Pria Potong Jari Bertinta karena Menyesal Salah Pilih Caleg

www.pokerpantai.org
Pemilihan umum jadi topik hangat di Indonesia. Beberapa orang bisa saja terasa kecewa lantaran calon yang didukungnya kalah.
Tetapi, kondisi serupa terhitung dirasakan seorang pria asal Uttar Pradesh, India bernama Pawan Kumar.
Kekecawaan Pawan digambarkan bersama cara mengerikan. Pawan memotong jari telunjuknya gara-gara salah beri tambahan nada di dalam pemilihan umum di negaranya.
Tindakan memotong jari tangan itu dilaksanakan Pawan sebagai ekspresi kekecawaan sekaligus hukuman.
Pawan mulanya mengidamkan memilih kandidat calon legislatif berasal dari koalisi tiga partai SP-BSP-RLD bernama Yogesh Sharma. Tapi, gara-gara kebingungan bersama logo partai, pada akhirnya dia hanya memilih logo partai BSP, yang kala ini berkuasa.
Kecewa bersama keputusannya, dia pada akhirnya memotong jari tangannya.
“ Dia sangat bahagia bahwa dia beri tambahan nada untuk pertama kalinya,” Kailash Chandra, saudara laki-laki Pawan.
" Tapi begitu dia memahami kesalahannya, dia sangat bingung sehingga dia memotong jarinya yang bertinta. Setiap kali dia melihat jarinya yang bertanda tinta, dia terasa marah.”
Pelaksanaan Pemlihan Umum 2019 tidak melulu terkesan serius. Ada saja orang-orang kreatif yang membuat kondisi pemungutan nada lebih berwarna.
Sebuah video viral di sarana sosial, memperlihatkan seorang warga mengenakan kostum pocong. Dia singgah ke TPS untuk turut dan juga memakai hak pilihnya.
Video berikut kembali diunggah di account Instagram @makassar_iinfo. Dalam video itu, si 'pocong' mendaftarkan diri di meja pendaftaran TPS, lantas segera menuju kursi tunggu.
Dia sempat melompat ringan. Tetapi, dia akhir langkahnya dia memutuskan berlari kecil sembari melompat sehingga bisa cepat sampai di kursi antrean.
"Tak sudi golput, setan asli Indonesia pun bernama 'pocong' memakai hak suaranya," demikian info menyertai unggahan video tersebut, diakses terhadap Kamis 18 April 2019.
Beberapa orang tertarik mengabadikan momen unik berikut di dalam video. terhitung terhitung salah satu bagian KPPS. Momen unik itu disebut berjalan di salah satu TPS di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Beragam cara unik dilaksanakan untuk menarik minat penduduk ada ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Salah satunya dilaksanakan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berikut ini.
Pada umumnya, TPS hanya memakai tenda, bilik suara, dan terhitung lebih dari satu kursi. Tapi di TPS 073, Gunung Balong 1, Lebak Bulus, kami akan merasakan sensasi horor.
Pada pemungutan nada Rabu 17 April 2019 di TPS 073 ini, para panitia berdandan seperti hantu, andaikata saja mengenakan kostum pocong, hantu, bahkan hantu valak terhitung keluar jadi panitia.
Tak hanya dandanan, dekorasi TPS pun dibikin seram bersama berbagai ornamen, salah satunya ada kuburan.
Meski keluar menyeramkan, warga yang mencoblos di TPS ini rupanya terhibur bersama apa yang ditampilkan oleh panitia.
Pemilihan umum (Pemilu) 2019 jadi momen lima tahunan yang istimewa. Masyarakat memakai momen ini bersama cara yang unik.
Keunikan kebanyakan dilaksanakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk memancing para pemegang nada menyalurkan haknya. Selain baju yang dipakai, KPPS memiliki gagasan unik di dalam mendekorasi TPS.
Lihat saja salah satu tempat pemungutan nada (TPS) di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masyarakat yang singgah ke TPS ini dijamin takkan terasa tengah singgah ke TPS tetapi ke sebuah kondangan. www.pokerpantai.org
Penyelenggara Pemilu di memang sengaja menghadirkan TPS seperti sebuah tempat resepsi pernikahan.
Foto-foto TPS 16 RT 16 Kecamatan Kromengan, Malang itu diunggah account Facebook, Meyta. Dalam foto yang dia unggah, hiasan bunga-bunga berwarna putih dan hijau menyamput pemilih.
Meja administrasi pun ditata seperti meja resepsi yang di tiap-tiap kondangan.
Dua kursi mempelai terhitung tersedia. Label presiden dan wakil presiden terpasang. Salah satu kursi di sajikan untuk bagian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
TPS ini bahkan terhitung memampang salon rias. Tambahan akses ini semakin mengesankan TPS ini semakin serupa lokasi resepsi pernikahan.

No comments:
Post a Comment