Benarkah Hari Ini Terjadi Badai Matahari, Ini Penjelasan Ahli

Pantaipoker dominoqq - Solar strom Incoming: Massive blast of cosmic rays from the Sun heading to Earth on Friday'. Badai matahari dapat tiba di Bumi, Jumat, 15 Maret 2019.
Dalam penjelasan yang disampaikan, spaceweather.com, momen yang dialami terhadap hari ini bukanlah badai matahari, melainkan `solar winds`. Peristiwa angkasa ini mengakibatkan badai geomagnetik yang berdampak terhadap pesawat televisi dan ponsel.
Tak hanya itu, angin matahari terhitung mengakibatkan ekor komet mendorong es dan debu dari tubuh komet.
Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan, aliran angin matahari cepat dari lubang korona biasanya tidak disebut badai matahari.
" Memang angin matahari tersebut dapat mengganggu medan magnet bumi, yang disebut badai geomagnetik bersama skala minor (lemah)" kata Djamaluddin, kepada Dream, Jumat, 15 Maret 2019.
Djamaluddin mengatakan, badai matahari dipicu oleh ledakan atau pelepasan kekuatan yang kuat oleh fenomena flare atau CME. Badai matahari seperti itu dapat mengakibatkan problem magnet bumi (badai geomagnet) skala kuat sampai ekstrem.
Meski terkesan `menakutkan` angin matahari terhadap Jumat, 15 Maret 2019 tak mengakibatkan efek signifikan. Dilaporkan laman formal Lapan kegiatan matahari tersebut cenderung `tenang`.
"Baik kejadian flare, ledakan gelombang radio, maupun pengeluaran massa koronal yang vital tidak terdeteksi selama 24 jam terakhir," kata Lapan.
Sementara itu, kegiatan geomagnetik didalam 24 jam terakhir terhitung berada didalam level aman. Angin matahari nampak gara-gara lubang korona terhadap 13 Maret 2019. Posisi lubang korona itu di sekitar ekuator.
Badai matahari dikabarkan dapat menerpa Bumi hari ini, Jumat 15 Maret 2019. Hal ini diungkapkan oleh lembaga sarana cuaca Inggris, Space Weather.
“ Lubang bersifat ngarai di atmosfer matahari menghadap bumi. Itu memuntahkan aliran angin matahari ke kita,” tulis Space Weather, dikutip dari Express.co.uk.
Lembaga ini menyebut badan geomagnetik minor G1 ini tidak berbahaya. Sebagian besar, medan magnet Bumi menjaga manusia dari rentetan radiasi.
Tapi, badai ini dapat berdampak kepada teknologi berbasis satelit. Aliran angin dari matahari dapat mengembangkan atmosfer bumi dan mempengaruhi satelit. Ini berpotensi dapat mengurangi navigasi GPS, tanda ponsel, dan TV satelit.
Gelombang partikel yang dibawa oleh angin matahari dapat mengakibatkan arus tinggi di magnetosfer serta mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak, plus kehilangan daya. Radiasi yang tinggi terhitung dapat mengakibatkan orang rentan terhadap kanker.
Selain itu, gelombang partikel dapat mengakibatkan arus tinggi di magnetosfer, yang dapat mengakibatkan lebih tinggi dari listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.
Menanggapi kabar tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI berharap penduduk untuk tenang. LAPAN menyebut belum ada efek vital dari badai matahari.
“Tenang, seluruh safe berdasarkan asesmen dari Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN, belum ada efek signifikan,” tulis LAPAN di akun Instagramnya, @lapan_ri.
Dikatakan pula bahwa lubang korona di sekitar ekuator matahari sebenarnya dapat melepaskan angin matahari bersama cepat. Diperkirakan terhitung angin dapat sampai di bumi selama dua hari.
“Tetapi efeknya tidak seperti yang diberitakan. Info rinci cuaca antariksa dapat dilihat terhitung di situs LAPAN. http://swifts.sains.lapan.go.id/,” tulis LAPAN.

No comments:
Post a Comment