
Pantaipoker dominoqq -Setelah Perang Dingin usai dengan pecahnya Uni Soviet menjadi Rusia, Amerika Serikat otomatis udah tidak mempunyai pesaing kembali di dalam hal teknologi militer.
Namun status negara adidaya itu sepertinya cuma berjalan singkat. Banyak negara yang merasa membenahi alat utama sistem pertahanan atau alutsista mereka.
Salah satu pesaing Amerika datang dari Asia yakni China. Negara ini keluar sebagai tidak benar satu kemampuan militer baru yang tak kalah jikalau dibandingkan dengan AS.
Dalam acara Parade Militer untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-70, China perlihatkan senjata-senjata canggih yang amat menakutkan.
Parade yang digelar di Lapangan Tiananmen terhadap 1 Oktober itu begitu memukau hingga menarik perhatian semua dunia.
Salah satu alutsista mengerikan yang dipamerkan di Parade Militer itu adalah rudal antarbenua Dongfeng-41 (DF-41).
Dongfeng-41 adalah rudal balistik antarbenua yang memilih kecepatan 7.672 mil/jam atau 12.346 km/jam selagi diluncurkan di udara.
Rudal ini dilaporkan miliki jangkauan 15.000 kilometer atau yang terjauh dari tiap-tiap rudal nuklir yang ada di dunia saat.
Kalau boleh dianalogikan, rudal DF-41 ini dapat menjangkau dan menghancurkan hampir tiap-tiap sudut planet Bumi.
Karena itu, AS sebaiknya merasa cemas dengan kemajuan teknologi militer China, terlebih dengan rudal DF-41 ini.
Yang lebih mengerikan lagi, DF-41 diklaim dapat mempunyai 10 hulu ledak nuklir. Dengan kemampuan terbang 25 kali kecepatan suara, DF-41 dapat menjangkau AS cuma di dalam 30 menit.
Selain rudal DF-41, China terhitung perlihatkan peluru kendali yang dinamakan Dongfeng-17 (DF-17).
Rudal hipersonik berkemampuan nukli ini secara teoritis dapat bermanuver tajam terhadap kecepatan suara berkali-kali, membuatnya amat susah untuk dilawan anti-rudal musuh.
Nozomu Yoshitomi, seorang pensiunan jenderal di Pasukan Bela Diri Darat Jepang, mengatakan, DF-17 menjadi ancaman nyata-nyata bagi efektivitas sistem pertahanan rudal regional yang sedang dibangun oleh AS dan Jepang.
Jika digabungkan dengan jumlah anggota People's Liberation Army (PLA) yang capai dua juta, maka China amat dapat menyebabkan AS hancur lebur di dalam 30 menit.
Persaingan senjata pada Rusia dan Amerika Serikat tak pernah berujung. Kali ini, giliran Rusia yang unjuk kemampuan dengan menguji cobalah rudal jelajah bernama Tsirkon, alias Zircon.
pada hari Minggu selanjutnya sebuah siaran berita televisi Rusia membahas rudal jelajah yang menjadi ancaman nyata bagi militer Amerika Serikat itu. Misil ini dapat diluncurkan dari atas kapal perang.
Menurut Popular Mechanics, sebagaimana dikutip inquisitr.com tersebut, kemampuan rudal jelajah Zircon diklaim amat mengejutkan. Senjata mematikan ini dapat melaju dengan kecepatan hipersonik, 6.000 mil perjam. Atau kira-kira 9.656 kilometer perjam.
Laporan terhadap uji cobalah Desember silam menyebut bahwa misil ini dapat melaju dengan kecepatan 1,7 mile perdetik. Itu berarti dapat terbang dengan kecepatan 6.138 mile perjam. Atau kira-kira 9.878 kilometer perjam.
Keberadaan rudal jelajah Zircon sepanjang ini udah menjadi rahasia umum di kalangan intelijen Amerika Serikat. Namun, terhadap Februari selanjutnya Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru mengonfirmasi bahwa negaranya mengembangkan rudal ini.
" AS pernah mencari dominasi world melalui program misilnya. Mereka perlu meninggalkan ilusi, kami dapat senantiasa merespons dengan respons timbal balik," kata Putin di dalam pidato kira-kira tiga minggu lalu. Putin terhitung mengklaim bahwa kemampuan rudal hipersonik ini " tak terkalahkan."
Pada hari Minggu, layaknya dilaporkan melalui Twitter oleh jurnalis sekaligus pengamat Rusia, Julia Davis, di dalam laporan mengenai rudal Zircon, sebuah siaran berita televisi negeri Beruang Merah itu mengklaim " sistem pertahanan rudal AS beralih menjadi debu."
Menurut laporan Fast Company, rudal itu awalannya dirancang untuk menarget kapal. Tetapi saat ini dipercayai terhitung miliki kemampuan menyerang tujuan di darat. Pantaipoker dominoqq
Sementara, laman Navy Recognition mengutip sebuah sumber yang menyebut bahwa uji cobalah peluncuran rudal Zircon melalui kapal perang angkatan laut dapat dikerjakan akhir 2019.
" Fregat kelas Laksamana Gorshkov, terhitung dikenal sebagai Proyek 22350, dari Armada Utara dapat digunakan," kata sumber itu. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai informasi ini.
Navy Recognition terhitung menyebut rudal Zircon miliki kemampuan yang lebih besar untuk menghancurkan kapal induk.
Menurut intelijen AS menyebut bahwa Rusia siap mengolah misil Zircon merasa 2021 dan mengoperasikannya terhadap awal 2022. Celakanya, laporan itu menyebut sistem pertahanan AS tak dapat mencegah ancaman itu.

No comments:
Post a Comment