Film Lo Ban Teng Bakal Gabungkan Bintang Indonesia dan China
Film Lo Ban Teng Bakal Gabungkan Bintang Indonesia dan China
Film kungfu Lo Ban Teng, yang diproduseri aktor sekaligus produser Ki Kusumo, akan digarap dalam masa-masa dekat. Film yang diadaptasi dari cerita hidup pendekar asal Hokkian China ini menelan ongkos produksi sampai puluhan miliar rupiah.
Ki Kusumo mengungkapkan, fim itu menjadi karya film termahalnya, sebab mengambil tiga tempat sekaligus, yaitu Tiongkok, Semarang dan Jakarta.
Film laga ini pun adalahfilm perpaduan antara bintang-bintang Indonesia dan China. "Jadi saya gabungkan antara aktor dan aktris Indonesia dengan China, terdapat bintang impor," kata Ki Kusumo di Jakarta, Sabtu (19/10).
Bahkan, lanjut Ki Kusumo, guna sutradara dan kru film, nantinya terdapat yang direkrut dari Hongkong. "Makanya pasar film Lo Ban Teng tidak melulu untuk di dalam negeri, namun pun mancanegara," sambung pemeran film The Police Movie ini.
Lo Ban Teng berkisah mengenai seorang pemuda dari Desa Ciobee, Hokkian. Di desa itu dia bareng keluarganya ialah pendatang. Ayahnya, Lo Ka Liong membuka usaha arak mempunyai nama Kim Oen Hap. Sejak umur 14 tahun, Lo Ban Teng telah belajar kungfu pada seorang guru di desanya.
Merasa lumayan tangguh, dia petantang-petenteng di depan segerombolan pemuda dan menantang bertarung. Sayangnya, bukan menjadi orang sangat terakhir berdiri, Lo Ban Teng malah babak belur dihajar habis-habisan. Dasar kepala batu, selepas kejadian itu keinginannya guna belajar kungfu malah makin kuat. Ayahnya was-was dengan ambisi Lo Ban Teng.
Saat usianya 17 tahun, Lo Ban Teng dikirim ayahnya ke Kampung Selan, Semarang, Jawa Tengah. Di sana, dia melulu bertahan 7 bulan. Lo Ban Teng menyimpulkan kembali ke Tiongkok.
Sekembalinya dari Semarang, Lo Ban Teng mendengar mengenai adanya ilmu gingkang atau melompat melebihi tinggi tubuhnya sampai ke atas genteng. Sejak saat tersebut dia pulang menekuni kungfu. Dia menghamba pada guru tua kurus mempunyai nama Yoe Tjoen Gan, sampai menemukan rahasia kiat pukulan dahsyat, Kuntao Ho Yong Pay.
Ketika gurunya meninggal, Lo Ban Teng tetap belajar kungfu pada guru yang lain, sampai mendapatkan teknik tendangan geledek dari Heng Goan Say. Di samping kungfu, Lo Ban Teng pun mempelajari ilmu pengobatan. Dari sini, Lo Ban Teng juga dikenal sebagai sinshe. Itu dia kerjakan dengan niat membantu orang.


No comments:
Post a Comment