Warga Asing yang Tewas di Atas Motor Positif Covid-19 - PANTAIPOKER

Breaking

Sunday, March 22, 2020

Warga Asing yang Tewas di Atas Motor Positif Covid-19

Warga Asing yang Tewas di Atas Motor Positif Covid-19

Warga Asing yang Tewas di Atas Motor Positif Covid-19



Login di sini - Beberapa selagi lantas ramai di fasilitas sosial foto seorang warga negara asing (WNA) yang tewas di atas motor. WNA selanjutnya tergeletak begitu saja. Banyak spekulasi terkecuali ia tertular corona (Covid-19).

Terkait perihal tersebut, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, I Ketut Sudartana memberikan konfirmasi. Menurutnya warga asing yang meninggal di atas motornya positif Virus Corona atau Covid-19.

Pria itu meninggal di Jalan Imam Bojol, Denpasar, Bali, pada Minggu, 15 Maret 2020 pukul kurang lebih pukul 18.00 Wita. Kemudian, jenazahnya dievakuasi petugas bersama manfaatkan Alat Pelidung Diri (APD).

Dia menerangkan, selagi ini jenazahnya tetap di RSUP Sanglah untuk sistem kremasi. " Masih sistem untuk kremasi," ujarnya.

Sementara, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali, Dewa Made Indra belum membalas selagi di konfirmasi lewat pesan WhatsApp. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya termasuk selagi dihubungi belum memberikan jawaban.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, mengungkap awal ditemukannya WNA selanjutnya dari laporan masyarakat. Bahwa ada warga asing seperti orang sakit di atas motor dan berhenti di trotoar. Kemudian, ditindaklanjuti oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersama mengarahkan ambulans ke lokasi.

" Tapi sebab selagi itu sempat dipantau dari jauh nampaknya dia seperti demam ataupun flu tidak sehat. (Petugas) PMI tidak berani menindaklanjuti sebab tidak kenakan Alat Perlindungan Diri (APD)," katanya selagi dihubungi Minggu, 15 Maret 2020.

Selanjutnya, mereka menghubungi pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar. Sekitar pukul 17.00 Wita, petugas berkunjung bersama mengenakan APD secara lengkap lantas mengevakuasi korban.

Joni menyampaikan, korban ditemukan warga kurang lebih pukul 16:30 Wita dan setelah itu berkunjung petugas Rumah Sakit Wangaya, kurang lebih pukul 17:00 Wita.

Kerajaan Malaysia menentukan untuk laksanakan lockdown sejak 18 Maret sampai 31 Maret 2020. Keputusan dibikin sebab lonjakan pasien positif virus corona baru, Covid-19, yang udah mencapai ratusan orang.

Selain menutup selagi akses muncul masuk masyarakat, Malaysia termasuk melarang warga beraktivitas dan berkumpul di daerah umum. Termasuk kesibukan keagamaan, hiburan, sosial, dan budaya.

Hingga 20 Maret 2020, kuantitas masalah Covid-19 di Malaysia udah menyentuh 1.000 lebih. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai 87 kasus.

Salah satu pasien corona yang sembuh dari Covid-19 adalah seorang wanita yang sedang hamil tiga bulan bernama Farah Salwani.

Melalui account fasilitas sosial, dia menceritakan pengalamannya menekuni karantina di Rumah Sakit Kuala Lumpur sepanjang 12 hari.

Begitu statusnya ditetapkan sebagai orang di dalam pengawasan (ODP), Farah menekuni tes swab sebanyak lima kali. Tes swab pada lendir di tenggorokan dan hidung ini bakal menentukan apakah pasien negatif atau positif Covid-19.

Farah menyatakan dua tes swab pertama dia tetap negatif. Tapi tiga tes swab berikutnya dia dinyatakan positif Covid-19. Farah pun dimasukkan di dalam ruang isolasi dan dikarantina.

Selama menekuni isolasi, Farah mengaku tidak diberikan obat apapun. Dokter hanya laksanakan pemeriksaan suhu badan dan tekanan darah. Selain Farah, keluarga yang di rumah pun termasuk menekuni pemeriksaan.

Syukurlah, mereka seluruh negatif dan hanya menekuni karantina di rumah.

Farah menyatakan dia sendirian di ruang isolasi. Semua pintu dan jendela tertutup rapat. Hanya ada AC sebagai pengatur sirkulasi udara. Tidak boleh sembarang orang lewat bahkan pengunjung, hanya dokter dan perawat.

Kalau ada yang mengantar barang, hanya boleh sampai di depan pintu. Perawat yang bakal mengambilkan termasuk kudu manfaatkan alat pelindung diri lengkap.

Farah menyatakan sampai selagi ini tidak ada vaksin, antibiotik atau obat penawar Covid-19. Kalau demam di atas 38,5 derajat Celcius, dokter beri paracetamol. Jika pasien sesak dokter bakal gunakan oksigen. Intinya, rumah sakit hanya memantau suasana pasien sehingga tidak jadi menjadi buruk. Yang bisa melawan virus corona ini sebatas antibodi atau imun di dalam tubuh kita sendiri.

Gejala Covid-19 Tergantung Imun Masing-masing

Banyak yang bertanya berkenaan tanda-tanda Covid-19. Farah menyatakan bahwa gejalanya tergantung pada imun masing-masing. Ada yang muncul sehat dan tidak mengalami demam tetapi ternyata positif.

Kalau Farah dia awalnya demam tinggi tiga haru berturut-turut tetapi sehabis itu turun. Tapi selamanya saja selagi menekuni tes swab dia dinyatakan positif Covid-19.

Farah menyatakan terkecuali kamu tidak memiliki riwayat kontak bersama orang positif Covid-19 atau tak memiliki gejalanya, sebaiknya tidak usah pergi ke rumah sakit. Selain itu tidak usah menghadiri rapat atau event, tidak usah berjabat tangan untuk hindari kontak bersama orang lain. Farah termasuk merekomendasikan untuk bekerja dari rumah sehingga terjadi kontak bersama orang-orang yang bisa saja tertular Covid-19.

Alhamdulillah, Farah saat ini benar-benar sehat dan udah diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit. Sejak itu, rumah Farah pun disemprot disinfektan untuk bersihkan virus corona yang bisa saja tetap melekat di tiap tiap sudut rumahnya.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...