Geger Penemuan Patung Kuda Diduga Emas Nyangkut di Jaring Ikan

http://www.pokerpantai.org/
Muhammad Yusuf jadi perbincangan dan pemberitaan banyak tempat massa sesudah mendapatkan " harta karun" .
Nelayan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini tak sengaja mendapatkan patung kuda yang dipercayai terbuat dari emas pada Senin 28 Oktober 2019.
Yusuf mendapatkan patung yang terbuat dari logam berwana kekuningan berikut waktu sedang menjala ikan di sungai Kahayan.
Rabu 30 Oktober 2019, Yusuf menceritakan kronologi penemuan patung tersebut.
Penemuan itu berawal kala dirinya pergi menjala ikan di sungai kurang lebih jembatan Kahayang. Saat tiba di lokasi, Yusuf langsung menebar jala di beberapa titik.
" Pas rela menarik jala, aku terasa berat sekali. Saya telah bahagia gara-gara berpikir ikan besar. Eh tahu-tahunya, patung kuda," ucap Yusuf.
" Dengan hati berdebar-debar, aku langsung mempunyai pulang ikan dan patung kuda itu ke rumah," tambahnya.
Penemuan itu sontak menyebabkan heboh warga setempat. Sejumlah masyarakat, terhitung poli, berbondong-bondong datang ke kediaman Muhammad Yusuf untuk melihat patung kuda tersebut.
Meski begitu, sampai kini belum diketahui asal-muasal patung kuda tersebut. Belum sanggup dipastikan pula apakah patung itu sangat terbuat dari bahan emas atau bukan.
Para arkeolog mendapatkan temuan perlu histori bangsa Maya di Semenanjung Yucatan, Meksiko. Temuan itu berwujud harta karun yang sempat dinyatakan hilang.
Menurut pengakuan Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko, gua dipenuhi bersama lebih dari 150 artefak, umpama alat pembakar dupa, vas, dan piring hias yang dihiasi bersama wajah dewa kuno dan ikon agama lainnya.
Kuburan itu dipercayai hanya satu dari tujuh kamar suci dalam terowongan yang dikenal sebagai Balamku atau Dewa Jaguar.
Terowongan itu yang berada di bawah Chichén Itza, kota yang pernah menampung jutaan warga pada abad ke-13.
INAH menyebut, artefak itu barangkali tidak tersentuh oleh tangan manusia selama lebih dari 1.000 tahun.
Gua itu awalannya ditemukan pada 1966 oleh arkeolog Victor Segovia Pinto. Tetapi, Victor tidak pernah menggali temuan itu. Dia justru menghendaki petani setempat untuk menutup pintu masuk gua gara-gara alasan yang tetap belum diketahui.
Catatan Victor perihal temuan itu terhitung disebut hilang. Misteri wilayah kamar rahasia itu akhirnya perlu lima dekade untuk dipecahkan.
Harta karun itu ditemukan kembali pada 2018 waktu arkeolog mencari sumur suci di bawah kota. Situs sumur suci itu disebut dikunjungi hanya seorang manusia selama satu milenum terakhir.
Temuan kamar penuh harta karun itu disebut penuh perjuangan. Para arkeolog disebut mesti merangkak selama berjam-jam melalui jaringan klaustrofobik yang gelap gulita di bawah kota hanya untuk menuju pintu masuk gua.
Ketua penyelidik dari INAH, Guillermo de Anda, mengatakan, temuan ini akan menuntun peneliti dalam mempelajari harta artefak yang tidak tersentuh di dalam gua. Sehingga, diinginkan sanggup lebih mengetahui budaya ritual gua Maya. http://www.pokerpantai.org/
" Balamku tidak hanya sanggup memberi mengetahui kita waktu keruntuhan Chichen Itza, tapi terhitung sanggup memberi mengetahui kita permulaannya," kata de Anda.
" Sekarang, kita memiliki konteks yang tetap belum terbuka, bersama sejumlah besar informasi, terhitung bahan organik yang sanggup digunakan, yang sanggup kita memanfaatkan untuk mengetahui perkembangan Chichén Itza," ujar dia.

No comments:
Post a Comment