Pria Gali Makam Orang Tua Demi Motor

Login di sini
Banyak orang melakukan apa pun untuk memperoleh uang. Bahkan, terkadang, cara-cara yang tak masuk akan pun dikerjakan agar pundi-pundi uang didapat.
Seorang pria Mozambik ini salah satunya. Pria yang tak disebut namanya itu diamankan polisi sebab menggali makam orang tua dan pamannya.
Dia punya niat menjajakan tulang-tulang saudaranya itu agar dapat uang tunai dan hadiah.
Pria itu dilaporkan udah menggali kuburan orang tuanya dan mengambil alih tulang mereka di dalam satu malam.
Tindakan ini dilatarbelakangi rayuan seorang pengusaha, yang berjanji untuk memberinya sepeda motor dan uang tunai senilai lebih dari US$300, setara Rp4,2 juta.
Diduga entrepreneur itu terlibat di dalam eksplorasi sumber energi mineral.
“ Bos menjelaskan kepada aku untuk mencari tulang dari orang yang meninggal tanpa sakit. Sebagai gantinya, aku akan memperoleh sepeda motor," pernyataan pelaku.
" Aku pergi ke pemakaman keluarga, menggali tulang-tulang dari kuburan ayahku, ibuku, dan pamanku," kata dia.
Usai merampok makam keluarga, dia kemudian melakukan perjalanan untuk menemui entrepreneur itu. Tapi. entrepreneur itu tidak datang.
Seorang juru berbicara kepolisian menjelaskan insiden itu merupakan masalah kelima di area itu tahun ini. Sebagian besar warga sangat percaya serangan ini mengenai bersama dengan sihir.
Biasanya nisan atau patung dibangun di atas kuburan untuk menjadi penanda atau pengingat keluarga yang menginginkan berziarah. Kalaupun patung, tak jarang yang dipasang adalah patung bersifat malaikat.
Tapi sebuah keluarga membuat penanda yang nyentrik apalagi dapat geleng kepala. Bukan patung atau nisa, keluarga dari penghuni kuburan itu memanfaatkan mobil sebagai penanda.
Sabtu 2 November 2019, mobil yang dipasang bukanlah mobil asli, melainkan replika mobil Audi Q5. Dekorasi ini ditanam di atas makam pria bernama Antonio. Selain mobil, ada termasuk patung perunggu yang menyerupai dirinya.
Tak puas bersama dengan penanda tak lazim itu, kuburan itu termasuk dipasang beragam replikasi aksesori-aksesori layaknya jaket dan sepatu Monclaire, arloji Rolex senilai 42 ribu euro (Rp657,43 juta), gelang Versace, dan beberapa cincin emas di jemari tangan kanannya.
Di sebelah patung, ada sebuah replika perunggu tas Gucci, dua smartphone, dan sebungkus rokok.
Jika diamati dari dekorasi yang dipajang untuk memperingati kematian, Antonio bukanlah sosok sembarangan. Di dunia kriminal, namanya “ kuat”. Pria berjuluk El Tonto ini merupakan pembajak truk yang tenar di dalam histori di Granada, Spanyol.
Pria itu udah ditangkap lebih dari 60 kali sepanjang bekerja sebagai pembajak truk. Antonio kedapatan melarikan truk barang, termasuk wangi-wangian dan komputer. Dia termasuk memelopori perdagangan ganja di Granada dan terhubung supermarket berisi barang-barang curian.
Antonio meninggal dunia terhadap usia 46 tahun. Uniknya, dia senantiasa dikenang oleh penduduk di kota asalnya, Pinos Puente, meskipun merupakan seorang penjahat. Dekorasi makam pun di tempatkan untuk mengenannya.
Semula, keluarga memilik Ferrari California untuk di tempatkan di makam Antonio. Tapi, Audi Q5 dipilih sebab itu adalah kendaraan yang digunakan untuk “ bekerja” semasa dia hidup.
Berziarah ke makam orangtua atau kakek nenek udah menjadi kebiasaan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, tetapi termasuk di sejumlah negara.
Demikian halnya bersama dengan Marn Chuan Lee. Warga Singapura ini punya kebiasaan yang udah dijalaninya sepanjang 39 tahun, berziarah ke makam nenek.
Marn berkunjung ke makam neneknya tiap-tiap tiga bulan sekali. Dia membersihkan dan merapikan, apalagi sampai menempatkan lampu taman di area neneknya dikuburkan di Pemakaman China Choa Chu Kang Singapura.
Selama ini, dia tidak mengetahui udah berziarah ke makam yang salah. Dia baru mengetahui kala menemukan boneka mainan, pensil warna, dan kalung tak dikenali saat makam itu digali terhadap Agustus lalu
Pria 50 tahun itu terkejut. Dia tidak dulu menyangka udah salah menziarahi makam sepanjang ini.
" Saya pikir ini udah gila. Rasanya layaknya ada orang yang menculiknya dan kami tidak mengetahui di mana dia berada," kata Marn,
Dia lantas melaporkan temuannya ke Badan Lingkungan Nasional (NEA). Pada 2 Oktober, badan itu menggali dua kuburan yang tidak diketahui pemiliknya, yang terletak bersebelahan bersama dengan makam nenek Marn.
Hasil anggapan NEA menjelaskan terdapat batu nisan yang terpasang tidak selaras. Hal itu membuat batu nisan lainnya berdekatan agar ditandai secara salah.
Sementara kuburan yang letaknya berdekatan berisi barang-barang pria. Tidak ada satupun barang punya nenek Marn yang ditemukan.
Marn selanjutnya sukses menemukan makam neneknya terhadap 11 Oktober. Penemuan itu sesudah NEA menggali kembali lima kuburan lainnya.
Juru berbicara NEA mengatakan, pemakaman dikerjakan suatu hari 39 tahun lalu. Salah satu keluarga tidak mendirikan batu nisan.
" Dan sebab ketidaksejajaran, salah satu batu nisan berada di pada dua plot kuburan," kata juru berbicara tersebut.
Hal ini berdampak terhadap sembilan makam lainnya. Juru berbicara itu menambahkan, NEA udah melakukan verifikasi sisa-sisa yang terkubur kepada keluarga terdampak dan menghendaki maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
Kasus batu nisan ini merupakan masalah pertama kali yang dihadapi NEA dari 16.800 penggalian makam sampai 30 September 2019.
Marn mengaku stress menunggu NEA menopang menemukan jenazah neneknya. " Saya tidak dapat fokus kerja, makan atau tidur," kata Marn.
Juru berbicara NEA awalannya tidak dapat melanjutkan proses lebih jauh. Karena wajib menggali kuburan yang berdekatan dan memverifikasi isinya.
Tetapi, ada beberapa kuburan yang tidak diklaim. Pihaknya termasuk terhubung peluang klaim sampai 30 September 2019. Login di sini
Data NEA menjelaskan ada 8.500 makam yang tidak diketahui pemiliknya. Setiap jenazah yang terkubur di dalam makam tak bertuan akan dikremasi dan disimpan sepanjang tiga tahun sebelum selanjutnya ditebarkan ke lautan.
Sejak itu, Marn kemudian mengkremasi jenazah neneknya. Tetapi dia mengaku kuatir menaruh abunya di krematorium, khawatir akan tercampur kembali bersama dengan jenazah lainnya.
Marn sebenarnya terlampau dekat bersama dengan neneknya. Bersama enam saudaranya, Marn diasuh oleh sang nenek sampai meninggal saat dia berusia 12 tahun.
Dia pilih menaruh abu nenek di rumahnya, sembari menunggu saat untuk menempatkannya di klenteng. " Saya baru saja mendapatkannya kembali, aku kuatir kehilangan dia lagi," ucap Marn.

No comments:
Post a Comment