Mirip Konsep MLM, Pembunuh Bayaran Sewa 4 Pembunuh Lain

www.pokerpantai.org
seorang pembunuh bayaran mendapat tawaran seorang pebisnis untuk membunuh sasarannya. Menerima tawaran tersebut, si pembunuh itu inginkan tangannya tetap bersih.
Dia selanjutnya mengambil keputusan menyewa pembunuh bayaran lain. Satu yang tak disadari pria itu, si pembunuh yang disewanya ternyata menyewa pembunuh bayaran lain untuk selesaikan tugas tersebut.
Upaya pembunuhan ini merupakan buntut perselisihan antara Wei Mou dan, pengembang real estat, Tan Youhui, terhadap 2013.
Youhui yang risau mengalami peradilan panjang panjang di meja hijau, menyewa pembunuh bayaran bernama Xi Guangan. Pembunuh bayaran pertama ini diiming-imingi uang sebesar 2 juta yuan, setara Rp3,9 miliar
Tapi, Xi enggan menjadi eksekutor. Dia menghubungi pembunuh bayaran lainnya, Mo Tianxiang, dengan iming-iming bayaran setengah berasal dari bayarannya.
Estafet berlanjut. Mo lantas mengambil keputusan untuk menghubungi pembunuh bayaran ketiga, Yang Kangsheng. Pembunuh bayaran ketiga itu diimingi uang seharga 770 ribu yuan.
Sebanyak 270.000 yuan bakal dibayar dimuka, dan 500.000 yuan bakal diserahkan sehabis eksekusi.
Berhentikah sampai disitu? Tentu tidak.
Si pembunuh sewaan ketiga ini kembali mencari pembunuh lain untuk menggerakkan eksekusi. Yang Kangsheng selanjutnya bersua dengan pembunuh bayaran bernama Yang Guangsheng.
Kontrak selanjutnya sampai terhadap pembunuh bayaran kelima bernama Ling Xiansi.
Ling rupanya marah gara-gara honor yang di terima benar-benar kecil. Alih-alih membunuh, Ling malah datang ke target pembunuhan dan memintanya memalsukan kematiannya sendiri.
Kondisi inilah yang menyebabkan polisi mencari tahu. Pengusaha dan semua pembunuh itu semua dihukum gara-gara percobaan pembunuhan oleh pengadilan di Nanning, Guangxi, sehabis persidangan yang berlangsung tiga tahun.
Dari persidangan yang berjalan, Tan, yang mempekerjakan pembunuh bayaran asli, dipenjara sepanjang lima tahun. Sementara Xi, pembunuh bayaran pertama, dijatuhi hukuman tiga th. enam bulan.
Yang Kangsheng dan Yang Guangsheng dijatuhi hukuman tiga th. tiga bulan. Adapun, Mo dijatuhi hukuman tiga tahun, dan Ling dihukum dua th. tujuh bulan.
Seorang wanita yang menjadi pembunuh bayaran bagi salah satu kartel paling kejam di Meksiko menyebabkan pernyataan yang mengerikan berasal dari sel penjaranya.
Dia mengklaim tetap melakukan jalinan intim dengan para korban yang dibunuhnya dan meminum darah mereka.
Laporan fasilitas Meksiko mengatakan Juana, 28 th. - yang dikenal sebagai 'La Peque' (Si Kecil) - berasal dari kartel Zetas menyebabkan pernyataan berasal dari Penjara Baja California, Meksiko.
Juana mengatakan sejak tetap kecil dirinya sudah bahagia memberontak, dan lantas menjadi pecandu narkoba dan alkohol.
Wanita kelahiran Hidalgo ini lantas hamil oleh seorang pria yang usianya 20 th. lebih tua berasal dari usianya yang tetap 15 th. sementara itu.
Untuk bertahan hidup dengan anaknya, Juana bekerja sebagai PSK, sampai selanjutnya terperangkap ke didalam dunia kartel yang kejam dan berbahaya.
" Awalnya aku menjadi seorang 'halconeo' yakni mata-mata untuk mengawasi patroli polisi dan tentara," katanya kepada Central European.
Pekerjaannya mengharuskan ia tetap waspada sepanjang delapan jam. Jika gagal, Juana mengatakan dia diikat dan diberi makan satu taco per hari.
Selama bekerja untuk kartel dia menjadi saksi sejumlah moment mengerikan, juga pecahnya kepala seorang pria yang dipukul dengan gada.
" Jika ingat itu, aku jadi sedih dan tidak inginkan berakhir seperti itu," kata Juana.
Namun gara-gara kerap melihat penyiksaan dan pembunuhan yang brutal, kengerian Juana terhadap darah berubah menjadi sensasi yang menyenangkan baginya.
Situs berita lokal Denuncias mengklaim Juana jadi 'merasa bahagia dengan darah, dia lebih-lebih mandi di dalamnya sehabis membunuh korban-korbannya'.
" Aku lebih-lebih meminumnya disaat tetap hangat," kata www.pokerpantai.org.
Denuncias mengklaim Juana juga melakukan jalinan intim dengan korban-korbannya yang sudah dipenggal kepalanya.
" Dia mendapat sensasi sensual dengan mayat-mayat tanpa kepala itu," tulis Denuncias.
Saat ini La Peque tetap menanti keputusan mengenai hukumannya di Penjara Baja California.

No comments:
Post a Comment