Kalung Antivirus Corona Kementan Ternyata Sudah Diuji, Bagaimana Hasilnya?
Kalung Antivirus Corona Kementan Ternyata Sudah Diuji, Bagaimana Hasilnya?
Pantaipoker Ceme - Kementerian Pertanian (Kementan) bakal mulai memproduksi kalung antivirus corona berbahan dasar minyak kayu putih atau eucalyptus. Produksi dilaksanakan dengan menggandeng perusahaan swasta, yaitu PT Eagle Indo Pharma yang dikenal sebagai produsen Cap Lang.
Menjawab keraguan sekian banyak kalangan soal khasiat kalung tersebut, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi Dharmayanti, menyatakan bahwa produk antivirus berbahan eucalyptus tersebut sudah diuji coba.
“Dari uji testimoni terhadap sejumlah orang yang menderita pilek dan influenza, dalam sejumlah hari kondisinya telah membaik. Dengan konsentrasi rumus satu persen, bisa menonaktifkan virus 80-100 persen,” kata Indi seperti dikutip Antara, Sabtu (4/7).
Menurutnya, kalung antivirus ini efektif dipakai setiap hari. Penggunaannya diinhalasi selama 5 menit per hari.
"Produk ini bisa melegakan drainase pernapasan, menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, meminimalisir mual, dan menangkal penyakit mulut," ujarnya.
Di samping menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi merupakan berpengalaman peneliti utama bidang virologi molekuler, yaitu ilmu yang mempelajari makhluk suborganisme, khususnya virus. Dia adalahlulusan kedokteran fauna Universitas Airlangga, Surabaya. Sedangkan gelar magisternya dari jurusan bioteknologi UGM, Yogyakarta, dan gelar doktornya dari jurusan biomedis Universitas Indonesia, Jakarta.
Sementara ketika menjadi responden di program Kabar Petang tvOne, Sabtu (4/7), Indi pun menyatakan, kalung eucalyptus bukanlah obat COVID-19, tetapi ekstrak dengan cara desilasi guna membunuh virus. Hingga kini, inovasi itu pun masih dalam etape in vitro, riset, dan penelitian.
“Riset masih terus berjalan. Toh setelah kami kerjakan screening, ternyata eucalyptus ini memiliki keterampilan membunuh virus influenza, bahkan corona,”



No comments:
Post a Comment