Buntut Bentrok Demo DPR, Mahasiswa Pendarahan di Otak - PANTAIPOKER

Breaking

Monday, March 23, 2020

Buntut Bentrok Demo DPR, Mahasiswa Pendarahan di Otak

Buntut Bentrok Demo DPR, Mahasiswa Pendarahan di Otak

Buntut Bentrok Demo DPR, Mahasiswa Pendarahan di Otak



Pantaipoker Ceme - Rumah Sakit Pusat Pertamin (RSPP), Jakarta terima 90 mahasiswa yang jadi korban kala aksi unjuk rasa di DPR RI terhadap Selasa, 24 September 2019.

Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah mengatakan, berasal dari 90 mahasiswa, 3 diantaranya tetap menekuni perawatan intensif dan salah satunya masuk area ICU.

" Yang kita temui trauma tumpul, yang akibatkan kompresi berasal dari tulang tengkorak daerah parietal kanan, yang menyebabkan pendarahan di didalam otak terhadap selaput sub paranoid," ujar Kurniawan, Rabu, 25 September 2019.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum mampu menambahkan identitas ketiga korban itu.

" Kami belum mampu beri keterangan nama, kita wajib izin keluarga, kala 3 orang ini laki-laki bersama dengan umur 1 orang 19 tahun dan yang 2 orang 20 tahun," ucap dia.

Kabid Humas RSPP, Agus W Susetyo mengatakan, korban yang dirawat di area ICU kala ini didalam keadaan baik dan stabil.

" Tidak memperoleh support nafas, support hemodinamik atau tekanan darah, pasien full penuh sadar," kata Agus.

Saat ini, RSPP tetap melaksanakan observasi selama 24 jam ke depan untuk melaksanakan tindakan lebih lanjut.

Selain itu, korban yang dirawat lainnya mengalami trauma benda tumpul di kepala. Kondisinya pun kala ini didalam keadaan stabil.

" Yang ketiga yang trauma tulang belakang termasuk baik bersama dengan cosposmentis kesadaran penuh," ujar dia.

Ketiga pasien tersebut kala ini mendapat perawatan penuh oleh dokter syaraf, untuk proses kesembuhannya.

" Untuk yang di ICU ditangani oleh dokter spesialis bedah syaraf dan dokter syaraf, neurologi. Untuk yang luka tulang belakang ditangani oleh pakar ortopedi dan yang satu kembali yang trauma kepala itu ditangani dokter syaraf," kata Agus.

Kabid Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Agus W Susetyo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menanggung semua cost penyembuhan mahasiswa yang jadi korban kala unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI.

" Biaya perawatan itu dijamin oleh dinas kesehatan sepenuhnya," ujar Agus di RSPP, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Agus berujar, pengelola RSPP berfokus terhadap proses penyembuhan pasien. Total, RSPP terima 90 mahasiswa berasal dari beraneka daerah, tiga diantaranya kala ini tetap dirawat secara intensif dan salah satunya wajib mendapat perawatan di area ICU.

" Kami berasal dari RSPP cuma berkomitmen untuk menambahkan penanganan paling baik kepada ketiga pasien ini," kata dia.

Ketiga pasien itu mengalami luka trauma benturan benda tumpul. Meski demikian, RSPP tidak mampu menyatakan penyebab luka tersebut secara pasti.

Selain itu, RSPP termasuk tak mampu mengungkapkan identitas ketiga mahasiswa yang jadi korban didalam aksi demonstrasi kemarin. RSPP meyakinkan pengungkapkan identitas wajib lewat persetujuan berasal dari keluarga.

" Sementara 3 orang ini laki-laki bersama dengan umur 1 orang 19 tahun dan yang 2 orang 20 tahun," kata Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah.

Awkarin mengambil perhatian di tengah-tengah demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta. Dara bernama asli Karin Novalinda ini terlihat membagi-bagikan nasi kotak kepada para mahasiswa.

Dalam aksi demo Selasa 24 September 2019 itu, Awkarin terlihat memakai busana hitam lengan panjang. Dia dan timnya menenteng plastik merah. Isinya kotak berisi makanan.

Awkarin tak cuma sharing kotak nasi. Di hadapan 4,7 juta pengikutnya di Instagram, Awkarin menyuarakan aksi dan pergerakan kaum muda.

"Agenda hari ini di depan gedung DPR. Jangan sekadar tunda RKUHP, TOLAK DAN BATALKAN RKUHP. JANGAN BATASI RUANG GERAK WANITA," tulis Awkarin di Instagramnya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menilai aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa telah tidak relevan lagi. Alasannya, pemerintah dan DPR setuju untuk menunda pengesahan sejumlah Rancangan Undang-Undang yang dipersoalkan publik.

Wiranto menyatakan DPR setuju menunda pengesahan lima RUU seperti RUU KUHP, RUU Minerba, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU Pertanahan.

" Saya kira bersama dengan ada penundaan itu yang didasarkan oleh kebijakan pemerintah, untuk lebih mendengarkan nada rakyat, maka sebetulnya demonstrasi yang menjurus kepada penolakan Undang-undang pemasyarakatan, KUHP itu telah tidak relevan lagi, tidak penting lagi," kata Wiranto, Selasa, 24 September 2019.

Wiranto mengatakan, sebaiknya mahasiswa atau era aksi menyampaikan pendapat lewat jalan yang lebih terhormat ketimbang turun ke jalan berunjuk rasa.

" Yakni dialog yang konstruktif baik bersama dengan DPR, nanti DPR yang dapat dilantik atau pemerintah," ucap dia.

Pada akhir era jabatannya, DPR menjadwalkan dapat mengesahkan delapan RUU. Namun, cuma tiga beleid yang disahkan, yaitu RUU KPK, RUU MD3, dan RUU Tata Cara Pengelolaan Pembuatan Undang-Undang.

Dalam sejumlah aksi, massa diketahui tidak cuma menuntut kepada DPR untuk tidak mengesahkan RUU yang sudsh ditunda itu, tapi termasuk membatalkan RUU KPK.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...