Timeline Kasus Kematian Pramugari Christine Dacera - PANTAIPOKER

Breaking

Thursday, January 7, 2021

Timeline Kasus Kematian Pramugari Christine Dacera

Timeline Kasus Kematian Pramugari Christine Dacera

Timeline Kasus Kematian Pramugari Christine Dacera

 Pramugari Filipina, Christine Angelica Dacera, ditemukan tewas di bak mandi kamar hotelnya. Sebelum tewas, Dacera diduga menjadi korban pemerkosaan. Bagaimana kronologi penemuan jenazah Dacera? 


Dilansir berasal dari CNN Filipina, Jumat (8/1/2020), begitu banyak ragam teori mengemuka sepanjang lebih dari satu terakhir perihal masalah tersebut. Netizen, selebriti, dan apalagi politikus ikut terlibat di dalam pembicaraan tentang kematian Dacera.


CNN Filipina telah mengumpulkan Info berdasarkan wawancara, laporan, dan pengakuan berasal dari beraneka kamp yang terlibat di dalam insiden tersebut. Berikut ini timeline perihal masalah tersebut:


1 Januari 2021


Dacera menelepon keluarganya sekitar jam 12 sedang malam untuk berikan mengetahui mereka tentang perayaan di hotel Makati. Hal itu diungkapkan Sharn di dalam sebuah wawancara bersama dengan wartawan. Pantaipoker dominoqq


Rekaman CCTV bersama dengan stempel sementara perlihatkan Dacera secara singkat mencium seorang pria yang mengenakan topi, yang diidentifikasi sebagai Valentine Rosales, sebelum saat memasuki sebuah ruangan pada pukul 02:52. Selanjutnya pada pukul 3:22 pagi, Dacera nampak berinteraksi bersama dengan pria lain di kamar sebelah kanan berasal dari lorong, sementara dua orang lainnya berjalan melalui mereka. Sedangkan tiga lainnya berasal dari salah satu ujung lorong termasuk nampak lebih dari satu meter jauhnya.


Pukul 4:13 pagi, Dacera nampak dibawa ulang ke ruang pertama. Kemudian sekitar pukul 10 pagi, Galido bangun dan mendapatkan Dacera di bak mandi kamar mereka dan mengira dia sedang tidur. Sekitar sedang hari, sesudah memeriksa kembali, dia baru mengetahui bahwa Dacera telah membiru dan terlihat tidak bernafas.


Dia lantas bergegas menemui De Guzman dan Dela Serna untuk melacak bantuan.De Guzman dan Dela Serna menyebutkan mereka menghendaki perlindungan berasal dari manajemen hotel dan mengklaim bahwa mereka coba membangkitkan ulang Dacera bersama dengan resusitasi kardiopulmoner, tapi gagal.


Pihak hotel menyarankan ketiganya untuk membawanya ke Makati Medical Center. Dacera dinyatakan meninggal pada sementara kehadiran yang dilaporkan karena aneurisma aorta pecah.


Rumah sakit tersebut melaporkan kematian tersebut ke polisi Kota Makati. Sementara itu, pria lain berasal dari kamar hotel yang berdekatan telah pergi sementara itu.


2 Januari


Autopsi ditunaikan pada tubuh Dacera di Rumah Duka Rizal di Kota Pasay pada pukul 9 pagi. Autopsi dipimpin oleh petugas medico-legal Mayor Polisi Michael Nick Sarmiento.


Temuan post-mortem atas perihal tersebut, lewat laporan medico-legal oleh Kantor Laboratorium Kriminal Distrik Kepolisian Selatan yang kelanjutannya beredar di fasilitas sosial, perlihatkan bahwa penyebab kematiannya "sesuai" bersama dengan apa yang di awalnya dilaporkan sebagai aneurisma aorta pecah.


Itu termasuk menyebutkan memar di tangan kanan Dacera, paha kanan, lutut, pergelangan kaki, dan kaki kanan, dan abrasi linier di paha kanannya. Laserasi di dalam dan lecet termasuk dilaporkan sepanjang pemeriksaan genital. Dokumen tersebut termasuk mencatat bahwa Dacera telah dibalsem sebelum saat diotopsi.


3 Januari


Berdasarkan laporan medico-legal, pemeriksaan pihak berwenang atas tubuh Dacera selesai pada jam 1 siang. Kepolisian Kota Makati yang diketuai Kapolres Harold Depositar lantas melaporkan teliti kematian tersebut ke media, dua hari sesudah kejadian.


4 Januari


Kepolisian Nasional Filipina mengirimkan pengakuan terpisah tentang insiden itu ke media. Polisi mengklaim bahwa mereka "telah merampungkan masalah pembunuhan-pemerkosaan" Dacera, meskipun tersedia lebih dari satu teliti lain yang hilang dan laporan yang saling bertentangan tentang masalah tersebut.


Kepala Polisi PNP Jenderal Debold Sinas mengatakan, mereka telah menangkap tiga tersangka: Dela Serna, Galido, dan Halili. Mereka didakwa atas kejahatan pemerkosaan bersama dengan pembunuhan sepanjang sistem pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Kota Makati. Polisi tetap memburu tersangka lainnya.


5 Januari


Kasus Dacera pun mendapat perhatian di beraneka belahan dunia. Perkembangan lebih lanjut datang berasal dari keluarganya, para tersangka, dan pihak berwenang yang menyelidiki insiden tersebut.


Dalam wawancara bersama dengan The Source CNN Filipina, Depositar menyebutkan jejak air mani termasuk ditemukan di tubuh Dacera. Ini di awalnya tidak disebutkan di dalam laporan medico-legal.


Depositar mengklaim bahwa tersangka barangkali telah memperkosa Dacera. Namun, dia termasuk mengungkap bahwa lebih dari satu tersangka mengaku gay.


Di hari yang sama, Departemen Pariwisata perlihatkan City Garden Grand Hotel melanggar protokol COVID-19 dan mengizinkan pertemuan massal di daerah mereka.


Sementara itu, keluarga Dacera mengungkap bahwa mereka telah menghendaki otopsi ulang untuk membantah temuan awal yang perlihatkan Dacera meninggal karena karena alami. Juru berkata keluarga, Brick Reyes, mencatat bahwa luka di kaki dan lengan Dacera dan juga jenazahnya dapat menjadi bukti yang cukup untuk memutuskan barangkali penyebab pemerkosaan.


Tapi De Guzman, salah satu tersangka yang telah melapor, membantah, dia menyebut apa yang dikatakan itu tidak masuk akal. De Guzman di dalam beraneka wawancara media, mengklaim bahwa dia gay dan tidak dulu laksanakan interaksi seksual bersama dengan seorang wanita.


6 Januari


Juru berkata PNP Brig. Jenderal Ildebrandi Usana menegaskan, masalah Dacera belum sanggup ditutup, mereka tetap tunggu keluarnya surat perintah penangkapan bagi para tersangka.


Menanggapi perintah polisi, De Guzman, bersama dengan bersama dengan ibunya Claire dela Fuente lebih lanjut mengungkap di dalam sebuah wawancara bersama dengan CNN Filipina bahwa mereka diminta untuk untuk "tetap diam" dan tunggu sementara sampai mereka sanggup mengajukan pengakuan tercantum balasan.


Sekretaris Kehakiman Menardo Guevarra menyebutkan kepada fasilitas bahwa tim kedokteran forensik oleh Biro Investigasi Nasional telah berkoordinasi bersama dengan pihak berwenang untuk memilih penyebab sebenarnya berasal dari insiden tersebut.


Kemudian pada hari itu, jenazah Dacera dibawa ke Markas Besar PNP di Camp Crame, Kota Quezon untuk upacara pemakaman pribadi, cuma anggota keluarga dan lebih dari satu rekan dekat yang diizinkan.


Sementara itu, Kejaksaan Kota Makati memerintahkan pembebasan ketiga tersangka yang ditahan, bersama dengan alasan polisi mesti menyerahkan hasil asumsi DNA, laporan toksikologi, dan pemeriksaan histopat. Investigasi awal pada tersangka lainnya belum dilakukan.


7 Januari


Jenazah Dacera diterbangkan ke kampung halamannya di General Santos City pada pagi hari untuk pemakaman teristimewa bersama dengan keluarga dan teman.


Dr Marichi Ramos, seorang rekan berasal dari keluarga Dacera, menyebutkan kepada wartawan bahwa tubuhnya telah diotopsi ke-2 sebelum saat dikirim pulang, tapi temuan itu tidak dapat diungkapkan kepada publik.


 

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...