Ini Sosok Pelaku Teror Siram Air Keras di Jakarta Barat

http://www.pokerpantai.org/
Polisi kelanjutannya menangkap pria berinisial FY mengenai teror penyiraman air keras yang meresehkan warga di Jakarta Barat lebih dari satu pekan ini. FY dibekuk di Jalan Meruya, Jumat 15 November 2019.
Akibat serangan acak FY, enam orang terluka. Kepala Unit 1 Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Adhi, mengatakan, lebih dari satu orang menjadi korban serangan acak ini, antara lain dua siswi SMPN 229 Jakarta Barat, Aurelia Estinov dan Prameswari.
Kdua siswi itu terkena siraman air keras di belakang rumah makan Puas di Jalan Kebon Jeruk Raya, Selasa, 5 November 2019.
Korban seterusnya yakni pedagang sayuran bernama Sakina. Dia terkena serangan waktu berada di Taman Aries Utama Blok D, Meruya Utara, Kembangan, 8 November 2019.
Tiga korban lainnya yakni Eko Soleha, Syarla Aulia Angelina, dan Widi Mahima. Tiga pelajar itu terkena siraman air keras di Gang Mawar Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat.
Mereka terkena siraman air keras pada Jumat, 15 November 2019 lebih kurang pukul 13.00 WIB.
" Kami menerima tiga laporan polisi. Pada tanggal 5 November Pada tanggal 5 November 2019 di Belakang Rumah makan Puas, Jalan Raya Kebon Jeruk, 8 dan 11 di Kembangan Jakarta Barat," kata Adhi dilaporkan Liputan6.com, Sabtu, 16 November 2019.
Menurut Adhi, tindakan FY bermula dari rasa acuh keluarga atas kondisinya. Saat FY mendapat perawatan medis di rumah sakit akibat terjatuh dari lantai tiga, tidak tersedia keluarganya yang berikan perhatian.
FY kelanjutannya meluapkan kekesalan bersama menyiram air keras ke sejumah orang.
" Pelaku menginginkan orang lain merasakan apa yang dia rasakan. Harapannya bersama begitu penyakitnya sembuh," kata dia.
Hingga waktu ini, pelaku masih di check intensif di Polda Metro Jaya. Pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Permpuan dan Penganiayaaan.
Hasanudin, seorang guru mengaji di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang disiram air keras oleh dua orang pria bernama RM dan AG. Belakangan diketahui, sosok RM merupakan selingkuhan istri korban.
Kapolsek Teluknaga, AKP Dodi Abdul Rohim, mengatakan, RM dan AG dulu gagal berencana aksi penyerangan ini.
" Harusnya (rencana pembunuhan) Rabu, malam Kamis (27/8), namun guru ngaji itu tidak ada. Akhirnya dieksekusi Jumat (29/8) pukul 22.15 WIB," kata Dodi, dilaporkan , Rabu, 4 September 2019.
Dodi mengatakan, dari pengakuan ke-2 pelaku, penyiraman disiapkan di dekat gang yang biasa dilalui korban.
Saat perjalanan, Hasanudin dicegat oleh RM dan AG. Tanpa basa-basi, RM memerintahkan AG untuk menyiram air keras ke korban.
Warga yang tahu berupaya menolong korban bersama membawanya ke rumah sakit terdekat. Tapi, sebab luka nyata-nyata kelanjutannya korban meninggal dunia, Sabtu pagi, 30 Agustus 2019.
Dodi mengatakan, air keras yang didapat RM berasal dari pabrik tempatnya bekerja.
Saat ini, polisi masih menyelidiki hubungan asmara RM, Y, istri korban, dan Hasanudin. Dodi mengatakan, pelaku berpacaran bersama istri korban selama dua tahun.
" Untuk istri korban berinisial Y, masih kami mintai keterangan sebagai saksi dan kudu lapor di Polsek Teluknaga dalam keterlibatan pembunuhan berencana," ucap Dodi.
Aksi seorang pria asal Sulawesi yang terekam video mendadak viral di tempat sosial. Aksinya memborong minuman keras yang dijual oleh warung memetik pujian.
Namun bukkan untuk ditenggak. Pria itu membeli semua minuman keras di sebuah warung untuk ditumpahkan semua. Pria itu mengosongkan isi botol-botol itu di depan pemilik warung.
Peristiwa ini terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Video ini viral melalui unggahan akun Facebook Andi Teguh Agungsah.
Lewat unggahanya itu, Andi juga berikan tahu bahwa pria berikut merupakan seorang ustaz bernama Muhammad Ikhwan Jalil.
Sambil menuangkan miras, sang ustaz menyebutkan bahwa apa yang dilakukannya itu meruapakan " proyek akhirat."
Menurut sang ustaz, ini merupakan tindakan amar ma'ruf nahi munkar. Mengajak orang lain jalankan hal-hal baik dan jauhi perihal buruk.
" Kalau kami sudah berhenti beramar ma'ruf nahi munkar lebih baik kami berhenti hidup. Dalam proyek akhirat amar ma'ruf nahi mungkar ini kami tidak main pecah-pecah, namun kami tumpahkan," katanya sambil konsisten menumpahkan miras ke tanah.
Tak hanya itu saja, sang ustaz juga medoakan si pemilik warung supaya diberkahi Allah SWT.
" Insyaallah ibu menjadi berkah, dunia itu bukan dari banyaknya duwit namun dari berkahnya Allah SWT," tambahnya.
Video yang beredar di tempat sosial berikut mengambil perhatian publik. Banyak warganet salut bersama apa yang ditunaikan oleh sang ustaz, tak heran unggahan berikut pun dipenuhi komentar warganet. http://www.pokerpantai.org/
" Maasya Allah. Berkah perjuanganta ustadz," komentar akun Gito Sukamdani Yvc-i.
" MasyaAllah,,,lbih kepada berikan umpama dan tdk merugikan penjual,,,mantapp," kata Idha Yani.
" Assalamu'alaikum , Mantap ust. Tetapi lebih mantap kembali klo tokoh penjualx ditutup ato sekalian pabrikx di ditutup bahkan klo sdh tersedia perdax tentang larangan miras," timpal Muhhusain Husain.
Sementara akun Anna Putry Qalsum menulis, " Masya Allah... Sehat sll pak Ustadz... Perjuangan Akhirat yg Berkah... Aamiin Yarabbal Alamiin."
" Masya Allah hormatku buat. Pak Ustas Ikhwan Abu Umar," komentar akun Suri Afif.

No comments:
Post a Comment