Kisah di Balik Rumah Usang di Halaman Apartemen Thamrin, Tolak Gusuran Rp2,5 M

Pantaipoker dominoqq -Menurut Chairul, tanah tersebut dulunya merupakan permukiman warga. Sampai kelanjutannya pihak pengelola apartemen membeli tanah sampai menyisakan rumah, yang cuma keluar genteng batanya.
Chairul menolak tawaran pihak apartemen sebab terkesan arogan. Cara inilah yang bikin istrinya sakit hati.
" Istilahnya dirangkul kitanya, ngomong baik-baik, enggak diintimidasi," ucap dia. Chairul mengatakan, rumah itu dulu ditawar Rp2,5 miliar.
Elis mengatakan, rumahnya dilirik pada 2005. Pihak apartemen meminta tanah itu dijual, jikalau tidak, rumah itu dapat digusur.
" Lama-lama warga takut, menjual dengan harga semurah-murahnya," kata Elis.
Sejumlah rumah di kira-kira rumah Elis terasa rata dengan tanah pada 2009 sampai 2010. Elis bertahan dan tak mau tanah miliknya dijual, diganti uang.
Ketua RT setempat, Wasroni, menceritakan asal-muasal tanah tersebut sebelum akan apartemen berdiri.
Wasroni mengakui, Elis pribumi asli dan jauh lebih dulu tinggal dengan keluarga besarnya. Soal sertifikat Roni meminta hal itu ditanyakan langsung ke pemilik.
" Kalau itu sih kebanyakan tanah-tanah numpang aja. Merasa dirinya berpuluh-puluh tahun," tuturnya.
Sekian tahun berjalan, gesekan pada apartemen dan Elis mereda. Wasroni jarang menerima laporan keributan perebutan lahan. Terkadang, Elis juga melipir ke rumahnya berbaur dengan warga.
Wasroni memandang pihak apartemen membiarkan Elis hidup di halamannya. Keduanya tak mau mengalah. Saling tak peduli. Pantaipoker dominoqq

No comments:
Post a Comment