Alasan Mengapa Umat Manusia Punya Banyak Bahasa di Dunia - PANTAIPOKER

Breaking

Monday, February 15, 2021

Alasan Mengapa Umat Manusia Punya Banyak Bahasa di Dunia

Alasan Mengapa Umat Manusia Punya Banyak Bahasa di Dunia

Alasan Mengapa Umat Manusia Punya Banyak Bahasa di Dunia

Pada dasarnya, manusia tidak mempunyai satu bhs yang universal. Secara kolektif, manusia bicara lebih berasal dari 7.000 bhs yang berbeda.  Pantaipoker dominoqq  



 bahasa-bahasa-bahasa ini tidak tersebar secara acak di seluruh planet. Misalnya, jauh lebih banyak bhs ditemukan di area tropis daripada di area beriklim sedang.


Pulau tropis di New Guinea adalah tempat tinggal bagi lebih berasal dari 900 bahasa. Rusia, 20 kali lebih besar, punyai 105 bhs asli. Bahkan di area tropis, keragaman bhs amat bervariasi.


250.000 orang yang tinggal di 80 pulau Vanuatu bicara didalam 110 bhs yang berbeda, tetapi di Bangladesh, populasi 600 kali lebih besar cuma bicara 41 bahasa.


Tapi, mengapa manusia punyai banyak bahasa?


Banyak orang berhipotesis bahwa keragaman bhs berakar berasal dari sejarah, perbedaan budaya, gunung, atau samudra yang mengantarai populasi, atau apalagi pertengkaran yang berjalan lama.


Ternyata para akademis linguistik, antropologi, dan geografi manusia, terhitung mempertanyakan perihal yang sama.


Tetapi, terasa 2010, saat tim peneliti Newsweek yang banyak ragam berasal dari enam tekun ilmu dan delapan negara yang tidak sama terasa meninjau apa yang udah diketahui, mereka terkejut bahwa cuma selusin penelitian pada mulanya yang udah dilakukan, terhitung yang tim tersebut merampungkan sendiri mengenai keragaman bhs di Pasifik.


Semua usaha pada mulanya ini meneliti sejauh mana variabel lingkungan, sosial dan geografis yang tidak sama berkorelasi bersama dengan kuantitas bhs yang ditemukan di wilayah tertentu. Hasilnya ternyata banyak ragam dan tidak ada pola yang jelas muncul.


Studi tersebut terhitung menghadapi banyak tantangan metodologis, yang terbesar berpusat terhadap pepatah statistik lama, korelasi tidak sama bersama dengan gara-gara akibat.


Mereka idamkan jelas langkah-langkah pasti yang menyebabkan terbentuknya begitu banyak bhs di tempat-tempat khusus dan begitu sedikit di area lain.


Simulasi di Australia


Tim Newsweek memutuskan untuk Mengenakan simulasi yang dibuat pakar ekologi Thiago Rangel dan Robert Colwell. Simulasi itu dibuat untuk mempelajari untuk pola diversitas spesies.


Percobaan dilaksanakan di Australia.


Tim Newsweek idamkan membandingkan hasil simulasi ini bersama dengan peta buatan Claire Bowern, seorang pakar bhs di Universitas Yale, yang tunjukkan keragaman bhs aborigin — keseluruhan 406 — ditemukan di Australia sebelum terkait bersama dengan orang Eropa.


Model simulasi mereka menyebabkan tiga pemikiran dasar. Pertama, populasi akan berpindah untuk mengisi area yang ada di mana tidak ada orang lain yang tinggal.


Kedua, curah hujan akan menghalangi kuantitas orang yang bisa tinggal di suatu tempat.


Model mereka mengasumsikan bahwa orang akan tinggal bersama dengan kepadatan yang lebih tinggi di area yang lebih sering hujan. Curah hujan tahunan amat banyak ragam di Australia, berasal dari lebih berasal dari tiga mtr. di hutan hujan timur laut sampai sepersepuluh mtr. di Pedalaman.


Ketiga, mereka beranggap bahwa populasi manusia punyai ukuran maksimum.


Dalam tipe mereka, saat populasi tumbuh lebih besar berasal dari ambang batas maksimum — ditetapkan secara acak berdasarkan distribusi world ukuran populasi pemburu-pengumpul — populasi terbagi menjadi dua populasi, tiap-tiap bicara didalam bhs yang berbeda.


Peta curah hujan yang mendasari memilih kepadatan penduduk, dan saat ukuran populasi meraih kuantitas maksimum yang udah ditentukan, kelompok tersebut dibagi. Dengan langkah ini, populasi manusia yang disimulasikan tumbuh dan terpecah pas mereka menyebar untuk memenuhi seluruh benua Australia.


Model simpel mereka tidak memasukkan dampak apa pun berasal dari kontak antar kelompok, perubahan didalam trik subsisten, dampak peminjaman ide budaya atau komponen bhs berasal dari kelompok terdekat, atau banyak sistem potensial lainnya. Jadi, mereka mengira itu akan gagal total.


Hebatnya, tipe tersebut membuahkan 407 bahasa, cuma kurang satu kuantitas peta Claire Bowern.


Keragaman Bahasa, Kunci Interaksi Manusia


Peta bhs yang disimulasikan terhitung tunjukkan lebih banyak bhs di utara dan sepanjang pantai, dan lebih sedikit di area kering Australia tengah, yang mencerminkan pola geografis didalam keragaman bhs yang diamati.


Jadi, untuk benua Australia, tampaknya sejumlah kecil faktor — menghalangi curah hujan yang ditaruh terhadap kepadatan populasi dan batasan terhadap ukuran kelompok — bisa menyatakan baik kuantitas bhs dan banyak variasi didalam berapa banyak bhs yang digunakan di wilayah yang berbeda.


Tetapi mereka menduga bahwa pola keragaman bhs di area lain barangkali dibentuk oleh faktor dan sistem yang berbeda.


Di wilayah lain, layaknya Vanuatu, tingkat curah hujan tidak seluas di Australia, dan kepadatan penduduk bisa dibentuk oleh kondisi lingkungan lainnya.


Dalam semisal lain, kontak di antara kelompok manusia barangkali membentuk kembali lanskap keanekaragaman bahasa.


Misalnya, penyebaran kelompok pertanian yang bicara bhs Indo-Eropa atau Bantu barangkali udah mengubah struktur populasi dan bhs yang digunakan di wilayah Eropa dan Afrika yang luas.


Tidak diragukan lagi, berbagai faktor dan sistem sosial dan lingkungan udah berkontribusi terhadap pola keragaman bhs yang kita melihat di seluruh dunia.


Di beberapa tempat, topografi, iklim atau kepadatan sumber daya alam utama barangkali lebih penting; di segi lain, histori peperangan, organisasi politik atau trik subsisten berasal dari berbagai kelompok barangkali memainkan peran yang lebih besar didalam membentuk batas-batas kelompok dan pola keragaman bahasa.


Apa yang udah mereka bikin untuk pas ini adalah templat untuk metode yang bisa digunakan untuk mengungkap berbagai sistem yang bekerja di tiap-tiap lokasi.


Keragaman bhs udah memainkan peran kunci didalam membentuk interaksi kelompok manusia dan histori spesies kita, tetapi secara mengejutkan kita cuma jelas sedikit mengenai faktor-faktor yang membentuk keanekaragaman ini.




 

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...