Sebelum meninggal, Yulie sempat ajukan bansos tapi ditolak - PANTAIPOKER

Breaking

Wednesday, April 22, 2020

Sebelum meninggal, Yulie sempat ajukan bansos tapi ditolak

Sebelum meninggal, Yulie sempat ajukan bansos tapi ditolak

Sebelum meninggal, Yulie sempat ajukan bansos tapi ditolak

w644-13
Pandemi corona di Indonesia tidak cuma mempunyai efek kesehatan, tetapi terhitung memukul perekonomian masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten, bernama Yulie Nuramelia (43) dilaporkan meninggal dunia sesudah dua hari kelaparan. Pantaipoker dominoqq

Yuli dan keluarganya bertahan hidup cuma bersama dengan meminum air galon isi kembali semenjak merebaknya virus corona Covid-19 di Indonesia.

Agus Jakaria, Ketua RT 03 RW 07, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, mengaku pernah mempunyai berkas keluarga almarhum Yulie Nuramelia ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos). Namun knowledge keluarga itu ditolak, lantaran tercantum bekerja sebagai petugas kebersihan yang di anggap mendapatkan gaji tiap-tiap bulan.

Memang benar sang suami, Mohamad Holik bekerja sebagai "petugas kebersihan" yang mencari barang bekas dan layak menjual dari tempat sampah atau tepatnya pemulung.

Penghasilannya pun tak menentu, tetapi jika dirata-rata cuma Rp 30 ribu pendapatan per hari paling besarnya. Uang sebesar itu harus dibagi untuk makan bersama dengan Yulie, Holik, dan empat orang anaknya.

"Saya bawa knowledge 15 Kepala Keluarga (KK), 5 KK saya bawa kembali sebab tidak masuk kategori, di situ terhitung Pak Holik, sebab status pekerjaannya sebagai (petugas) kebersihan. Saya bawa berkasnya ke Kesos, saya bilang ke almarhum berkasnya saya bawa lagi," kata Agus

Agus menjelaskan bahwa bantuan mampir ke keluarga Yulie Nuramelia sejak Sabtu 18 April 2020, usai ramai diinformasikan awak tempat bahwa keluarga itu sempat menghindar lapar bersama dengan meminum air galon sepanjang dua hari. Bantuan diberikan segera ke Yulie oleh para relawan.

"(bantuan dari pemerintah) belum ada, terdapatnya Sabtu, datangnya bantuan banyak sorenya," terangnya.

Agus Jakaria menjelaskan bahwa adik dari Yulie pernah bercerita kepada dirinya, almarhum sempat mengalami sakit kepala pada Minggu 19 April 2020 dan tidak mampu tidur di malam harinya. Kemudian pada Senin, 20 April 2020 kira-kira pukul 15.00 wib, Yulie mengembuskan napas terakhirnya.

"Saya pernah ngobrol serupa adiknya, tersedia keluhan di kepala, kurang tidur, kata Pak (petugas) Puskesmas (ingin ketemu bersama dengan adiknya) untuk wawancara bersama dengan adiknya, pengen mengetahui keluhannya (almarhum)," jelasnya.

Sebelumnya sempat diinformasikan bahwa Yulie dan suaminya, Mohamad Holik, bersama dengan empat anaknya kelaparan sampai harus meminum air galon sepanjang dua hari. Usai ramai diberitakan, banyak bantuan kepada keluarga almarhum. Hingga akhirnya Yulie mengembuskan napas terakhirnya pada Senin, 20 April 2020 kira-kira pukul 15.00 WIB.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...