Banting Tulang Nyambi Jadi Driver Ojol, Kisah Pria Ini Berakhir Pilu

Pokerlegenda 88
Seorang driver ojol Grabfood meninggal dalam kecelakaan sesudah jadi korban tabrakan bersama truk pada Jumat lalu.
Yang lebih menyedihkan kembali korban jalankan dua pekerjaan sekaligus demi menjaga istri yang sakit dan menghidupi keluarganya.
Korban juga seorang karyawan sebuah perusahaan elektronik di Singapura. Dia bekerja sambilan jadi driver ojol untuk meningkatkan penghasilannya.
Hal itu terpaksa dia jalankan dikarenakan istrinya sakit sebulan yang lalu dan tidak dapat bekerja layaknya biasanya.
" Dia merupakan seorang suami dan papa yang tidak pernah merokok atau minum alkohol. Dia banyak mendukung dalam keluarga," kata istrinya.
Jenazah korban udah disita oleh keluarganya dana dibawa ke Ipoh untuk dimakamkan. Menurut jurubicara grabFood, pihak mereka tengah menghubungi keluarga korban untuk memberikan bantuan dan dukungan.
Sebelumnya, korban meninggal dunia selepas motornya bertabrakan bersama sebuah truk di Gambas Avenue pada hari Jumat lalu.
Beragam ekspresi diperlihatkan driver ojek online (Ojol) waktu pengguna jasa membatalkan pesanannya. Ada yang marah dikarenakan udah terlanjur jalan, sebagian pilih legowo bersama kelakuan pelanggan yang kadang kala seenak hati itu.
Namun ekspresi seorang sopir Ojol ini jadi viral dan diperbincangan warganet. Dia muncul menangis waktu memandang seorang pelanggan membatalkan pesanannya.
Video sopir Ojol menangis itu viral di sarana sosial usai diunggah account Instagram @ndorobeii pada Selasa, 11 Oktober 2019. Terlihat seorang pria menangis sesegukan sambil mencoba untuk bercerita permasalahannya ke seseorang yang merekam perihal tersebut.
Diketahui bahwa driver ojek online berikut bernama Darto. Menurut seorang warganet yang mengaku sebagai tetangga dari Darto kesedihanya pecah lantaran dia waktu itu tengah butuh duit untuk keluarga.
Bukannya duit yang didapat, Darto tertimpa apes dikarenakan pesanannya dibatalkan pelanggan.
" Keluarga saya kasih simak video itu, ibunya segera nangis dikarenakan kasian memandang anaknya begitu ada masalah ngidupin dia dan adiknya," ujar tetangga Darto yang tak mendambakan disebutkan namanya.
Usai videonya viral Darto sempat tak mengakui bahwa sosok di video itu adalah dirinya. Darti beralasan tak mau memicu ibunya khawatir. Meski akhirnya, Darto mengakui video tersebut.
" Dia bilang cuma sama dan katanya salah orang. ternyata pas sebagian menit kemudian dia tlp saya, bilang itu sebetulnya dia. Cuma dia gak mau membuat ibunya khawatir," tambahnya.
Disebutkan Darto merupakan seorang pekerja keras, dari mengamen hingga jadi kuli sebelum akan berprofesi sebagai driver ojek online.
" Dia pekerja keras, dari ngamen sampe nguli di jalan. saya banyak baca perihal komentar di instagram katanya mau bantum tapi Wallahualam betul atau enggaknya," ujarnya.
Darto sendiri diketahui tinggal di area Cilincing, Jakarta Utara.
" Dulu dia tetangga saya di Cilincing. Tapi sekarang saya udah di Makasar. Darto sempat sebagian tahun yang lalu ke Makasar ikut kerja bersama keluarga di sini. Sampe sekarang Darto masih tinggal di Clincing," tambahnya.
Peristiwa ini berlangsung lantaran salah satu orderan yang ia menerima dibatalkan pelangganya. Ia segera sedih dan tak kuasa menghindar air mata.
Jika tersedia niat, pasti tersedia jalan. Kalimat itu terdengar begitu gampang dan penuh motivasi. Tetapi, apakah kalimat stimulus itu efektif? Jawabannya, pasti saja efektif.
Kalimat berikut dibuktikan sendiri oleh seorang driver Grab Food satu ini. Dia dapat tetap bekerja meski cuma memiliki satu kaki.
keterbatasan fisik tidak menghalanginya mencari rezeki. Driver berikut bahkan senantiasa bekerja 10 jam sehari demi keluarganya.
Kisah ini berlangsung di Singapura. Driver diketahui bernama Syed ini kehilangan kakinya sejak 12 tahun lalu. Syed tertabrak mobil hingga mengalami luka parah. Saat itu, dia masih berusia 13 tahun.
Setelah itu, Syed terpaksa berlangsung bersama pincang lantaran kakinya tidak seutuhnya sembuh. Hingga pada 2012, kaki kanan Syed terasa paha hingga telapak kaku wajib diamputasi dikarenakan mengalami infeksi parah.
Meski cuma memiliki satu kaki, tekad Syed untuk mencari rezeki demi hidup layak bersama keluarga tidak terbendung. Sayangnya, peluang bekerja untuk difabel layaknya dia sangatlah terbatas.
Syed akhirnya menentukan berhimpun jadi driver pengantar Grab Food. Selama empat tahun, dia studi mengendarai skuter elektrik hingga akhirnya terasa mengirimkan makanan melalui Grab Food.
" Pelanggan yang pesan melalui saya senantiasa tidak yakin saya cuma memiliki satu kaki, meskipun saya berbicara segera di awal," kata Syed.
" Hanya disaat saya jalankan pengiriman kembali, mereka tahu saya difabel. Sebagian dari mereka berharap maaf ke saya," lanjut dia. Pokerlegenda 88
Setelah mahir pakai skuter elektrik, Syed dapat bekerja laiknya driver Grab Food kebanyakan di Singapura. Bahkan para pelanggan senantiasa memberikan bantuan kepada Syed.
Ada yang memberinya air minum. Ada pula yang berharap Syed cukup menunggu di lobi apartemen daripada wajib ada masalah payah naik tangga untuk mengantarkan makanan.
Setiap hari, Syed bekerja terasa pukul delapan pagi hingga dua siang lalu beristirahat. Dia bekerja kembali pukul enam sore hingga sepuluh malam.
Selama sepuluh jam sehari, Syed mendapat pendapatan antara 70-80 dolar Singapura, setara Rp718 ribu-Rp820 ribu. Dengan pendapatan sebesar itu, Syed dapat mandiri.
" Saya mau kerja keras untuk mencukupi keperluan keluarga saya. Saya juga merekomendasikan kepada difabel lain untuk mencoba dan jadi driver juga," kata dia.

No comments:
Post a Comment