Menikah, Pasangan Ini Gelar Karpet Merah 2,5 Km dari Ujung Gang ke Pelaminan!

http://www.cemepantai.org/ - Ada banyak variasi cara untuk merayakan pernikahan. Wajar saja, nyaris seluruh orang mengidamkan memberikan kesan yang tidak terlupakan terhadap hari puas itu.
Sehingga tidak heran andaikata kala ini banyak hal unik yang kita temukan di dalam pernikahan. Mulai ide-ide biasa hingga yang antimainstream.
Seperti halnya yang dilakukan pasangan pengantin asal Pandeglang, Banten. Kisah pernikahan mereka viral lebih dari satu hari belakangan.
Pasangan ini menggelar karpet merah nyaris selama 2,5 kilometer kala acara resepsi pernikahan mereka.
Menurut laman infopandeglang, ide unik itu singgah dari mempelai pria, Sumantri.
Bukan tanpa alasan, pria 30 th. warga Kampung Curug Sawer RT06/RW09 ini melakukannya untuk memenuhi nazar.
Ya, Sumantri memiliki idaman untuk membebaskan era lajangnya yang kini selanjutnya terwujud usai bertemu Yati.
" Jika Saya Kawin aku bakal pasang karpet merah. Mulai dari Gang Biomed hingga ke rumah saya," ujar sumantri.
Karpet merah itu digelar dari ujung jalan hingga ke ujung pelaminan.
Menurut Sumatri, karpet merah itu sebagai penunjuk jalan bagi para tamu undangan.
Cerita unik yang dibagikan ini pun jadi perbincangan warganet.
Banyak yang salut dan terpesona bersama kesungguhan Sumantri untuk memenuhi nazarnya tersebut bersama menempatkan karpet merah sejauh 2,5km
Setiap calon raja dan ratu sehari pasti mengidamkan acara akad nikahnya terjadi bersama lancar dan sempurna.
Sebagian pasangan calon pengantin apalagi bersedia menggunakan dana yang besar hanya demi menggelar resepsi pernikahan yang mewah.
Namun tidak demikian bersama kisah di dalam lebih dari satu foto yang dibagikan account Twitter fotografer pernikahan Bingkai Photovisuals.
Foto akad nikah yang dibagikannya terlihat terlalu jauh dari kesan mewah. Akad pernikahan hanya digelar secara simple namun elegan.
Bahkan, saking sederhananya, akad nikah yang digelar di masjid itu hanya dihadiri oleh 11 orang saja.
Salah satu hal lain yang jadi pusat perhatian netizen adalah mobil yang dinaiki pengantin kala singgah di pelataran Masjid Bukit Antarabangsa, Selangor, Malaysia.
Mempelai pengantin menaiki mobil bikin lokal yang sudah tidak diproduksi kembali di Malaysia sejak pertama kali diluncurkan terhadap th. 2001.
Dalam postingan itu terhitung disebutkan bahwa akad nikah hanya dihadiri oleh orang dekat dan keluarga saja.
" Acara simple dan cantik bersama kehadiran orang terdekat dan sanak saudara saja. Sederhana itu elegan. Cinta itu mudah," tulis @bingkaiphotos.
Di postingan berikutnya, account tersebut menjelaskan bahwa acara hanya dihadiri oleh 11 orang saja. Meski yang ada sedikit, namun masjid terasa penuh.
" Acara ini hanya dihadiri oleh 11 kerabat. Tapi cinta itu terlalu luar biasa, masjid terasa layaknya penuh," malah Bingkai Photovisuals.
Sebuah foto pernikahan mengharukan jadi viral di media sosial Malaysia. Dalam foto tersebut seorang pria berusia 50-an th. memegang foto mendiang istrinya kala berpose di acara pernikahan putrinya.
Foto tersebut diunggah ke Facebook oleh fotografer pernikahan Mohd Hafizan Ilias terhadap Sabtu lalu.
Sejak itu foto tersebut jadi sensasi di dunia maya. Sebanyak 41 ribu menunjukkan isyarat puas dan dibagikan kepada lebih dari 15 ribu netizen.
Hafizan, yang bekerja sebagai fotografer lepas selama nyaris 4 tahun, menjelaskan ia belum pernah menangkap objek yang begitu menyentuh.
Dia terasa bersyukur dapat menangkap definisi cinta sejati yang terlalu abadi.
" Saya tidak pernah berpikir foto pernikahan itu bakal jadi viral. Tapi aku puas karena kisah mereka dapat tersebar ke orang lain dan jadi pelajaran," katanya.
Hafizan menjelaskan foto tersebut diambil alih terhadap hari Jumat, 27 Januari selama acara ijab kabul.
Ketika sudah tiba saatnya untuk foto keluarga, pria di dalam foto yang dipanggil 'Pakcik Omar' oleh Hafizan, tiba-tiba mengeluarkan foto istrinya.
Menurut Hafizan, istri Pakcik Omar sudah meninggal empat th. yang lalu.
" Dia mengeluarkan foto istrinya sehingga memiliki foto keluarga yang lengkap. Sungguh menyentuh hati kala melihatnya. Cintanya kepada istrinya begitu kuat," kata Hafizan.
" Foto punya nilai seribu kata. Apa yang aku pelajari dari Pakcik Omar adalah bagaimana mencintai bersama tulus, dan menjunjung cinta seseorang," tambahnya.
Prosesi pernikahan unik terjadi di dalam pernikahan Claude Nicolas dan Amandeati Argapadmi terhadap Minggu 24 Juli 2015. Ijab-qabul pernikahan itu dilakukan di dalam dua bahasa: Inggris dan Indonesia.
Mempelai ini sesungguhnya beda negara. Nicolas merupakan mahasiswa Ph.D Bioengineering asal Swiss. Sementara, Amandeati merupakan master geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Indonesia. Keduanya melangsungkan pernikahan secara Islam, bersama kebiasaan Jawa-Sunda.
Adalah Mohammad Monib, penghulu pernikahan itu, yang mengunggah kisah unik ini ke Facebook. Sebelum menikah, tulis Monib, Nicolas mengucap dua kalimat Syahadat di dalam bhs Indonesia.
“ Kerrrrren banget,” tulis Monib, sebagaimana dikutip Dream terhadap Senin 25 Juli 2016
Menurut Monib, orangtua Claude dan keluarga besarnya datang. Mereka memborong kamar di Santika Hotel BSD. “ Pagi kala aku sarapan aku jumpa mereka sudah lengkap berbeskap dan kebaya. Acara nikah bersama kebiasaan Sunda-Jawa.”
Sebelum acara ijab-qabul tersebut, Monib menganjurkan Nicolas dan Dea untuk sungkem kepada orangtua mereka. Meminta restu. “ Jadilah Dea sungkem ortu dan Claude, yang tak memiliki kebiasaan sungkem ortunya. Ibunya hingga nangis. Terharu dan puas bersama prosesi keislaman yang aku terapkan.”
“ Prinsip dakwah aku menunjukkan wajah indah, sejuk dan damai Islam,” lanjut Monib. Setelah acara sungkeman itu, terjadilah ijab-qabul.
Ketakjuban Monib tak berhenti hingga di situ. Saat ijab-qabul, dia melihat panorama yang terlalu unik. “ Pak Winawan Sidik wali utama Amandeati (Dea) kala aku tawari, bhs Indonesia atau Inggris, ia milih bgs Inggris sbg bhs Ijab.”
“ Sebaliknya, Claude milih bhs Indonesia sbg bhs qabul. “ Kerrrrren banget. Jadilah 2 bhs ijab qabul. Hiks hiks hiks.”
Dan Winawan, yang jadi wali Dea pun mengucap, “ Brother Claude Nicolas, I marry off Amandeati Argapadmi to you with a dowry in the form of a ring of gold n diamond as a symbol of your love.”
Dan ijab itu dijawab (qabul) oleh Nicolas, “ Saya terima Amandeati Argapadmi puteri tercinta ayah sebagai istri aku bersama mas kawin tersebut aku memberikan sepenuh hati mengharap ridla Allah yang Pengasih-Penyayang.”
Setelah prosesi ijab-qabul, Monib memberikan nasihat pernikahan di dalam bhs Inggris. “ Saya bilang mirip ke-2 suami istri itu sehingga jadi duta Islam damai, selaras dan dialogis. Sakinah mawaddah wa rahmah ya. Amiiiin.”

No comments:
Post a Comment