Alasan Isi BBM di SPBU Pertamina Tak Bisa Lagi Bilang `Full Tank`

Pantaipoker Dominokiu - PT Pertamina (Persero) berencana merubah mekanisme transaksi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik perusahaan. Dengan pergantian ini, masyarakat takkan bisa lagi memesan BBM bersama dengan menyatakan isikan penuh atau umum disebut full tank.
Perubahan ini seiring cara perusahaan Migas pelat merah itu yang dapat mengarah transaksi customer BBM ke sistem non tunai. Nantinya customer membeli BBM lewat aplikasi MyPertamina.
“ Kenapa gunakan MyPertamina sebab ini menjadi payung hubungan bersama dengan pelanggan,” kata Direktur Pemasaran dan Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 31 Januari 2020.
Selain alasan metode transaksi yang diubah, BUMN migas termasuk mengidamkan melindungi keselamatan pemakaian smartphone yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat radiasi isyarat saat laksanakan transaksi non tunai di SPBU.
“ Ya kami udah antisipasi. Jadi kalau di luar negeri itu bayar dulu baru isikan BBM, bayarnya masuk ke toko,” kata dia.
Nantinya, lanjut Mas’ud, SPBU Pertamina dapat punyai sebuah daerah tertentu untuk customer laksanakan transaksi. Dengan begitu, transaksi tak lagi dikerjakan di daerah pengisian BBM.
Usai membeli lebih-lebih dahulu Setelah bertransaksi, barulan kendaraan bisa diisi bensin.
“ Harus sebut angka. Saya beli BBM sekian liter. Bayar dulu baru isi,” kata dia.
Masih banyak pemilik kendaraan yang berasumsi teknik menggoyangkan mobil dapat tingkatkan kapasitas ruang bahan bakar. Kebiasaan itu ternyata tak hanya berlaku di negara miskin atau berkembang.
Sebagai negara terkaya di Asia Tenggara, ternyata masih tersedia warganya yang punyai asumsi serupa. Bahkan ini dikerjakan oleh petugas SPBU sendiri.
Selasa 24 Desember 2019, sebuah video yang diunggah di Facebook tunjukkan seorang petugas SPBU tengah berdiri di atas bagasi mobil sedang. Dia nampak berjingkrak-jingkrak di bagasi itu.
Pemilik mobil berdiri di samping dan menunggu dia berhenti sebelum akan memasukkan nozzle ke didalam tangki bensin.
Peristiwa ini terjadi di SPBU Petron, Singapura, dan direkam oleh pelanggan lain di lokasi. Banyak warganet berkomentar di video dan pertama kali menyaksikan taktik layaknya itu.
“ Oh, Tuhan! Pertama kali aku mendapatkan cara isikan tangki penuh bersama dengan cara ini. Gila!” cuit seorang netizen.
Liburan bersama dengan seluruh bagian keluarga tentu menjadi pengalaman menyenangkan. Terutama kalau liburan bersama dengan naik mobil pribadi.
Selain bisa " membunuh" kebosanan selama perjalanan, liburan bersama dengan keluarga termasuk menguntungkan. Jika tersedia kasus di perjalanan, seluruh bagian keluarga bisa dimintai bantuan.
Itulah yang nampak terhadap video viral yang dibagikan account Facebook HelloSia Singapore yang dilansir dari berikut ini.
Dalam video nampak satu keluarga terdiri tiga orang dewasa dan seorang anak-anak yang kompak. Mereka bahu membahu mengguncang mobil di sebuah SPBU.
Dua orang dewasa dan satu anak itu menggoyang-goyangkan mobil. Sementara tidak benar satu dari mereka isikan bensin. Dengan mengguncang mobil, mereka berpikir tangki bensin bisa terisi secara maksimal.
Tidak tersedia info lengkap perihal tulisan itu. Tetapi netizen menyebut video berdurasi 18 detik ini diambil alih di sebuah SPBU di Johor Bahru, Malaysia.
Benarkah mengguncang atau memiringkan mobil atau motor bisa isikan tangki BBM secara maksimal? Jawabannya adalah tidak.
Memompa BBM ke didalam tangki menciptakan buih dan uap. Mengguncang atau memiringkan mobil dan motor tidak dapat menyebabkan BBMmenyebar lebih cepat.
Justru bersama dengan menunggu buih hilang, BBM bisa isikan ruang penyimpanan secara maksimal.
Sampai sementara ini asumsi lebih baik isikan bahan bakar minyak (BBM) di siang hari daripada malam hari masih banyak dipercayai pemilik kendaraan bermotor. Alasannya, BBM lebih enteng menguap terhadap siang hari.
Apalagi kalau bahan bakar ditaruh di tangki berbahan logam. Efek pemuaiannya dianggap menjadi lebih cepat.
Pertanyaanya, apakah benar asumsi ini?
Dikutip dari Suzuki, Kamis 15 Agustus 2019, setiap cairan, baik itu air atau BBM, terhadap prinsipnya bisa tergoda bersama dengan suasana lingkungan sekitar.
Contoh sederhananya, air kalau ditaruh di didalam kulkas dapat menjadi dingin dan bisa termasuk selanjutnya menjadi beku. Jika dijemur di matahari maka dapat bisa menjadi hangat dan kalau panas terik bisa termasuk memuai.
Begitu termasuk bahan bakar kendaraan, layaknya bensin. Jika temperatur di lingkungan sekitar turun, maka ia dapat turut turun. Sebaliknya, kalau suhu diluar tinggi, BBM dapat turut menjadi hangat apalagi didalam suasana panas terik bisa memuai.
Satu liter bensin sementara suhu dingin dan satu liter bensin sementara suhu panas beratnya tidak dapat serupa kalau ditimbang.
Mana yang lebih berat? Sudah tentu yang bahan bakar yang suhunya lebih dingin.
Namun, apakah perbedaannya jauh atau tidak sebenarnya?
Saat kami isikan bensin di siang hari serupa malam hari, contohnya di Jakarta, suhu siang bisa menggapai 32 derajat Celcius. Saat malam, paling hanya turun sedikit menjadi 30 derajat Celcius.
Nah, perbedaan dua derajat itu sesungguhnya tidak amat berpengaruh terhadap pergantian volume bahan bakar.
Jadi bisa disimpulkan, perbedaan berat didalam satuan ukuran isikan liter bensin di siang hari dan malam hari, tidak amat berpengaruh kalau anda hanya membeli lebih dari satu liter bensin saja.
Perbedaan ini baru dapat nampak kalau membeli bahan bakar didalam kuantitas yang amat banyak.

No comments:
Post a Comment