Pesugihan di Ngujang, Berharap Cepat Kaya dengan Memelihara Kera

http://www.cemepantai.org Sebagian orang masih mempercayai* pesugihan menjadi salah satu teknik* untuk menjangkau* kekayaan. Cara ini dirasakan* jalan pintas dengan melibatkan makhluk gaib, bahkan terdapat* yang rela bersekutu dengan setan.
Mitosnya di Jawa Timur tepatnya di Ngujang, Tulungagung ada suatu* pesugihan yang melibatkan kera atau monyet yang dapat* membuat seseorang cepat kaya. Syarat mengerjakan* pesugihan ini, pelaku me*sti merelakan dirinya menjadi tumbal guna* makhluk gaib di sana.
Setelah itu diserahkan* seekor kera guna* dipelihara, kera berikut* yang diandalkan * akan menyerahkan* sumber kekayaan untuk* si pemuja pesugihan. Mitosnya, terdapat* tata teknik* khusus berupa perjanjian-perjanjian yang me*sti diisi* saat mengerjakan* ritual Ngujang.
Salah satunya, pelaku me*sti mau* menjadi penghuni makam Ngujang dan berkumpul bareng* kera-kera yang terdapat* di sana. Warga sekitar mempercayai* kera itu* jelmaan dua orang santri yang dikutuk oleh kiai sebab* membangkang.
Ceritanya, sebuah* hari terdapat* dua orang anak santri (perempuan dan laki-laki) pondok pesantren yang sedang bermain di lokasi* makam, diketahui santri itu* sengaja membolos dari pengajian guna* bermain-main di lokasi* yang sekarang* dijadikan pesugihan.
Tak berapa lama datang kiai yang melatih* mereka menegur dua bocah itu* dan diandalkan * mengeluarkan ucapan-ucapan* kutukan yang menciptakan* dua santri menjadi seekor kera.
Cerita beda* ada yang menyinggung* kera-kera di Ngujang ialah* sosok mereka yang dahulunya mengerjakan* ritual sebab* telah berajanji guna* menjadi tumbal seumur hidup. Singkatnya, monyet itu ialah* jelmaan siluman.
Diakui tidak sedikit* versi mitos yang berkembang. Kisah lainnya, kera-kera tersebut dibentengi* hal gaib sebab* milik murid favorit* Sunan Kalijaga yakni* Eyang Sentono Renggo. Dia ialah* sosok yang pun* melakukan babat alas di Ngujang, Tulungagung.Karena dibentengi* gaib, maka disarankan* masyarakat tidak menganggu kera-kera tersebut. http://www.cemepantai.org/

No comments:
Post a Comment