Cerita Sukses Mantan Karyawan Swasta Rintis Waralaba Ayam - PANTAIPOKER

Breaking

Monday, March 2, 2020

Cerita Sukses Mantan Karyawan Swasta Rintis Waralaba Ayam

Cerita Sukses Mantan Karyawan Swasta Rintis Waralaba Ayam

Cerita Sukses Mantan Karyawan Swasta Rintis Waralaba Ayam



http://www.cemepantai.org/ - Membangun dan memiliki usaha sendiri merupakan keliru satu “ cita-cita” banyak orang. Ini termasuk berlaku bagi pria bernama Agung Prasetyo Utomo, pemilik merk waralaba kuliner “ Ayam Geprek Juara”.

Agung mengaku pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta selama 16 th. sebelum saat mengambil keputusan banting setir memulai usaha sendiri.

“ Sebagai seorang karyawan aku mendambakan menjadi seorang pengusaha. Kerena jikalau karyawan itu kan terikat waktu, tidak bisa kemana-mana. Berangkat pagi pulang malam,” kata dia dikutip berasal dari Merdeka.com, Sabtu 6 Juli 2019.

Agung mengaku mendambakan menjadi investor dan pemilik bisnis. “ Cita-cita aku meraih passive income lebih besar berasal dari keperluan hidup,” kata dia.

Agung berinisiatif usaha ayam geprek pada 2013. Nama merk yang disita adalah “ Ayam Geprek Sambal Korek”. “ Saya cobalah membuka itu. Tapi, tetap nyambi. Saya kerja sekaligus membuka usaha,” kata dia.

Dia mengaku, bekerja sebagai karyawan serentak mengembangkan usaha sangatlah merepotkan. Perhatian yang terbagi antara dua kutub yang memadai tidak sama sebabkan bisnisnya jalan di tempat. Tiga th. sehabis start, dia mengambil keputusan keluar berasal dari perusahaan.

" Selama tiga th. aku merasakan tidak ada perkembangan apa-apa. Karena ternyata pergantian berasal dari karyawan ke self-employee itu tidak mudah. Kerja sambil ngurusi bisnis. Perhatian terbagi kan. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk resign th. 2016 dan menjadi fokus," kata dia.

Namun, memulai bisnis, bahkan berasal dari nol, bukan hal yang mudah. Tantangan utama adalah respon keluarga yang bertolak belakang dengan stimulan dan juga optimisme yang cobalah dia bangun.

" Besar sekali (tantangan berasal dari keluarga). Terutama keluarga besar. Bagaimanapun termasuk orang tua saya. Saya berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, mendambakan anaknya di Jakarta bekerja di perusahaan kan luar biasa. Jadi dikala aku minta izin untuk resign tidak diizinkan," kata dia.

" Ke istri aku termasuk tidak diizinkan. 'Lho anda kan telah kerja enak-enak kok keluar nanti bagaimana?' Tapi aku percaya jodoh, mati, rejeki ada di tangan Allah," kata dia.

Tapi Agung telah terlanjur basah. Berbekal modal Rp 200 juta hasil tabungan dan patungan berasal dari lebih dari satu teman, dia menjadi membangun bisnis. Hal pertama yang dia membuat adalah merubah merk menjadi 'Ayam Geprek Juara' dan mendesain kembali outlet.

" Karena aku mengetahui aku bukan orang kuliner, makanya aku berkolaborasi dengan teman-teman. Ada yang dia mengetahui produk, mengetahui operation, ada yang mengetahui marketing, kami kolaborasi. Kita bikin, pernah sederhana, dikala telah resign aku redesain biar lebih kekinian, lebih bagus. Juara itu ada singkatannya Jaringan Usaha Amanah Ridho Allah," ujar dia.

Sebagai pendatang baru di usaha kuliner, Agung mengetahui betul bahwa dia mesti strategi khusus, tidak saja sehingga bisa bersaing, melainkan termasuk berikan produk yang tidak sama dengan penjaja ayam geprek yang lain.

" Itu yang pertama kami mesti memilih fungsional selling poin. Contoh Rp15 ribu makan sepuasnya. Nasi ambil sendiri, ayam ambil sendiri, milih sendiri satu, sambel dan es teh tawar gratis. Saya rasa itu harga yang benar-benar menarik," kata dia.

Yang kedua, sambal diulek di depannya, baru bayar dan makan. Supaya menarik banyak orang, Agung merubah interior dan eksterior lebih menarik untuk difoto.

“ Interior dan eksteriornya kami membuat instagramable banyak tulisan, poster yang lucu-lucu sehingga orang dikala dia makan dia menjadi nyaman dan dia senang eksis,” kata dia.

Tak cuma berasal dari segi harga. Agung termasuk mengusahakan 'membius' para costumer secara emosional. Dia menjadi mesti mengusung satu tema khusus untuk berikan warna tersendiri bagi produknya. Tema yang dia usung adalah nasionalisme.

Tema ini, kata dia, cobalah dia gambarkan di dalam produk sejak awal. Karena itulah dia memilih me-launching 'Ayam Geprek Juara' pada 20 Mei 2017, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

" Emotional selling poin. Ayam geprek juara kami ngomongnya nasionalisme. Kamu makan di ayam geprek juara bermakna anda membela kuliner anak bangsa. Kamu makan di tempat makan luar negeri anda bayar royalti. Kamu complain dolar menguat, rupiah melemah, padahal anda makan di sana. Gigitanmu melemahkan rupiah. Itu yang mendambakan kami bawakan. Bukan cuma di ayam geprek juara. Makanlah di kuliner anak bangsa. Kuliner lokal. Semangatnya itu," tegas Agung.

Meskipun enggan membeberkan omzet yang dia peroleh tiap tiap bulan, dia mengaku produknya memadai menguntungkan. Terbukti berasal dari penyebaranya di 26 kota di Indonesia dengan total 67 outlet, 55 di antaranya beroperasi dengan mengusung produknya.

" Karyawan kan kami waralaba ya. Karyawan orang ya karyawan dia. Tapi jikalau di outlet yang memiliki saya, sekitar 100-an orang. Punya aku ada 12 outlet. Jumlah karyawan masing-masing bisa 8 hingga 9 orang," ujarnya.

Melihat kembali cara awal dia menjadi membangun usaha dan juga tantangan yang dia hadapi, Agung memastikan bahwa poin mutlak di dalam membangun usaha bukan saja modal dan keinginan, tetapi termasuk strategi dan termasuk keberanian menyita risiko.

" Saya percaya andaikata saat itu pendapatan aku turun, jikalau aku sukses ini pasti akan lebih besar daripada yang dulu. Ternyata berhasil," kata dia.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...