Melihat Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Corona di Kendari - PANTAIPOKER

Breaking

Saturday, April 18, 2020

Melihat Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Corona di Kendari

Melihat Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Corona di Kendari

Melihat Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Corona di Kendari

w644-1
Seorang pasien positif COVID-19 yang berjenis kelamin laki-laki berinisial RR (75 tahun) meninggal dunia di Ruang Isolasi RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kira-kira pukul 01.30 WITA, Sabtu (18/4).

Warga Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sultra, yang merupakan pensiunan Polisi itu dimakamkan bersama dengan upacara penghormatan di TPU Punggolaka Kendari. http://128.199.71.150/pantaipoker/

Pantauan kendarinesia, sebelum saat dibawa ke daerah peristirahatan terakhir, lansia yang punyai riwayat penyakit penyerta gagal ginjal itu lebih disalatkan oleh petugas Kepolisian berasal dari Biddokes Polda Sultra bersama dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sementara itu, keluarga pasien terlihat berdiri di belakang petugas yang tengah menyalatkan jenazah. Pihak keluarga terlihat mengfungsikan makser, dan jenazah berada di didalam mobil ambulans.

Usai disalatkan, jenazah lalu dibawa menuju TPU Punggolaka bersama dengan pengawalan berasal dari pihak Kepolisian. Tampak ambulans, peti jenazah, keluarga, dan seluruh petugas yang memakamkan disemport disinfektan.

Setelah tiba, peti jenazah ditaruh di dekat laing lahat. Tampak pasukan upacara mengambil alih barisan, kelaurga almarhum termasuk terlihat menghadiri upacara yang dipimpin oleh pejabat menengah Samapta Polda Sultra, AKBP Amirullah.

Lalu, prosesi penghormatan pun dimulai, keluarga berada di dekat barisan, jaraknya pun diatur. Para petugas yang mengenakan APD kemudian melakukan penghormatan sembari ikuti aba-aba berasal dari pemimpin upacara.

Setelah sistem penghormatan, peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Pemakaman kali ini dilaksanakan secara islam, biarpun jenazah berada di didalam peti. Hal ini dilaksanakan berdasarkan standar badan kesegaran dunia WHO.

Dokter Forensik Biddokes Polda Sultra, Kompol Mauluddin, mengatakan keluarga diikut sertakan dalan sistem pemakaman karena jenazah dan peti sudah disemprot cairan disinfektan.

Selain itu, jarak antar keluarga mauapun keluarga bersama dengan petugas kesegaran diatur sampai tak berdekatan.

Mauluddin mengaku bersyukur, sistem pemakaman terjadi lancar. Keluarga mampu lihat dan warga kira-kira mampu menerima bersama dengan baik.

Menurut dia, perihal selanjutnya menunjukan bahwa pemakaman pasien positif Corona tidak kudu dikhawatirkan, apalagi sampai ditolak. Yang penting, seluruh standar kesegaran yang sudah ditetapkan diikuti bersama dengan baik dan benar.

"Jenazah yang sudah dibungkus plastik tidak akan menularkan (virus) lagi. Karena bersamaan bersama dengan pembusukan lanjut, cairannya akan mematikan virus, apalagi 2 jam dikala dibungkus plastik, droplet tidak akan ulang muncul berasal dari jenazah," sadar Mauluddin.

Sementara itu, keliru satu perwakilan keluarga pasien, Abdul Mansur, mengucapkan menerima kasih tak terhingga kepada Tim Forensik Polda Sultra yang sudah melibatkan mereka, jadi berasal dari salat jenazah sampai pemakaman.

Dia termasuk mengucapkan menerima kasih karena Tim Forensik bersedia mengurus jenazah bersama dengan baik sampai sistem pemakaman selesai. Tak lupa pula penghargaan bagi tenaga medis yang sudah melindungi pasien sementara berada di ruang isolasi.

"Terima kasih kepada Polda Sultra yang mampu mengikutkan kita untuk lihat sistem pemakaman. 2 minggu orang tua kita dirawat (Di RSUD Bahteramas) termasuk sudah diberikan service yang baik," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...