Apa Itu Psikopat, Ciri-Ciri dan Cara Pengobatannya
psikiater dan pendiri Centers of Psychiatric Excellence menyebutkan bahwa psikopat merupakan problem kejiawaan.
Psikopat adalah problem kepribadian antisosial (ASPD) yang menggambarkan seseorang bersama pola manipulasi dan pelanggaran kepada orang lain.
Namun, antisosial yang dimaksud bukan tingkah laku mengasingkan diri dari lingkungan, namun seseorang yang bertentangan bersama masyarakat, aturan, dan tingkah laku lain yang lebih umum.
Ada beberapa ciri-ciri yang bisa menandakan seseorang disebut sebagai psikopat.
Berikut Pantaipoker dominoqq jelaskan dikutip dari bermacam sumber.
1. Ciri-ciri seorang psikopat
Istilah psikopat bukan diagnosis resmi, maka para pakar menjabarkan ciri-ciri psikopat merujuk terhadap tanda didalam ASPD. Beberapa ciri-ciri tersebut yang bisa menandakan bahwa seseorang juga psikopat, yakni tingkah laku yang tidak bertanggung jawab secara sosial, melewatkan atau melanggar hak orang lain, tidak bisa membedakan tingkah laku benar atau salah, dan kecenderungan kerap berbohong.
Selain itu, tingkah laku lain yang barangkali merupakan gejala ASPD sebagai ciri psikopat pada lain, kecenderungan untuk mengambil alih risiko, tingkah laku tidak beraturan atau seenaknya, dan menipu bersama seringnya melaksanakan kebohongan.
Seseorang bersama tingkah laku yang disebutkan tadi barangkali juga tidak punyai hubungan emosional yang dalam, agresif, dan condong pemarah. Tak cuma itu, orang bersama ASPD juga tidak pikirkan kecuali mereka melukai seseorang, impulsif, kasar, dan tidak cukup penyesalan.
2. Psikopat rentan melaksanakan hal negatif
peneliti menunjukkan bahwa psikopat berakar sejak usia dini. Anak-anak yang menunjukkan kurangnya rasa takut, ketidakpedulian terhadap kawan sebaya, dan punyai emosi yang tinggi condong berisiko tinggi jadi psikopat.
Psikopat umumnya terlampau impulsif dan emosional agar berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan zat, kriminal, dan penahanan. Menurut Joseph Newman di University of Wisconsin, “Psikopat punyai risiko 3 kali lipat melaksanakan tindak kriminal dan kekerasan daripada orang lain. Mereka juga 2 kali lebih barangkali melaksanakan tindakan antisosial lain, layaknya berbohong dan ekspoitasi seksual.” Hal ini gara-gara orag psikopat tidak punyai kebaikan dan empati secara sosial.
3. Otak seorang psikopat
Sebuah penelitian mengungkap bahwa ada hubungan pada bagaimana faedah otak dan tingkah laku seorang psikopat. Para peneliti percaya bahwa psikopat punyai pola aktivitas otak yang tidak serupa bersama orang normal lainnya. Secara khusus, penelitian menyebutkan bahwa aktivitas amigdala, di mana rasa risau diproses dan di korteks frontal orbital atau area pengambilan ketetapan berjalan lebih sedikit terhadap orang psikopat.
Sebuah studi mengungkap bahwa orang bersama problem kepribadian antisosial atau yang kerap dikaitkan bersama psikopat, punyai volume kebanyakan 18% lebih sedikit didalam aktivitas otak agar empati hampir tidak ada didalam diri mereka.
4. Cara ketahui sesorang mengidap psikopat
Psikopat bukan problem mental bersama diagnosis formal agar para pakar mendiagnosis seseorang tentang situasi ASPD. Seseorang condong tidak jelas bahwa mereka menderita ASPD, akibatnya mereka jarang melacak pengobatan. Mereka umumnya tidak percaya kecuali ada masalah didalam perilaku.
Para pakar menyebutkan ada beberapa pedoman yang ditetapkan untuk mendiagnosis ASPD, yakni di mulai terhadap usia 15 tahun atau jaman remaja. Namun, beberapa orang bisa punyai tingkah laku dan mengidap ASPD terhadap akhir jaman remaja, tepatnya menuju usia dua puluhan.
Maka, untuk mendapatkan diagnosis yang pas umumnya pakar psikologi dapat memeriksa kebugaran mental dan melaksanakan evaluasinya secara lengkap. Dalam sistem ini, pakar kesehatn mental dapat mengevaluasi pikiran, perasaan, pola perilaku, dan hubungan seseorang. Kemudian, pakar dapat mengidentifikasi gejala, membandingkannya bersama gejala ASPD, dan menyaksikan sejarah medis seseorang untuk menegaskan ada problem mental.
5. Penanganan orang yang psikopat
Seperti didalam sistem pendiagnosisannya, menyembuhkan seseorang bersama sifat psikopat yang juga didalam diagnosis ASPD condong sulit. Namun, umumnya penyedia fasilitas kebugaran dapat gunakan gabungan psikoterapi (terapi bicara) bersama dibantu obat-obatan.
Perlu diketahui bahwa problem kepribadian condong tidak bisa diobati bersama obat-obatan. Sedangkan psikoterapi bisa menopang orang didalam jelas diagnosis mereka dan bagaimana pengaruh di kehidupan serta hubungan mereka bersama orang lain.
Terapis juga dapat bekerja untuk mengembangkan siasat agar bisa mengurangi keparahan gejala.
Jika obat jadi bagian dari rancangan perawatan, umumnya tenaga medis dapat meresepkan obat yang bisa menyembuhkan situasi kesehaan lainnya, layaknya kecemasan, depresi, atau gejala depresi.


No comments:
Post a Comment