Pandemi Virus Corona, Kemenag Buka Layanan Pendaftaran Nikah Online

Pantaipoker Ceme - Kementerian Agama membuka fasilitas pendaftaran nikah secara online. Ini menyusul ketentuan pemerintah memperpanjang masa bekerja berasal dari tempat tinggal (Work From Home/WFH) untuk menahan penyebaran virus corona hingga 21 April 2020.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan fasilitas untuk calon pengantin (catin) yang dapat mendaftar nikah dapat ditunaikan secara online. Tetapi, bagi catin yang sudah mendaftar sebelum saat kebijakan ini diterapkan, maka fasilitas dipastikan selamanya berjalan.
" Untuk saat ini, sebab kebijakan WFH bagi seluruh pegawai Kemenag hingga tingkat KUA, maka service pencatatan nikah ditunaikan bagi mereka yang sudah mendaftar," ujar Kamaruddin lewat keterangan tertulis, Selasa 31 Maret 2020.
Untuk pendaftar baru, kata Kamaruddin, dapat ditunaikan lewat simkah.kemenag.go.id.
Selanjutnya, dia mengimbau catin jalankan perencaaan lagi acara pernikahan menyaksikan suasana yang saat ini terjadi. Juga untuk menaati imbauan pemerintah sehingga tidak mengadakan kesibukan yang menyatukan banyak orang untuk saat waktu.
" Jika memungkinkan, saat seremonial acara pernikahan dijadwal lagi sehingga prosesnya dapat terjadi didalam suasana dan suasana yang lebih baik," kata Kamaruddin.
Prosedur Daftar Nikah Online
Untuk pendaftaran nikah secara online, tersebut tahapannya.
1. Buka simkah.kemenag.go.id
2. Klik daftar nikah
3. Pilih nikah di mana
a. Provinsi/Kab/Kota/Kecamatan
b. Tanggal dan jam
4. Masukan data calon suami dan calon istri,
5. Checklist dokumen,
6. Masukan Nomor HP,
7. Upload foto,
8. Cetak bukti pendaftaran
Kemenag Gelontorkan Rp311 Miliar untuk Tangani Covid-19
Dream - Kementerian Agama menyiapkan anggaran lebih berasal dari Rp300 miliar untuk menopang penanganan penyebaran virus corona, Covid-19.
Alokasi anggaran disepakati didalam rapat bersama dengan para Sekretaris Ditjen dan pejabat eselon II Setjen Kemenag.
" Alokasi anggaran ini bagian berasal dari keprihatinan dan kepedulian kita didalam menahan penyebaran Vicod-19," kata Plt Sekjen Kemenag Nizar Ali, di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.
" Paling tidak, ada 311 miliar, syukur kecuali dapat bertambah. Sumbernya berasal dari APBN dan Non APBN," kata dia.
Nizar mengatakan, anggaran yang bersumber berasal dari APBN dapat diambil alih berasal dari tiga komponen pokok, yaitu, perjalanan dinas luar negeri, perjalanan dinas didalam negeri, serta anggaran perjalanan yang ada didalam kegiatan-kegiatan. Sedang anggaran non-APBN bersumber berasal dari dukungan BPKH, Baznas, dan BWI.
" Kemarin kita sudah menyalurkan lima miliar, tiga miliar untuk Rumah Sakit Haji dan dua miliar untuk Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, Jakarta," kata dia.
" Kita termasuk sudah membentuk Posko Bencana yang dapat menggalang dukungan berasal dari ASN Kemenag dan masyarakat," ucap dia.
Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag, Ali Rokhmad mengatakan, alokasi anggaran yang ada dapat digunakan pada lain untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dan rapid test bagi pejabat dan pegawai Kementerian Agama.
Selain itu termasuk untuk ongkos penyemprotan disinfektan kantor, menopang penyelenggaraan work from home (WFH), serta menopang keluarga Kemenag yang terdampak Covid-19.
Gedung Asrama Haji Jakarta di Pondok Gede, Jakarta Timur, resmi difungsikan sebagai area isolasi untuk pasien positif terinfeksi virus corona atau Coronavirus Disease-19 (Covid-19). Pengelolaan area isolasi ini diserahkan kepada Rumah Sakit Haji Jakarta.
Menteri Agama, Fachrul Razi, menyerahkan aset itu kepada Direktur Utama RS Haji Jakarta, Syarief Hasan Lutfie terhadap Minggu, 22 Maret 2020.
Hadir didalam serah terima, Plt Sekjen sekaligus Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali, Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Sekretaris Baznas Jaja Jaelani, Karo Perencanaan Ali Rokhmad dan Karo Keuangan Kemenag Ali Irfan.
" Mudah-mudahan dukungan ini dapat menopang didalam penanggulangan Covid-19 dan meningkatkan service kepada masyarakat. Manfaatkanlah dukungan ini sebaik-baiknya khususnya di bidang kesehatan," ujar Fachrul, dikutip berasal dari Kemenag.go.id.
Fachrul termasuk menyerahkan dukungan senilai Rp3 miliar dan alat pelindung diri (APD) layaknya masker dan busana hazmat.
Bantuan ini berasal berasal dari Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kemenag yang termasuk melibatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Saat serah terima, Fachrul utamakan penanganan pasien harus ditunaikan secepat mungkin. Dia menghendaki tidak ada lagi alasan 'dalam proses' didalam melayani masyarakat.
" Cerita 'dalam proses' adalah cerita masa lalu. Kata didalam sistem iti bersayap, hal ini sangat tidak disukai Presiden Jokowi," kata dia.
Selanjutnya, Fachrul menjelaskan pihaknya berkomitmen didalam menopang penanganan Covid-19. Kemenag, kata dia, siap menyisihkan APBN spesifik untuk perjuangan melawan Covid-19.
" Kami berpesan dana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan," kata Fachrul.
Ketua Tim Satgas Covid-19 RS Haji Jakarta, dr Mahesa, menjelaskan bagaimana suasana penanganan pasien positif virus corona yang sudah dijalankan. Dia menjelaskan RS Haji sempat mengalami ada problem penyediaan area isolasi.
" Sebelumnya kita memakai area mushola untuk dijadikan area isolasi pasien suspect Covid-19 di RS Haji Jakarta," kata dia.
Lebih lanjut, Mahesa mengemukakan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan Kemenag. Terutama soal penggunaan Asrama Haji Jakarta untuk area isolasi.
" Terima kasih kepada Bapak Menteri atas kepedulian dan perhatian tulus kepada kita sebagai tim medis didalam penanggulangan Covid-19," kata dia.

No comments:
Post a Comment