Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut - PANTAIPOKER

Breaking

Saturday, April 25, 2020

Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut

Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut

Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut

11084-vaksin-covid-19
Obat dari pandemi virus corona hingga kini belum ditemukan. Hal berikut membuat para pemimpin dunia bersatu untuk mengebut pengembangan vaksin Covid-19 ini. Pantaipoker Dominokiu

para pemimpin dunia berjanji terhadap hari Jumat untuk mempercepat pekerjaan terhadap tes, obat-obatan dan vaksin terhadap COVID-19.

Hal berikut disampaikan terhadap sebuah konferensi video yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO). Namun Amerika Serikat tidak turut dalam proyek ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, adalah lebih dari satu tokoh yang join dalam konferensi tersebut. WHO menyatakan dalam konferensi berikut sebagai "kolaborasi penting" untuk memerangi pandemi.

Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan obat, tes, dan vaksin yang safe dan efisien untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati COVID-19, penyakit paru-paru yang disebabkan oleh virus corona baru.

"Kami hadapi ancaman bersama dengan yang hanya sanggup kita kalahkan secara bersama pula," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikala mengakses pertemuan virtual.

Dalam konferensi berikut juga dibahas tentang sistem distribusi secara merata. Serta memastikan akses perawatan yang mirip bagi yang sanggup maupun tidak mampu.

"Kita harus memastikan bahwa orang yang membutuhkan dapat sanggup mendapatkan akses untuk tes, obat, dan vaksin," kata Peter Sands, kepala Global Fund untuk Memerangi AIDS, TBC dan malaria.

"Pengalaman dari AIDS harus dipelajari. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum saat obat-obatan anti-retroviral sanggup dibuka secara luas," tambahnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa tujuan upaya penjaminan international terhadap 4 Mei adalah untuk mengumpulkan dana sebanyak 8,10 miliar dolar (setara Rp 126,2 triliun) untuk menaikkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

"Ini adalah langkah awal, tetapi ke depannya dapat lebih banyak program yang dapat dikerjakan," kata von der Leyen dalam konferensi itu.

AS Tidak Ambil Bagian

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah dan Amerika juga join dalam konferensi video tersebut. Namun tersedia lebih dari satu negara besar tidak berpartisipasi, juga China, India, dan Rusia.

Seorang juru berbicara AS di Jenewa sebelumnya menyatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat tidak dapat terlibat terhadap proyek tersebut.

"Meskipun Amerika Serikat tidak datang dalam pertemuan tersebut, tidak boleh tersedia keraguan tentang kemauan kita untuk konsisten memimpin dalam kasus kesehatan global, juga krisis Covid-19 ini," kata juru biscara lewat e mail dikutip dari Reuters.

"Kami sangat prihatin tentang efektivitas WHO, mengingat bahwa kegagalannya yang besar menunjang membuat pandemi waktu ini," tambahnya.

Meski AS tidak turut ambil bagian, pemimpin dunia lain tetap impuls untuk konsisten menunjang WHO. Di antaranya adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

No comments:

Post a Comment

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental

Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Kung Fu hingga Terpental Viral Pemuda Aniaya Tukang Sol Sepatu dengan Tendangan Ku...