Cerita Pilu Nenek Pengumpul Kardus di Negara Kpop

Daftar di sini - Sebagai salah satu negara terkaya di dunia dan miliki teknologi canggih, Korea Selatan menaruh cerita haru di balik perjuangan orang lanjut umur (lansia) yang berjuang untuk menyambung hidup. Ini yang dialami nenek Yoo.
Minggu 28 Oktober 2018, perempuan 82 th. ini kudu menghimpun kardus untuk ditukar dengan uang US$2 (Rp213.132). Agar sanggup mengantongi uang ini, Yoo kudu bekerja selama 14 jam lebih.
Berdasarkan kajian yang diterbitkan oleh International Journal of Social Science and Humanity pada 2014, tak ada penyebab tunggal kemiskinan bagi orang lanjut usia.
Ada beberapa aspek yang membantu kemiskinan pada lansia. Seperti tidak buat persiapan keuangan pensiun, perekonomian yang turun, terkait kepada anak, dan kewajiban pensiun.
Yoo memberikan uraian mengenai kemiskinan dan dunia lansia di salah satu negara terkaya di dunia.
Yoo tinggal sendirian di sepetak rumah selama lima tahun. Dia tidak memperoleh pertolongan berasal dari anak-anaknya.
Kelima anaknya itu terhitung berjuang untuk menjaga hidup. Malah, Yoo yakin tak ada anak yang sudi merawatnya.
“ Mereka bisa saja tidak mau. Itu bakal memberatkan mereka,” kata Yoo.
Dia tidak kecewa dengan anak-anaknya. Malah, Yoo bangga sanggup bekerja sebagai pemungut kardus.
Dia sanggup memperoleh uang Rp213 ribu selama 14 jam walau kudu sakit punggung. Yoo mulai bekerja pada pukul 07.00-08.00 dan selesai bekerja pukul 21.00-22.00.
“ Tapi, saya tak memperoleh banyak uang. Paling lebih kurang 2 ribu won (US$2). Itu kuantitas yang terbesar,” kata dia.
Yoo tidak menggunakan banyak uang untuk makan. Dia hanya makan pasta kacang merah atau pasta cabai.
Dia berbicara keuangannya mulai terguncang kala sebuah van menabraknya di jalur kala wanita ini sedang mendorong gerobak sampah.
Insiden ini membuatnya lumpuh dan menguras keuangannya. Meskipun memperoleh US$200 (Rp3,04 juta) berasal dari pemerintah per bulan, Yoo tidak sanggup bekerja kembali selama beberapa bulan.
“ Kalau terlalu tua, saya tak sanggup melakukannya. Saya yakin anak-anak bakal membantu saya,” kata dia.
Setelah mengikuti seharian, Asian Boss memberikan sumbangan sebesar 1 juta won atau US$1000 (Rp15,22 juta). Dia mengucapkan menerima kasih.
“ Kamu memberikan saya banyak uang. Saya terlalu bersyukur, sungguh. Tuhan memberkatimu,” kata dia.
Yoo berjanji bakal membelanjakannya secara bijak.
Sekadar informasi, Asian Boss berkolaborasi dengan Korean Legacy Committee (KLC) untuk membantu tingkatkan kepedulian pada lansia Korea Selatan.

No comments:
Post a Comment