sampai ke Alun-alun," kata dia.

Haki berprofesi sebagai pedagang busana keliling dari pasar ke pasar. Dia telah berdagang sejak muda dan konsisten meniti profesi tersebut sampai saat ini.

Dulu, Haki berdagang dengan berganti dari satu pasar ke pasar lain, cocok hari pasaran. Berangkat dari tempat tinggal Subuh dan pulang Maghrib dengan jalur kaki.

Area jualannya terlampau luas. Haki sampai jualan sampai Pasar Nongkojajar di Pasuruan, Pasar Pakis di Kabupaten Malang, dan Pasar Kesamben di Blitar. Semua ditempuh dengan berjalan kaki sembari menggendong barang dagangan.

Kini, dia tidak kembali jalur kaki menuju daerah dagang yang jauh. Haki menitipkan dagangannya di dekat pasar dan dia dapat menuju wilayah dengan kendaraan umum.

" Cuma anak-anak minta istirahat. Kalau dulu, apalagi kadang tidak pulang, ubah lagi-pindah lagi," kata dia.

Haki mengaku telah lama punyai niat berhaji. Dia apalagi telah menyimpan uang di kamarnya sejak 1965.

Meski tidak besar, Haki selalu berupaya menyisihkan beberapa pendapatan. Besarannya bergantung pada hasil yang didapat tiap harinya.

" Terkadang Rp10 ribu, kan hasil dagang tidak kudu laku," kata dia.

Haki tidak menabung di bank, lumayan dimasukkan di dalam tas yang disimpan di kamar. Haki mengatakan sejak muda dia tidak mengenal bank.

Uang yang disimpan Haki pun sampai lusuh, berjamur, dan berbau apek, apalagi tersedia uang yang telah tidak berlaku kembali karena telah ditarik dari peredaran.

Uang tabungan itu baru dia setorkan untuk daftar haji pada 2013 dengan jumlah Rp60 juta. " Setelah setor ke bank baru enam tahun lantas mampu berangkat," kata Haki.

Haki lahir di Madura, tetapi sejak kecil tinggal di Kota Malang. Dia diajak keluarganya yang lain ubah karena yatim piatu.

Menikah dengan Satuni, Haki dikaruniai 12 anak tetapi dua di antaranya telah meninggal. Hingga saat ini, Haki dan istrinya tinggal di tempat tinggal simpel bersebelahan dengan mushola di Jodipan.

Anak bungsu Haki, Frida Affani, bersyukur selanjutnya orangtuanya mampu berangkat haji. Meski begitu, sempat tersedia keresahan mengingat bapak dan ibunya telah tidak muda lagi.

" Cuma setiap hari diberi aktivitas untuk persiapan. Jalan-jalan dari tempat tinggal ke Alun-alun sejak kira-kira 2 bulan terakhir," kata Frida.

Haki dan Satuni tergabung di dalam kloter 16 embarkasi SUB. Pasangan ini dijadwalkan berangkat hari ini dengan 1.232 jemaah haji lainnya dari Kota Malang.

Sekitar 25 ribu jemaah haji di Mina dapat memakai kartu canggih berteknologi tinggi. Program percobaan ini telah diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh, Arab Saudi.

Kartu canggih itu dapat mengirim Info personal jemaah haji, berwujud status kesehatan, teliti perjalanan haji, dan daerah tinggalnya.

Dilaporkan Arab News, kartu itu terhitung dapat disempurnakan pemindai lokasi. Fungsinya, untuk memantau perjalanan ibadah jemaah haji, yang dikontrol dari ruangan di Mina.

" Ini merupakan bagian eksperimental dari inisiatif haji cerdas yang sedang kami kerjakan, dan kami dapat mempelajari sejauh mana teknologi ini menguntungkan jemaah haji," kata Kepala Perancana dan Strategi, di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr Al-Maddah, Kamis, 11 Juli 2019.

Amr mengatakan, uji cobalah ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah di jaman mendatang. Selain kartu canggih, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terhitung mengeluarkan 200.000 kartu identitas jemaah haji yang punyai fitur serupa.

Kartu ini mampu dipindai. Sehingga, terlalu mungkin penyedia fasilitas haji mengidentifikasi jemaah haji, riwayat kesehatan mereka dan menetapkan bantuan apa yang dibutuhkan.

Amr, mengatakan, kartu-kartu tersebut dapat disempurnakan dengan aplikasi Smart Haji ID.

" Kartu ini dapat tawarkan fitur yang serupa dengan kartu ID pintar, terhitung wilayah pelacakan, mengidentifikasi daerah ramai di peta, dan jadwal transportasi," kata dia.

Amr menyebut, kartu pandai dan aplikasi seluler itu terlalu mungkin Kementerian Arab Saudi mensimulasi dan memprediksi tingkah laku jemaah haji. www.pokerpantai.org

" Teknologi baru ini dapat mendukung kami menyatukan knowledge melalui kartu, kamera, dan sensor yang disebar di kira-kira wilayah ziarah," ucap dia.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...