Kasus Honorer Masuk Got, Anies Baswedan Pecat Lurah Jelambar - PANTAIPOKER

Breaking

Wednesday, December 18, 2019

Kasus Honorer Masuk Got, Anies Baswedan Pecat Lurah Jelambar

Kasus Honorer Masuk Got, Anies Baswedan Pecat Lurah Jelambar

Kasus Honorer Masuk Got, Anies Baswedan Pecat Lurah Jelambar



http://www.pokerpantai.org/
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memecat Lurah Jelambar, Agung Tri Atmojo. Pemecatan itu sebagai buntut kasus sejumlah petugas penanganan prasaranan dan fasilitas umum (PPSU) yang diminta berendam di di dalam got untuk meniti ters perpanjangan kontrak.

" Hasil pengecekan sudah selesai. Dan mereka terbukti, gara-gara itu mereka dapat dibebastugaskan. Kalau tempo hari nonaktif, sekarang dapat dibebastugaskan," kata Anies,Senin 16 Desember 2019.

Anies mengatakan, peristiwa ini bisa jadi pelajaran bagi seluruh pihak supaya jalankan pekerjaan cocok norma dan sikap yang baik.

" Peristiwa seperti ini jadi pelajaran bagi semua, bahwa dikala ada sistem pembelajaran maka melakukan dengan langkah yang beradab," ujar dia.

Dia meminta pejabat supaya menghindari pelanggaran etika di dalam mobilisasi tugasnya. Anies mengatakan, dia dapat memproses perihal serupa, apalagi sebelum video atau kabarnya viral.

" Seperti perihal kemarin, begitu perihal segera kami proses. Sebelum jadi percakapan media, belum jadi viral di medsos. Kita begitu ada peristiwa, segera kami tindak, dan segera hari itu terhitung lurah di nonaktif kan," kata dia.

Video sebagian pegawai honorer K2 di lingkungan DKI Jakarta yang berendam di got kotor jadi percakapan warganet. Kegiatan berendam di got itu di dalam rangka perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP) di Jelambar, Jakarta Barat.

Seluruh pihak yang terlibat pun sudah diperiksa. Termasuk keliru satunya adalah Lurah Jelambar, Agung Triatmojo

" Seluruh Panitia dan dan Lurah selaku kepala unitnya dicek Tim Gabungan Inspektorat dan BKD, tingkat provinsi hingga Jakarta Barat," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, Chaidir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum. Penghargaan itu dianugerahkan lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terhadap 6 Desember 2019 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI Alberto Ali membuktikan Colosseum Jakarta merupakan pemenang di dalam kategori hiburan dan tempat rekreasi kategori kelab malam dan diskotek.

" Ada 31 kategori bukan hanya itu, keliru satunya diskotek, dari 31 (kategori) diskotek itu yang menang Colosseum," kata Alberto, dibuka dari Liputan6.com, Senin, 16 Desember 2019.

Dia menyebut ada tiga aspek yang membuat Colosseum mendapat penghargaan. Diantaranya dedikasi, kinerja perusahaan , dan kontribusi terhadap pariwisata.

Alberto menyebut diskotek merupakan bagian pariwisata yang pengawasannya diatur di dalam undang-undang, yaitu di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 berkenaan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Bila melanggar ketentuan kata dia, usaha tersebut bisa diberikan sanksi hingga ditutup izin usahanya.

" Kalau tiga perihal yang dilanggar narkotika, perjudian mirip prostitusi itu kami sarankan untuk dicopot izin," ucap dia.

Penghargaan itu segera mendapat penolakan dari Front Pembela Islam (FPI). Juru Bicara FPI, Slamet Maarif mengatakan, tidak ada alasan yang bisa di terima atas pemberian penghargaan terhadap diskotek Pemprov DKI Jakarta.

" Apa pun alasannya diskotek tidak boleh diberikan penghargaan," kata Slamet.

Slamet menyatakan lembaganya dapat tabayyun atau mengkonfirmasi segera kebenaran penghargaan itu terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. " Kita dapat tabayyun ke Gubernur," ucap dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku terjerat macet waktu berada di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis, 28 November 2019. Saat itu, Jokowi hendak menghadiri pertemuan dengan Bank Indonesia di Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan   http://www.pokerpantai.org/

" Tadi ke sini macet, 30 menit berhenti," kata Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 29 November 2019.

Jokowi mengaitkan kondisi jalanan Jakarta yang macet itu dengan keinginannya memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Meski demikian, Jokowi meyakinkan kemacetan bukan perihal utama pindahan Ibu Kota negara tersebut. " Dan gara-gara alasan yang banyak lainnya," ucap dia.

Mendengar aduan Jokowi, Gubernur DKI Jakarta enggan berspekulasi. Dia menghendaki melacak mengetahui wilayah Jokowi terjerat macet.

" Nanti aku cek dulu ya, persisnya titiknya," kata Anies.

Anies mengakui, sebagian jalanan Jakarta sebetulnya mempunyai titik kemacetan. " Saya cek dulu apakah benar gara-gara itu atau tidak. Jadi insiden-insiden begitu sering berjalan tuh. 1-2 ruas jalur yang macet, tetapi aku cek dulu, baru aku kasih keterangan," ujar dia.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...