Ini Alasan Mengapa Banyak Orang Takut pada Badut?

Suksesnya film box office Stephen King's berjudul It menguatkan bahwa coulrophobia (takut badut) bukan fenomena biasa.
Para pemain sirkus penuh warna ada di sana di mana vampir dan manusia serigala sebagai daftar penjahat horor yang sangat ikonik.
Pada awalnya, diciptakannya sifat badut ditujukan untuk sebabkan anak-anak tertawa dan tidak bersembunyi di bawah selimut lantaran ketakutan. Daftar di sini
Lalu, apa yang sesungguhnya sebabkan banyak orang takut terhadap badut?
Menurut kandidat doktoral Yale Danielle Bainbridge, stereotip badut sebagai perihal menakutkan sudah ada sejak berabad-abad lalu
Dalam episode perdana serial digital PBS, Origin of Everything, Bainbridge menyebutkan peristiwa panjang bagian budaya kita yang meresap ini.
Sebelum badut mengenakan sepatu floppy dan melemparkan pai ke wajah satu sama lain, versi awal berasal dari badut sanggup ditemukan di banyak kerajaan (meski tak disebutkan wilayah dan waktu).
Pelawak di sebuah kerajaan bukanlah tindak kriminalitas, tetapi dia adalah salah satu orang di kerajaan yang sanggup mengolok-olok raja tanpa takut (secara harfiah) kehilangan kepalanya.
Dari jaman abad pertengahan, badut berevolusi menjadi harlequin teater Italia abad ke-16. Sekali lagi, ini bukan monster yang haus darah, tetapi mereka terhitung tidak ramah terhadap anak-anak.
Tokoh-tokoh itu seringkali nakal dan secara ethical sangat tidak baik. Kostum dan topeng aneh mereka hanya meningkatkan sinyal menyeramkan yang mereka berikan.
Film Citrakan Badut Sebagai Hal Menakutkan

Maju ke abad ke-19, ketika badut sirkus berwajah putih yang kita kenal saat ini merasa beroleh popularitas.
Tidak layaknya pelawak dan harlequin yang singgah sebelum mereka, badut-badut ini melakukan menghibur anak-anak dan mempertahankan citra yang sehat.
Tetapi layaknya yang ditunjukkan oleh budaya pop terhadap 1970-an, 1980-an, dan 1990-an, persepsi lama yang kita mempunyai tentang badut sebagai pembuat onar jahat tidak pernah sangat pergi.
Steven King's di dalam film It, Killer Klowns from Outer Space(1988), dan adegan berasal dari Poltergeist (1982) sepenuhnya mengkombinasikan kecemasan asli ini dengan asosiasi badut yang lebih modern dibanding menghibur anak-anak.
Formula itu berikan gagasan banyak sutradara sebagai tidak benar satu tokoh paling menakutkan di media film horor kala ini.

No comments:
Post a Comment