Seperti Al Baghdadi, Pemimpin Baru ISIS Diklaim Keturunan Nabi Muhammad

http://www.pokerpantai.org/
Media jaringan ISIS, al Furqan Foundation, memberitakan pimpinan baru organisasi ekstrem tersebut. Dalam rilis audio yang tersebar, juru bicara ISIS mengatakan pemimpin mereka pas ini bernama Abu Ibrahim Al Hashimi Al Quraisyi.
Sama seperti pendahulu, Abu Bakar Al Baghdadi, sosok Hashimi diklaim punyai garis keturunan bersama Suku Quraisyi, Nabi Muhammad.
Tidak dijelaskan secara rinci siapa Hashimi. Kondisi itu terbilang tak biasa, gara-gara kebanyakan ISIS mengidentifikasi para pemimpinnya, juga garis keturunan dan sejarah keluarganya.
" Dewan syura berjumpa segera sehabis mengonfirmasi kesyahidan dari Sheik Abu Bakar Al Baghdadi. Para pemimpin mujahidin sepakat sehabis berkonsultasi bersama saudara-saudara mereka dan melakukan tindakan sesuai bersama niat (al-Baghdadi) mereka berjanji setia kepada Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi sebagai pemimpin baru orang-orang beriman," kata juru bicara ISIS, Abu Hamza al-Qurayshi.
Keterangan singkat yang beredar, Hashimi merupakan seorang sarjana, seorang pejuang dan 'emir perang' yang sudah memerangi pasukan Amerika dan menyadari 'perangnya'.
Rekaman suara itu juga mengonfirmasi kematian orang dekat al-Baghdadi dan juru bicara grup itu sejak 2016, Abu Hassan al-Muhajir.
Al-Muhajir terbunuh didalam operasi kombinasi AS bersama pasukan Kurdi di Jarablus di Suriah utara pada hari Minggu, lebih dari satu jam sehabis al-Baghdadi meledakkan dirinya di persembunyiannya, di provinsi Idlib, Suriah.
Pembunuhan itu merupakan pukulan ganda bagi grup ekstremis itu gara-gara nyaris tujuh bulan ISIS mengalami kekalahan di lokasi teritorialnya di Suriah.
Abu Hamza, mendesak para pengikut untuk bersumpah setia kepada 'khalifah' baru dan bicara kepada Amerika Serikat. " Jadi, jangan bersukacita Amerika atas kematian Sheik al-Baghdadi," kata Abu Hamzah.
" Tidakkah Anda menyadari Amerika bahwa negara (IS) hari ini berada di ambang pintu Eropa dan berada di Afrika Tengah? Ia juga meluas dan tersisa dari timur ke barat," ujar dia.
Pemimpin tertinggi Negara Islam Suriah dan Iraq (ISIS), Abu Bakar Al Baghdadi, dilaporkan tewas, Sabtu 27 Oktober 2019.
Kabar menyebut bahwa Abu Bakar Al Baghdadi tewas pas operasi yang digelar pasukan khusus Amerika Serikat. Berkembang kabar, dia tewas meledakkan diri bersama rompi bom.
Abu Bakar meledakkan bom bunuh diri. Meski demikian kabar ini masih belum terkonfirmasi.
Sementara itu, laman ABC menulis aksi bunuh diri Abu Bakar Al baghdadi berlangsung di sebuah gedung yang sudah diduduki pasukan AS di Idlib, Suriah.
Saat ini, tentara AS masih tunggu konfirmasi kepastian kematian dari sidik jari dan metode biometrik lain.
Gedung Putih enggan menambahkan pernyataan. Meski demikian, Presiden AS, Donald Trump sudah mengeluarkan cuitan.
Ini kisah tentang Hayfa Adi. Remaja yang dulu jadi budah grup teroris, ISIS. Dia diculik di utara Irak. Kala itu, usianya masih amat belia, baru 17 tahun.
Sejak penculikan 2014 itu, hari-harinya penuh nestapa. Selama dua th. tak tersedia hari tanpa rudapaksa. " Persis, seperti domba," kata Hayfa, dikutip dari ABC.net, Rabu 11 September 2019.
Hayfa kini tinggal di Queensland, Australia. Tapi terkadang, ingatan pas di kampung halamannya nampak kembali.
Sang putra sulung, yang masih balita, kerap menanyakan Kedatangan sang ayah, Ghazi Lalo. " Sangat sulit, amat sukar bagi kami semua," kata dia.
Bungsu mereka tidak dulu mengenal ayahnya. Dia dilahirkan di penangkaran ISIS.
Hayda dan keluarga hancur didalam genosida ISIS pada orang-orang Yazidi di Irak utara dan Suriah.
Sebanyak 7.000 anggota etnis minoritas ini terbunuh dan 3.000 hilang.
Hayfa mengaku diculik ISIS pas sedang hamil tua. Dia berada di kediamannya, di desa Kocho, bersama Ghazi dan putra sulung mereka.
" Aku sudah mengakibatkan makan siang dan kami siap makan. Sekitar sedang hari, tersedia yang mengetuk pintu," kata dia.
Ketukan itu berasal dari paman Ghazi. Sang paman berlari dan menyebut bahwa ISIS sudah di Kocho. Kampungnya.
Militan ISIS menggiring, 1.200 penduduk kampung itu gedung sekolah setempat. Mereka diminta memeluk kepercayaan yang sama bersama para anggota ISIS tersebut.
" Setelah itu mereka mempunyai orang-orang itu. Kami tidak menyadari ke mana militan ISIS mempunyai mereka," kata dia.
Saksi mata mengatakan, kepada PBB, orang-orang itu dibawa pergi dan ditembak.
Tapi, bagi Hayfa, harapan itu selalu dipegang teguh: suaminya selamat dan mampu ulang bersama keluarganya.
Agustus 2014. Tanggal itu diingat betul Hayfa dan gadis Yazidi lainnya.
Selama lebih dari dua tahun, Hayfa diperdagangkan di antara militan di Irak dan Suriah, dibeli dan dijual kembali. Dipaksa mempertontonkan anggota vitalnya.
Hayfa berulang kali dirudapaksa. Tetapi, kegelisahan terbesarnya yakni kehilangan anak-anaknya.
" Mereka menyita putra tertua saya selama satu bulan gara-gara saya tidak tidur bersama penculik saya," kata http://www.pokerpantai.org/.
Hayfa dan putra-putranya kelanjutannya melarikan diri dari ISIS disaat mertuanya membayar penyelundup untuk belanja kebebasannya.
Mereka tiba di Toowoomba, Queensland bersama visa kemanusiaan 2018. Dia join bersama komunitas Yazidi yang berkembang bersama lebih dari 800 orang.
Anak-anak Laki-laki pergi ke taman kanak-kanak dan sekolah setempat, dan Hayfa studi bahasa Inggris di TAFE.
" Saya amat nyaman di sini bersama anak-anak saya," katanya.
" Yang paling perlu adalah kehidupan anak-anakku, bukan hidupku. Dan pasti saja kalau suamiku kembali, hidupku bakal amat hebat."

No comments:
Post a Comment