627 Orang di Italia Tewas dalam Sehari Akibat Virus Corona COVID-19
627 Orang di Italia Tewas dalam Sehari Akibat Virus Corona COVID-19
Italia mengadukan 627 kematian dampak Virus Corona (COVID-19) dalam satu hari. Lonjakan kematian tersebut ialah yang tertinggi di Italia. Dua hari lalu, terdapat 475 meninggal dalam sehari.
Dilansir Business Insider, Sabtu (21/3/2020), total kematian di Italia sekarang sudah menjebol 4.000 orang. Pasien meninggal di negara tersebut juga sudah melalui China.
Berdasarkan data resmi, angka kematian di China ialah sekitar 3.200 orang. China pun telah mengirimkan pertolongan medis ke Italia guna menjinakan Virus COVID-19.
Angka kematian tertinggi dalam sehari di Italia pun mengalahkan China. Jumlah kematian terbanyak di China dalam sehari ialah 150 orang pada bulan lalu.
Sejauh ini terdapat 47.021 orang terinfeksi COVID-19 di Italia. Pasien di Italia ialah yang tertinggi kedua di dunia sesudah China.
Penyebaran COVID-19 di Italia tadinya terjadi di Lombardia dan Veneto. Lombardia dinamakan terlambat mengecek pasien yang tak merasakan gejala.
Pada 10 Maret lalu, Perdana Menteri Giuseppe Conte akhirnya merealisasikan lockdown nasional yang dilangsungkan hingga mula April nanti dan berpotensi diperpanjang. Sementara itu, petugas kesehatan di China menyatakan kaget menyaksikan lockdown yang kendor.
Berikut laporannya:
Kasus baru Virus Corona (COVID-19) di China mulai menurun. Kabar terbaru, permasalahan di kota Wuhan terdaftar nol pada Rabu 18 Maret dan Kamis 19 Maret. Hal seperti tersebut baru kesatu kali terjadi semenjak 21 Januari lalu.
Presiden China Xi Jinping menyinggung negaranya sudah sukses menjinakkan Virus Corona, namun virus tersebut terlanjur menyebar ke sekian banyak negara. China juga mulai mengirim perangkat dan pertolongan medis ke sekian banyak negara.
Salah satu negara yang menjadi destinasi China ialah Italia yang terdampak sangat parah di Eropa. Namun, otoritas kesehatan China menyatakan kaget menyaksikan betapa santainya penduduk Italia dalam menghadapi Virus Corona.
Dilaporkan South China Morning Post, pihak China mengambil misal di Kota Milan yang ternyata transportasi publik masih beroperasi. Itu bertolak belakang dengan kota Wuhan yang memblokir jalur transportasi.
"Di Milan, lokasi yang terkena sangat parah oleh COVID-19, perbuatan lockdown-nya paling kendor. Saya dapat melihat transportasi umum masih beroperasi, orang-orang masih berpergian, masih berkumpul di hotel-hotel dan mereka tidak menggunakan masker," ujar Sun Shuopeng, wakil presiden Palam Merah China.
Italia sebenarnya sudah mengerjakan lockdown sejak mula bulan ini, tetapi Sun Shuopeng kemudian membandingkan perbuatan disiplin yang dipungut oleh China. Lockdown di China sangatlah ketat sedangkan kehidupan di Milan berlangsung relatif normal.
"Saya tidak tahu apa yang masyarakat di sini pikirkan. Kita benar-benar mesti menghentikan aktivitas-aktivitas ekonomi laksana biasa dan interaksi insan seperti biasa. Kita mesti tetap berada di lokasi tinggal dan menciptakan setiap usaha untuk mengamankan nyawa. Langkah ini patut ditunaikan dengan sekian banyak cara demi mengamankan nyawa," tegas Sun.
Kasus Virus Corona di Italia sudah merenggut 3.405 nyawa dan total kasusnya telah 44 ribu. Berdasarkan statistik resmi, jumlah orang meninggal dampak Corona di Italia telah melebihi China.
Virus ini gampang menular di kerumunan ramai lewat batuk atau bersin. Nyawa lansia terutama paling terancam dampak Virus Corona, alhasil negara maju laksana Amerika Serikat meminta supaya masyarakat tetap di rumah supaya lansia tak tertular.



No comments:
Post a Comment