Perempuan Ini Sembuhkan Depresi Akibat Perundungan saat Kecil dengan Mewawancarai Pelakunya - PANTAIPOKER

Breaking

Monday, February 22, 2021

Perempuan Ini Sembuhkan Depresi Akibat Perundungan saat Kecil dengan Mewawancarai Pelakunya

Perempuan Ini Sembuhkan Depresi Akibat Perundungan saat Kecil dengan Mewawancarai Pelakunya

Perempuan Ini Sembuhkan Depresi Akibat Perundungan saat Kecil dengan Mewawancarai Pelakunya

Jika anda pernah diintimidasi atau dikucilkan waktu tetap anak-anak atau remaja, kemungkinan tidak mengejutkan bahwa penelitian udah menunjukkan bagaimana viktimisasi kawan sebaya dapat punyai dampak jangka panjang. Hal ini berjalan pada Simone Ellin.   Pantaipoker Dominokiu  



Selama beberapa dekade, Simone bergumul dengan depresi tingkat rendah, kecemasan, dan perasaan tidak mampu, dan juga prestasi rendah yang tetap berlanjut, meskipun udah meniti terapi bertahun-tahun. Simone tidak membantah bahwa kasus kebugaran mentalnya berasal berasal dari intimidasi yang ditemuinya di sekolah, pengalaman yang membuatnya malu seumur hidup.


Hipersensitivitas Simone sendiri udah menjadikannya obyek yang prima untuk penindasan dan pengucilan, didalam waktu yang lama. Suatu hari, di th. 2019, disaat Simone berada di area kerja, ia mulai mengayalkan seorang gadis yang pernah menolaknya di kelas 7.


Penolakan itu tetap mulai menyengat tiap tiap kali ia memikirkannya. Simone bertanya-tanya apakah gadis itu ingat bagaimana ia mengakhiri persahabatan mereka dan apakah ia punyai penyesalan.


Tiba-tiba Simone mendapat ide. Ia dambakan mewawancarai mantan kawan sekelasnya di sekolah menengah dan atas, tidak cuma orang-orang yang menindasnya, tetapi termasuk semua kawan perempuannya, termasuk para pengganggu, yang diintimidasi, dan mereka yang tampaknya bukan keduanya.


Simone dambakan menanyakan perihal pengalaman mereka dengan dunia sosial disaat sama-sama tumbuh di kota Westcester, New York. Simone mendapatkan inspirasi bagus untuk mengesampingkan ketidaknyamanan yang ia rasakan perihal menghubungi orang yang didalam beberapa kasus, belum pernah ia ajak bicara selama 40 tahun.


Berkat sarana sosial, ia dengan mudah mendapatkan banyak mantan kawan sekelasnya pernah yang membuatnya sampai depresi. Ia mulai mengirim pesan kepada mereka semua untuk menyatakan proyeknya dan menanyakan apakah mereka bersedia untuk berpartisipasi.


Banyak perempuan yang ia hubungi, langsung menanggapi. Beberapa orang mengakui tidak ingat banyak perihal tahun-tahun itu, sedangkan yang lain antusias dan menyatakan kepada Simone, bahwa mereka punyai banyak hal untuk dibagikan.


Sejauh ini, Simone udah mewawancarai nyaris 30 orang dan ia menghendaki dapat mewawancarai lebih banyak orang. Terkadang, seseorang menindas orang lain karena seseorang menindasnya.


Ini pasti berjalan dengan keliru satu mantan kawan sekelas yang Simone hubungi, yang tanpa henti menyiksa Simone selama sekolah menengah sampai ia depresi. Awalnya, orang ini enggan bicara dengan Simone, ia melewatkan pesan Simone di Facebook.


Orang pertama yang dihubungi Simone menunjukkan penyesalannya karena sebabkan Simone depresi


Namun karena Simone tetap mengiriminya pesan, pada akhirnya ia membalas dengan permohonan maaf. Simone menyakinkannya bahwa dirinya sedang mewawancarai semua perempuan di kelas mereka, tidak memilihnya, dan secara mengejutkan, beberapa waktu kemudian, teleponnya berdering berasal dari si mantan pengganggu itu.


"Saya sangat menyesal," katanya berulang kali selama panggilan telepon mereka. Bahkan ia bersumpah bahwa ia bukan orang jahat.


Mantan pengganggu ini mengungkapkan beberapa trauma yang ia alami dan mendengarnya secara langsung, Simone mulai ada yang berbeda. Simone pada akhirnya dapat memaafkannya, yang membantunya untuk memaafkan diri sendiri.


Simone terperanjat mengetahui bahwa banyak berasal dari gadis populer membayar mahal untuk mempertahankan standing sosial mereka. Seperti yang dikatakan seorang mantan pemandu sorak kepada Simone, gadis-gadis didalam kelompoknya begitu kejam satu sama lain, supaya mereka tumbuh tidak mempercayai perempyan lain.


Perempuan lain, yang Simone anggap populer, pintar, dan cantik mengetahui sejak awal bahwa kesepian itu tidak baik dan ia perlu berkorban untuk punyai teman. Ia sharing cerita perihal menjadi anggota berasal dari kelompok yang mengecualikan kawan sekelasnya di kelas 7.


Simone bicara dengan sekitar 5 perempuan yang sangat atletis selama tahun-tahun sekolah menengah dan atas. Semua berasal dari mereka menyatakan bahwa atletik berguna sebagai aspek pelindung didalam mengelola tekanan sosial jaman kanak-kanak dan remaja.


Pandai olahraga sebabkan mereka mulai yakin diri dan mendobrak batasan yang ada di sekolah sejak mereka bermain didalam tim dengan anggota beraneka kelompok teman. Seperti yang dikatakan seorang perempuan yang rubah ke sekolah Simone di kelas 9, ia mulai punyai keyakinan diri dan pengakuan atas kemampuannya, dan juga kredibilitas.


Atlet lain sharing cerita menyentuh perihal menjadi kapten tim di kelas olahraga. Ia mengingat bagaimana, disaat memilih tim, seorang perempuan di kelas mereka selamanya dipilih terakhir.


Percakapan Simone dengan beberapa kawan sekelasnya menegaskan bahwa banyak perempuan yang tampaknya punyai kehidupan prima dan berkembang, ternyata termasuk berjuang, sama layaknya kami semua. Bahkan Simone mulai kesulitan mendapatkan beberapa perempuan yang menjadi korban penindasan paling parah.


Ia berpikiran banyak yang tidak dambakan ditemukan dan udah memilih untuk meninggalkan jaman kecil dan remaja mereka jauh di belakang dan tidak pernah melihat ke belakang. Seorang perempuan ingat pernah diintimidasi pada beraneka waktu selama sekolah dasar dan menengah.


Pelaku bully kebanyakan punyai kasus depresi yang sama dengan dirinya


Di kelas 9, ia putus sekolah dan melarikan diri, pada akhirnya berakhir di sekolah swasta, di mana perundungan itu lebih-lebih lebih parah. Di sekolah ketiga, perempuan ini menjadi pengganggu dan akan menendang anak lain dengan sandalnya, supaya ia mulai kuat.


Ketika ia melanjutkan proyeknya dan mulai mengolah apa yang ia pelajari, ia secara terduga mendapati dirinya merefleksikan peerilakunya sendiri selama tahun-tahun itu. Ia mengetahui ada kalanya ia memilih untuk mulai layaknya korban.


Ia mengetahui ada kawan sekelas yang mengagumi bakat musiknya, mengira ia cantik dan baik hati, tetapi didalam beberapa kasus, ia sangat sibuk dengan diri sendiri sebagai korban untuk dapat mengenali kasih sayang mereka. Simone termasuk dipaksa untuk mengakui bahwa ia tidak selamanya baik kepada orang lain.


Meskipun ia tetap tidak yakin bahwa ia pernah secara terang-terangan menindas siapapun, ia pasti bergosip perihal orang lain dan jauhi kawan sekelas yang ia khawatirkan dapat mengancam standing sosialnya yang lemah. Simone termasuk menyesal tidak menghubungi orang-orang yang mulai diri mereka dikesampingkan, disaat ia punyai kesempatan.


Simone senang dengan nyaris tiap tiap percakapan yang dilakukannya. Proyek ini berikan Simone kesempatan untuk memaafkan para perempuan yang pernah menolak dan menyiksanya.


Yang paling penting, pengalaman berhubungan kembali dengan para perempuan ini udah menunjang kurangi rasa tidak safe dan malu selama bertahun-tahun. Ia tidak kembali melihat dirinya lebih rendah berasal dari para perempuan populer.


Nyatanya, proyeknya disambut dengan kekaguman dan suka ria berasal dari banyak perempuan yang ia dambakan buat terkesan begitu lama. Perubahan ini udah menaikkan keyakinan dirinya dan Simone punyai keyakinan baru pada kekuatan, keberanian, dan kelayakannya sendiri.


Terlebih lagi, peningkatan citra dirinya punyai implikasi positif untuk pekerjaan, hubungan, dan perasaan sejahteranya secara umum. Simone tidak akan menyatakan bahwa style proyek ini pas untuk semua orang dan ia tidak dapat mengklaim bahwa orang lain akan memperoleh hasil yang sama, kalau mereka mengambil keputusan untuk menjangkau individu berasal dari jaman lalu.


Bagi beberapa orang, meninggalkan jaman lantas kemungkinan merupakan langkah yang pas untuk maju. Tidak semua orang berubah, tidak semua orang teruka untuk mengupas apa yang terjadi, lebih-lebih mengungkapkan penyesalan.


Namun, bagi Simone setidaknya, hadapi ketakutan jaman kecil udah sangat menyembuhkannya, dan itu adalah suatu hal yang ia menginginkan untuk semua orang, tidak peduli siapa mereka dulu, tidak peduli bagaimana mereka pernah terluka. Bagaimana menurutmu?


 

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...