Viral, 4 Bocah Bersepeda Jauh Demi Kembalikan Dompet Isi Rp900 Ribu

www.pokerpantai.org -Cerita tentang kejujuran nyatanya tetap bisa kita temukan di Indonesia. Tak hanya di kalangan orang dewasa namun terhitung anak umur sekolah.
Seperti kisah empat bocah sekolah di Blitar, Jawa Timur ini. Mereka sudi mengayuh sepeda jauh di tengah terik matahari untuk mengembalikan dompet memuat duwit Rp900 ribu kepada pemiliknya.
Kisah ini dibagikan oleh pengguna Facebook, Aris Dwi Cahya Ningrum. Wanita ini mengunggah foto empat bocah itu di akunnya pada 6 Agustus 2019 lalu.
" Ya Allah nak... Ini real ya... Dompet aku jatuh dan di didalam ada duwit 900 rb ... Dan dikembalikan dari klampok hingga di sentul pipp dia ngontel gek panas" ya Allah nakk.. Umur smono km jujurmenn,aku jan terharu," tulis Aris, diakses pada Minggu 11 Agustus 2019.
Klampok dan Sentul merupakan dua desa di dua kecamatan tidak serupa di Blitar. Jarak antara keduanya hampir puluhan kilometer.
Empat anak tersebut, dua orang duduk di bangku SMP dan dua lainnya tetap SD. Mereka abaikan terik matahari demi mengantar dompet yang mereka temukan ke pemiliknya seusai pulang sekolah.
Kisah berikut menjadi viral di media sosial. Banyak warganet mengaku terpesona dan bangga atas kejujuran empat anak tersebut.
" Anak anak yang belum ternodai hatinya.. smoga kelak anak2 ku layaknya itu.. amin," tulis @Mendhiank SteelButterfly.
" Semoga kebaikan adik2 dibalas oleh Allah dgn keberkahan yg abadi..Amiinnn..," tulis @Sunan Nandar.
" Ya Allah Le.. mugo2 sampek gede panggah dadi anak sing jujur ,sholeh (Ya Allah Nak.. semoga hingga dewasa selalu menjadi yang jujur, sholeh)," tulis @Mbak Nung.
Ketika kecil kita sering diajarkan untuk tidak menyita barang yang bukan menjadi punya kita. Terutama ketika menemukan barang punya orang di tengah jalan.
Pelajaran ini dihayati benar oleh dua siswa ini.
Dikutip dari All K Pop, Minggu 9 Juni 2019, dua pelajar SMP, Kang Tae Won dan Han Woong, menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalan. Mereka menemukannya ketika pulang dari tempat bimbingan belajar.
Setelah diperiksa, ternyata dompet itu punya pria bernama Oh Sang Jin. Ada segepok duwit senilai 300 ribu won atau kira-kira Rp3,59 juta.
Tae Won dan Han Woong memastikan untuk mengembalikan dompet itu ke rumah si pemilik.
Oh tawarkan hadiah kepada dua pelajar jujur itu. Tapi, keduanya menolak.
“ Kami tak sengaja menemukannya. Kami tidak melacak kompensasi ketika mengembalikan dompet itu,” kata Tae Won.
Tersentuh bersama kebaikan hati Tae Won dan Han Woong, pria itu memastikan untuk selalu memberikannya hadiah.
Kebetulan pria itu merupakan alumni sekolah SMP tempat dua pelajar ini mengenyam pendidikan.
Oh mengirimkan 125 kotak pizza ke SMP Seogwipo, Korea Selatan.
Pria ini bangga bersama kejujuran dua pelajar ini. Disebutkan terhitung ratusan pizza ini senilai bersama kuantitas duwit yang ditemukan oleh dua pelajar itu.
Tang Shaolong menjadi percakapan warganet sehabis membiayai transplantasi sumsum tulang belakang bersama 200 ton lobak. Lobak ini merupakan `hadiah` dari pemilik dompet yang tak sengaja ditemukannya di jalan.
Dikutip dari Next Shark, Senin 1 April 2019, pria asal Tang Yixuan, Tiongkok, pusing tujuh keliling ketika sang anak divonis mengidap sindrom hemophagotic. Dia mesti melacak duwit sebesar 400 ribu yuan (Rp848,77 juta) untuk transplantasi sumsum.
Dengan profesinya sebagai penjaja lobak, tentu saja dia tak punya duwit ratusan juta rupiah berikut untuk membiayai operasi mahal itu
Shaolong dan keluarganya sudah membayar 200 ribu yuan (Rp424,38 juta) untuk cost perawatan di rumah sakit. Namun bukan dari kocek sendiri. Sebagian besar duwit itu dipinjam dari keluarganya.
Sampai akhirnya, pria ini menemukan dompet memuat duwit tunai 20 ribu yuan (Rp42,44 juta), kartu bank, kartu bisnis, dan SIM.
Semula, Shaolong senang gara-gara keluarganya butuh duwit untuk operasi. Tapi, dia berubah pikiran. Dia berpikir duwit itu punya seseorang yang terhitung membutuhkan.
" Jujur, begitu menyaksikan banyak uang, aku benar-benar senang. Saya mulai Tuhan mengerti aku risau pada duwit untuk menyelamatkan anak saya. Tapi, di anggapan kedua, aku mulai duwit itu bakal digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang di rumah sakit," kata dia.
Akhirnya, Shaolong mengembalikan dompet kepada sang pemilik, Ding Yilong yang sama-sama berprofesi petani. Sebagai rasa terima kasih, pria ini menghendaki menambahkan Shaolong, namun Laki-laki itu menolaknya.
" Kalau imbalan itu merupakan hadiah dari kerja keras, aku bakal menerimanya. Tapi, aku hanya mengembalikan barang punya orang lain, " kata Shaolong.
Dilong menambahkan 200 ton lobak untuk dibudidayakan. Lobak-lobak ini bakal ditumbuhkan untuk cost pengobatan anak Shaolong.
" Saya memastikan untuk mendonasikan lobak kepada Shaolong dan kita bisa menjualnya bersama untuk anaknya," kata www.pokerpantai.org.
Kejujuran Shaolong dan ketulusan Dilong berbuah benar-benar manis. Cerita ke dua pria ini keluar di harian lokal, Qilu Evening, pada hari Minggu.
Dua hari setelahnya, 209 ton lobak ludes. Penjualannya mencapai 500 ribu yuan (Rp1,06 miliar).
Uang ini lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan anak Shaolong.

No comments:
Post a Comment