Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

http://www.pokerpantai.org/
Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan mengusahakan pasang badan di dalam persoalan penyelundupan Harley Davidson yang dibawa gunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS mulanya mengaku terkecuali motor mahal tersebut adalah pesanannya.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan terkecuali pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan bersama nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui akun eBay.
" Jadi katanya udah lama laksanakan pembelian akun eBay," ujar Sri Mulyani.
Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu mengusahakan meminta klarifikasi juga meminta no kontak dari penjaja onderdil motor mahal tersebut
Ternyata kejanggalan tak hanya terhadap pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya pinjaman senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.
" Kita udah lihat transfer duit dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.
Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta terkecuali SAS tidak punya hobi sepeda motor gede style Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain bersama sepeda.
" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tetapi impor Harley. Jadi kemungkinan dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meyakinkan terkecuali dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar laksanakan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut bakal dikenakan konsekuensi hukuman pidana.
" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu punya konsekuensinya," mengetahui dia.
Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, bakal tetap meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak mampu hanya ditunaikan oleh Kemenkeu tetapi juga semua pemangku kebijakan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkap motor Harley Davidson Shovelhead yang diangkut pesawat Garuda GA 9721 diduga milik keliru satu pegawainya berinisial AA. Hal itu diketahui dari hasil penelusuran yang ditunaikan komite audit.
" Komite audit disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor HD diduga milik saudara AA," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.
Dari hasil penelusuran tersebut, Erick selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia memutuskan untuk memecat Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Inisial AA yang disebutkan menteri BUMN sama bersama sapaan Ari Ashkara yang merupakan nama pendek dari Dirut Garuda tersebut.
Menurut Erick, diangkutnya motor Harley gunakan pesawat yang baru didatangkan Garuda ini berasal selagi AA menambahkan instruksi ke anak buahnya untuk mencari Harley Davidson Shovelhead tahun 1970.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud selagi motor yang dicarinya akhir ditemukan. Proses pembelian motor klasik itu berjalan terhadap April 2019.
Dalam menggerakkan transaksinya, duit pembelian motor oleh AA itu ditransfer melalui rekening khusus SAS yang menjabat Senior Finance Manager Garuda.
" Proses transfer dari Jakarta ditunaikan ke rekening khusus Finance Manager Garuda di Amsterdam," kata dia.
Setelah dana diterima, AA meminta bantuan seseorang berinisial IJ untuk sistem pengiriman Harley Davidson Shovelhead tersebut.
”Saudara IJ menunjang mengurus sistem pengiriman dan lain-lain, tetapi akhirnya seperti ini," kata dia.
Menteri BUMN, Erick Thohir, memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang biasa disapa Ari Askhara. Pemecatan ini berkenaan bersama persoalan dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson style Shovelhead.
“ Dengan itu aku sebagai Kementerian BUMN tentu bakal memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 November 2019.
Pemecatan bakal ditunaikan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia. Untuk menggerakkan operasional perusahaan, Kementerian BUMN bakal segera menunjuk pelaksana tugas dirut.
“ Kami bakal tetap lihat lagi oknum-oknum yang bakal tersangkut di di dalam persoalan ini,” kata dia.
Pemecatan dijatuhkan terhadap Ari Ashkara ditunaikan sebab diduga motor Harley Davidson itu milik Ari Ashkara. Erick mengatakan, dugaan itu didapat dari hasil pemeriksaan komite audit.
" Bahwa dari komite audit di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA," kata dia.
Menurutnya, pembelian Harley Davidson Shovelhead itu ditunaikan terhadap April 2019 dibantu oleh IJ.
" Sementara sistem transfer dari Jakarta ditunaikan ke rekening khusus finance Manager Garuda di Amsterdam," ujar dia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta pejabat PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) yang terlibat persoalan bagasi sparepart Harley Davidson dan sepeda mahal Brompton ilegl untuk mundur. Bahkan Erick mendesak agar pegawai itu mundur hari ini.
“ Sesegera mungkin. Kalau mampu hari ini, ya, hari ini,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 Desember 2019.
Menurut Erick, kementeriannya memang menghormati azas praduga tak bersalah di dalam persoalan barang mahal tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil ketetapan dari aparat Ditjen Bea Cukai berkenaan penemuan barang-barang tersebut. http://www.pokerpantai.org/
Namun, lanjut Erick, sebagian bukti yang dilihatnya menunjukan persoalan yang benar-benar di dalam persoalan tersebut.
“ Tapi terkecuali kita lihat sekarang, bukti-buktinya luar biasa. Kita menunggu ketetapan Bea Cukai. kemungkinan tidak begitu lama, sebab mereka bekerja bersama baik. Apalagi Ibu Sri Mulyani memantau langsung, kita menunggu saja hasilnya,” kata Erick.
Dia menambahkan oknum pejabat tersebut harus berjiwa samurai dan tak boleh mengorbankan orang lain selagi menjadi dirinya bersalah.
" Kita harus berjiwa samurai, harus berani. Seorang pemimpin itu harus mempunyai posisi yang jelas. Tidak bisa, mohon maaf, terkecuali keliru justru mengobarkan orang lain. Kalau salah, ya ngaku salah. itu menjadi bagian dari leadership," kata Erick.

No comments:
Post a Comment