Skandal dengan Berondong

Pantaipoker Ceme -Bengong menghadap laptop, ingatan saya melayang saat mewawancara aktris peraih Piala Citra yang belakangan melakukan perjalanan spiritual. Sebut saja Cantik. Saya dan seorang teman mewawancara Cantik di bilangan Gatot Subroto Jakarta. Ketika wawancara berlangsung, kepala saya cekot-cekot. Jawaban Cantik panjang banget dan selalu dikait-kaitkan dengan agama. Pertanyaannya apa, jawabannya apa.
Entah dari mana asalnya, tiba-tiba Mbak Cantik membahas soal ikhlas. Padahal pertanyaan tak ada sangkut pautnya soal ikhlas. Dia mengutip ayat segala rupa. Saya dan teman saling pandang. Kami menyela dengan pertanyaan lain. Maklum, waktu kami tak banyak. Deadline di depan mata. Kami punya panduan wawancara dari atasan.
Setelah pertanyaan terakhir dijawab dengan berbuih-buih, saya dan teman pamit. Saat pamit, Cantik mengeluarkan pernyataan yang bikin kami syok. “Sebentar, saya belum selesai membahas soal ikhlas yang tadi,” katanya. Saya kaget lalu melirik panduan wawancara untuk memastikan, jangan-jangan mata saya rabun. Memang tak ada bahasan tentang keikhlasan. Wawancara kami murni soal perjalanan karier. “Oh gitu, ya Mbak?” celetuk saya.
Lalu Cantik berkotbah soal bagaimana ia menjalani hidup dengan ikhlas bla-bla-bla. Durasi wawancara yang harusnya 20 menit molor jadi hampir 1,5 jam. Setara dengan durasi film Kuntilanak Kesurupan dan Pocong Ngesot-nya Nayato Fio Nuala. Tidak tahan, saya terpaksa menyela untuk menyudahi ceramah dadakan ini. “Kok sudah, sih? Saya kan belum selesai membahas ikhlas,” protes Mbak Cantik. Saya pulang dengan hati dongkol.
“Aneh ini artis. Kita enggak mau dengar kotbah kok maksa. Emangnya muka gue ini syaitonirojim sampai harus dikotbahi,” omel saya di area parkir. “Sabar, Mbaknya mabuk agama kali alias baru belajar. Jadi bawaannya kalau bertemu orang pengin kotbah. Intinya ia mau menceritakan perjalanan rohani yang dramatis,” teman saya menenangkan. “Ikhlas kok diumbar ke orang yang tidak dikenal. Padahal enggak ada yang nanya,” keluh saya.
“Terus dunia harus tahu kalau dia ikhlas, gitu? Mbak ini persis netizen 62. Berlagak bilang, mohon maaf saya cuma mengingatkan. Padahal kalau dibaca isi komentarnya tuh menggurui dan menghakimi yang diingatkan. Jatuhnya sombong. Berbuat baik kok diumbar. Dari awal gue sudah curiga, hampir semua jawabannya enggak sinkron sama pertanyaan,” saya mengomel lagi. “Eh buset Aldebaran, lo ngomel berbuih-buih kayak cara menjawab Mbak Cantik,” tegur teman. Barulah saya mingkem.
Beberapa bulan kemudian terkuak skandal rumah tangga yang melibatkan Cantik hingga berakhir di meja hijau. Sejumlah jurnalis kaget lantaran tak menyangka. Saya tertawa paling nyaring. “Ikhlas? Makan, tuh ikhlas. Ikhlas bikin skandal bareng berondong?” seloroh saya, menahan geram. Selama jadi jurnalis, ada lebih dari setengah lusin seleb kayak Mbak Cantik yang saya temui. Suka menceramahi orang tapi berkasus.
Beberapa waktu yang lalu, sebuah peristiwa di luar dugaan saya alami. Saya diundang ke acara amal menyantuni masyarakat yang terdampak wabah. Setelah acara amal usai, saya mewawancara aktor sebut saja Mas Ganteng. Obrolan berlangsung cair. Usai wawancara saya pamit sambil membawa sebotol air mineral yang diberikan ke saya. Saat balik badan hendak menuju ruang parkir, Mas Ganteng memanggil. “Al,” serunya.Pantaipoker Ceme

No comments:
Post a Comment